POLITIK
1. DPR menyetujui Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, calon tunggal kepala kepolisian RI (Kapolri) yang disodorkan Presiden Prabowo, sebagai Kapolri setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan selama sekitar 30 menit di Komisi III DPR hari ini. Jabatan Suyudi saat dicalonkan sebagai Kapolri adalah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Suyudi (53 tahun) langsung dilantik Prabowo hari ini sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menjabat Kapolri sejak Februari 2021. Pelantikan Suyudi berbareng perombakan kabinet Prabowo yang kesekian kalinya.
Menteri ESDM Bahlil Lahada mendapat tambahan jabatan sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Ini kursi yang baru diadakan. Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji, yang Sekjen Golkar, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, tokoh Golkar juga.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, diplomat karier yang sebelumnya menjabat Wamenlu; menggantikan Sugiono yang berpindah kursi menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggantikan Pratiknyo.
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tetap berada di sekitar Istana, menduduki kursi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Dudung Abdurachman yang berpindah kursi Menko Politik dan Keamanan (Polkam) menggantikan Djamari Chaniago.
Wajah baru di kabinet antara lain Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa sebagai wakil menteri pertanian (Wamentan), mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Sudaryono yang mengisi jabatan kepala BGN, menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot dan ditahan Kejagung karena dugaan korupsi.
Ada Drajat Hari Wibowo, tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai Wamenko Perekonomian. Ada lembaga baru bernama Badan Reforma Agraria Nasional yang dipimpin oleh Komjen Pol Dedi Prasetyo. Selain itu Prabowo juga melantik beberapa nama pada sejumlah jabatan.
2. Merespons sosok baru pada posisi Kapolri, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto minta supaya Suyudi Ario Seto membawa Polri pada alurnya sebagai alat negara bukan alat kekuasaan. Bukan alat politik praktis. Hasto menekankan supaya Kapolri baru ini memperkuat kembali netralitas, profesionalitas, dan integritas Polri.
3. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengubah besaran insentif untuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) alias dapur MBG menjadi Rp 2.000 per porsi dari semula Rp 6 juta per SPPG. Insentif Rp 6 juta per SPPG dihentikan sementara sejak mencuat kasus korupsi para petinggi BGN Juni lalu. Menurut Sudaryono perubahan hitungan menjadi Rp 2.000 per porsi berdasarkan pertimbangan kewajaran dan efisiensi.
EKONOMI
1. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sebesar 0,30% secara bulanan (mtm) pada September 2026 dan 3,28% secara tahunan (yoy). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 111,97 pada Agustus menjadi 112,31 pada September. Secara tahun kalender (ytd) inflasi tercatat 2,17%.
Inflasi bulanan terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang mengalami inflasi 0,88% dengan andil terhadap inflasi 0,26%. Sementara, inflasi tahunan terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai 4,37% dengan andil 1,28%. Kelompok transportasi juga mencatat inflasi 4,84% dengan andil 0,58%.
Berdasarkan komponennya, inflasi inti sebesar 2,84% (yoy). Secara bulanan inflasi inti tercatat 0,10%, sedangkan secara tahun kalender mencapai 2,07%. Komponen harga diatur pemerintah mencatat inflasi 3,25% (yoy). Sedangkan komponen harga bergejolak mengalami inflasi 5,03% (yoy) dan 1,46% secara bulanan.
2. Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus USD 3,55 miliar pada Agustus 2026, didorong komoditas nonmigas yang surplus USD 6,09 miliar. Sementara, komoditas migas mengalami defisit sebesar USD 2,54 miliar. Surplus terjadi karena kinerja ekspor yang tercatat USD 26,61 miliar lebih tinggi dibandingkan impor yang sebesar USD 23,05.
Impor yang tercatat sebesar USD 23,06 miliar ini naik 19,09% (yoy) dibanding Agustus 2025. Terdiri atas impor migas senilai USD 3,53 miliar, naik 30,73% (yoy), dan nonmigas sebesar USD 19,53 miliar atau naik 17,20% (yoy). Menurut penggunaannya, impor barang konsumsi naik 11,93% (yoy). Nilai impor bahan baku penolong naik 22,48% (yoy). Dan, nilai impor bahan barang modal naik 10,63%.
