HUKUM
1. Tiga jenderal dan seorang perwira menengah dari Polri dikabarkan tengah diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, setelah ditangkap dini hari ini. Mereka terdiri atas seorang jenderal bintang 4 yakni Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mantan Kapolri yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan, 2 jenderal bintang 2, yakni Irjen Pol Ahrie Sonta (Kadivkum Mabes Polri), Irjen Pol Eko Hadi Santoso (Widyaiswara Kepolisian Utama Tk 1 Sespim Lemdiklat Polri) dan Kombes Pol Ferli Hediyat.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir tidak menyangkal ataupun membenarkan informasi tersebut. Ia hanya mengatakan, informasi itu sedang didalami.
Sejumlah sumber mengungkapkan, 4 orang itu ditangkap petugas Divisi Propam Mabes Polri, dan diamankan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Kabar yang belum dikonfirmasi oleh Polri menyebut bahwa Jenderal Listyo Sigit sempat dibebaskan, tapi kemudian diperiksa kembali. Mereka diamankan atas dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra direncanakan akan memberikan penjelasan mengenai kabar tersebut sore hari ini waktu Jakarta.
2. Bersamaan waktu dengan kabar santer hari ini tentangan penangkapan 3 jenderal polisi itu, Kapolri Suyudi Ario Seto mengeluarkan surat mutasi dan rotasi terhadap 264 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.
Tercatat ini mutasi besar ketiga yang dilakukan oleh Jenderal Suyudi Ario Seto sejak ia menjabat Kapolri pada 1 Oktober lalu, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sehari setelah menjabat Kapolri, Suyudi melakukan mutasi 88 perwira tinggi dan menengah, termasuk pergantian 19 kapolda. Kemudian, pada 12 Oktober lalu melakukan mutasi 14 perwira tinggi dan menengah dengan fokus pada jabatan di Bareskrim dan kewilayahan.
3. Partai Gerindra memecat 3 kadernya yang menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya, Jawa Timur, gara-gara disergap polisi saat pesta narkoba di sebuah hotel di Surabaya. Sedangkan Polrestabes Surabaya menindak 7 anggota Satresnarkoba yang melakukan penangkapan itu.
Ketua Majelis Kehormatan Gerindra Habiburokhman hari ini mengabarkan, putusan pemecatan sudah diambil 8 Oktober lalu, tak lama setelah kasus penangkapan. Mengenai penindakan terhadap polisi yang melakukan penangkapan, kata Habiburokhman, diduga karena mereka meminta uang atau melakukan pemerasan kepada 3 anggota DPRD tersebut, Rp 50 juta per orang.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengeluarkan surat mutasi terhadap 7 anggotanya pada 23 Oktober lalu. Alasannya, mereka melanggar standar operasional prosedur (SOP).
EKONOMI
1. Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan total potensi biaya ekonomi dan kesehatan imbas karhutla 2026 mencapai Rp 359,58 triliun hingga Rp 565,03 triliun. Perkiraan itu dihitung berdasarkan data kumulatif karhutla per 20 Oktober 2026, dengan luas lahan terbakar 1,92 juta hektare, yang didominasi di Papua Selatan, Kalbar, NTT, Kalteng, dan Sumsel.
Kerugian ekonomi dan pajak, terdiri atas aset fisik dan aktivitas ekonomi Rp 340,38 triliun, dengan kerugian terbesar di sektor kehutanan mencapai Rp 262,33 triliun. Selain itu, potensi kehilangan pajak daerah Rp 4,06 triliun.
Selain itu, biaya kesehatan bagi masyarakat terdiagnosis ISPA mencapai Rp 19,20 triliun, terdiri atas Rp 14,32 triliun biaya kesehatan langsung seperti rawat jalan dan rawat inap, serta Rp 4,87 triliun biaya tidak langsung. Total potensi biaya kesehatan untuk masyarakat dengan diagnosis maupun gejala ISPA Rp 224,65 triliun, terdiri atas biaya langsung Rp 167,62 triliun dan tidak langsung Rp 57,03 triliun.
Berdasarkan wilayah, Papua -Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan — terdampak ekonomi paling besar, yaitu Rp 59,43 triliun. Diikuti Kalbar Rp 41,91 triliun, Kalteng Rp 32,89 triliun, dan NTT Rp 31,33 triliun. Dibandingkan dengan besaran ekonominya, Papua mencatat dampak terbesar, yakni setara 40,60% dari PDRB, disusul NTT 36,16%, Kalbar 31,97%, dan Kalteng 28,26%.
2. Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan lalu berlanjut sampai hari ini. Indeks hari ini ditutup pada posisi 4.904, dengan pelemahan yang lebih dalam dibanding kemarin, yakni 3,78% atau sebanyak 192,5 poin. Posisi penutupan tersebut sudah jatuh di bawah angka psikologis 5.000.
3. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memerintahkan Dirjen Minerba dan Dirjen Migas untuk menghentikan ekspor sumber daya alam, seperti batu bara dan gas alam cair (LNG), melalui negara perantara. Negara perantara memperoleh keuntungan dari perdagangan komoditas Indonesia, termasuk melalui pencatatan transaksi dan penerimaan pajak.
Menurut Bahlil, kebijakan ini untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional. Ekspor, kata dia, harus langsung ke negara tujuan. Tidak boleh dari negara perantara “yang itu”, yang hanya memberi stempel dan mengklaim sebagai ekspor negaranya.
Bahlil juga mewanti-wanti BPI Danantara untuk tidak mau dilobi Singapura terkait ekspor listrik. Saat ini pemerintah memutuskan tidak mengekspor listrik ke Singapura karena pertimbangan kebutuhan dalam negeri. Sebenarnya, kata dia, Indonesia terbuka untuk ekspor listrik ke Singapura, tapi kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua belah pihak.
4. PT Pertamina Patra Niaga disebut akan mendiversifikasi impor BBM jenis Pertalite dengan membuka sumber pasokan dari China dan India. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu negara pemasok, Singapura. Dirjen Migas Laode Sulaeman mengaku telah berkomunikasi dengan calon negara pemasok.
Kementerian ESDM sedang menyempurnakan peraturan menteri sebagai aturan pelaksana setelah terbitnya Perpres No 107/2026. Perpres tersebut mengamanatkan impor BBM dan gas melalui satu pintu, yakni Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas.
TRENDING MEDSOS
Nama Listyo Sigit masuk daftar paling dicari di Google. Hari ini beredar kabar Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ditangkap bersama 2 jenderal lain dan seorang perwira menengah. Namun, Listyo telah dibebaskan setelah diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua.
Berita penangkapan mantan Kapolri tersebut juga trending di sejumlah media sosial, termasuk X dan Threads. Listyo serta para pati dan pamen dikabarkan diamankan karena kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
HIGHLIGHT
Jika penangkapan terhadap 3 jenderal polisi atas dugaan melakukan penyadapan terhadap Presiden Prabowo memang demikian adanya, maka boleh dikata ini merupakan skandal politik terdahsyat di Indonesia. Pelaku punya pangkat tinggi dan tertinggi di Polri, dan sasarannya adalah orang nomor satu di negeri ini. Kasus ini akan mewarnai lanskap politik dalam waktu dekat. ()
SUMBER
BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan B&S Alliance
Selasa, 3 November 2026