Sementara ekspor Indonesia sebesar USD 26,61 miliar naik 6,72% (yoy) dibandingkan Agustus 2025 sebesar USD 24,94 miliar. Jika dirinci, ekspor migas turun 5,10% (yoy) dari USD 1,05 miliar menjadi USD 990 juta, dan nonmigas tumbuh 7,23% (yoy) dari USD 23,89 miliar tahun lalu menjadi USD 25,62 miliar.
3. S&P Global melaporkan, aktivitas manufaktur Indonesia pada September 2026 naik signifikan dibanding Agustus. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur bulan lalu berada di 52,4, naik tajam dibanding Agustus yang di 49,8. Capaian ini merupakan yang tertinggi sejak 7 bulan terakhir, sebelum pecah perang Timur Tengah. Pada Februari 2026, PMI Indonesia tercatat di 53,8.
S&P mencatat, permintaan produk manufaktur naik, dan volume pesanan baru meningkat dengan laju tercepat sejak Februari. S&P juga mencatat ekspor kembali naik dalam 2 bulan berturut-turut dengan laju pertumbuhan terkuat sejak Mei 2022. Selain itu, jumlah tenaga kerja juga meningkat.
Direktur Bidang Ekonomi S&P Global Market Intelligence Trevor Balchin mengatakan sektor manufaktur Indonesia menutup kuartal III dengan kinerja yang sangat kuat. Di tengah kenaikan permintaan produsen menggunakan stok yang ada untuk memenuhi pesanan. Sementara inventaris barang jadi menurun. Perusahaan juga tetap sangat optimistis terhadap prospek 12 bulan ke depan.
4. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, tak berubah pada 1 Oktober 2026. VP Corporate Communication PPN Kitty Andhora mengatakan, harga semua jenis BBM di SPBU masih mengacu pada tarif bulan sebelumnya.
Kitty memastikan, harga BBM subsidi seperti Pertalite tak akan berubah sampai akhir 2026, sesuai kebijakan pemerintah. Sementara BBM nonsubsidi diputuskan belum ada penyesuaian harga, setelah mempertimbangkan berbagai indikator pasar dan dampaknya terhadap ekonomi konsumen.
TRENDING MEDSOS
1. Nama-nama seperti Suyudi Ario Seto, Arrmanatha Nasir, Dudung Abdurachman, banyak dicari di Google hari ini. Nama-nama tersebut hari ini dilantik sebagai kapolri dan anggota kabinet. Pembicaraan tentang reshuffle kabinet juga trending di pelbagai platform media sosial.
2. Harga BBM hari ini masuk daftar Google Trends. Pertamina Patra Niaga tidak menaikkan harga semua jenis BBM bulan ini, meski harga minyak dunia naik dipicu gagalnya kesepakatan AS-Iran. Sebelumnya, Wamen ESDM Yuliot Tanjung sempat mengisyaratkan harga BBM nonsubsidi akan naik mulai hari ini.
3. Kata “Kapolri” dan nama Suyudi Ario Seto trending di X, dan berbagai media sosial lain. Setelah Suyudi disetujui sebagai kapolri baru, mantan presiden Jokowi sempat berkomentar. Menurut dia, itu adalah hak prerogatif Presiden, dan Listyo Sigit menurut dia memang sudah saatnya diganti.
HIGHLIGHT
Perubahan dan penambahan personel kabinet kali ini boleh dikata tergolong paling banyak dibandingkan pergantian personel yang sudah berkali-kali terjadi selama 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Perihal alasan sebenarnya dari pergantian maupun penambahan personel tentu saja hanya Presiden yang tahu. Publik hanya bisa menerka-nerka.
Sosok yang dicopot dari jabatan menteri itu mungkin tidak becus bekerja atau tidak sesuai dengan target yang dipatok presiden. Mungkin orang itu ditarik oleh partainya karena sudah tidak punya pengaruh di partainya, digantikan sosok yang sedang berkuasa. Prabowo nurut saja karena membutuhkan dukungan dari partai tersebut.
Sementara sosok tertentu tetap dipertahankan atau diberi jabatan baru mungkin saja karena ia titipan dari tokoh yang diperhitungkan oleh Prabowo. Atau bisa juga sosok itu mampu membuat hati presiden riang gembira. Kurang lebih begitulah terkaan publik.()
SUMBER
BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan B&S Alliance
Kamis, 1 Oktober 2026





