Pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan 14 Agustus 2026

(Teks pidato berikut merupakan naskah yang telah disiapkan sebelumnya. Dalam penyampaiannya di hadapan Sidang Tahunan MPR, Prabowo melakukan improvisasi dan penyesuaian di sejumlah bagian, sehingga redaksi pidato yang disampaikan secara langsung dapat berbeda dari naskah tertulis).


Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati, [daftar hadir dicetak].

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, hari ini kita dapat hadir pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 dalam keadaan sehat, damai, dan penuh semangat pengabdian.

Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan saudara Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan Majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur; mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih saya.

Untuk menunaikan janji-janji yang saya telah ucapkan, dan menunaikan sumpah saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah pimpin Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 21 bulan dengan empat pedoman utama:

Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Kedua, kami bekerja untuk menjaga, menjalankan dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital. The core and vital national interests. Hal ini termasuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Ketiga, kami bekerja untuk selalu mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Keempat, dalam bekerja, kami selalu beriorientasi kepada kepentingan rakyat, kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka.

Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan Majelis ini. Saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan; apa yang mulai kita lihat hasilnya; dan apa yang masih harus kita selesaikan.

Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum.

Tetapi dalam waktu kurang dari 2 tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan.

Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak diselesaikan.

Artinya kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari.

Demikian kerasnya Menteri-Menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa diantara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang operasi, ada yang pingsan, ada yang kecapekan. Demikian bukti kesungguhan dari Pemerintah yang saya pimpin, dari kabinet yang membantu saya.

Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun.

145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20%. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia. Tetapi pada saat yang bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia naik 252,8%. Dan karena itu tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Janji swasembada energi, sekarang sudah kita mulai wujudkan dengan pertama swasembada BBM jenis solar dengan kita berhasil produksi diesel dengan B50. Sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa 170 triliun Rupiah, sekitar 9,5 milyar Dollar Amerika yang tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri.

Janji makanan bergizi, bantuan sosial digital, dan hilirisasi tidak lagi menjadi rencana di atas kertas. Semuanya telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat.

Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat.

Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa mewariskan kepada kita sebuah negara dan sebuah cita-cita: Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur; Indonesia yang kekayaannya dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak lagi hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan rakyat.

Kami memilih mengambil keputusan yang sulit pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat dan lebih rumit kepada generasi penerus kita.

Saudara-saudara sekalian,

Pembangunan bangsa bukan pekerjaan Presiden seorang diri. Republik ini dibangun oleh kerja bersama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh rakyat Indonesia.

MPR RI terus menjalankan perannya sebagai Rumah Kebangsaan, memperkuat literasi konstitusi serta merawat Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur pemilihan. Demokrasi harus memenuhi hak dasar rakyat dan berpegang pada semua pasal-pasal di Undang Undang Dasar kita, termasuk Pasal 33 serta Pasal 34.

DPR RI bersama pemerintah telah menyelesaikan dan mengundangkan 13 rancangan undang-undang sampai bulan Juli 2026. Salah satunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga, pengakuan bahwa setiap pekerjaan memiliki martabat dan setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan.

DPD RI telah menghimpun 10.883 aspirasi dari 38 provinsi dan membawanya ke dalam dialog dengan Bappenas sebagai masukan bagi Rencana Kerja Pemerintah 2027. DPD juga terus memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang kini memasuki pembahasan tripartit bersama DPR dan pemerintah.

Mahkamah Agung pada tahun 2025 menangani 38.148 perkara dan memutus 37.973 perkara, dengan produktivitas 99,54 persen. Sebanyak 96,74 persen perkara diselesaikan dalam waktu kurang dari 3 bulan. Ini adalah capaian ketepatan waktu minutasi tertinggi sepanjang sejarah Mahkamah Agung.

Sesungguhnya, keadilan yang terlambat adalah ketidakadilan yang dipanjangkan.

Mahkamah Konstitusi sepanjang 2025 menangani 701 perkara dan permohonan, termasuk 334 perselisihan hasil pemilihan kepala daerah. Sebanyak 598 perkara dan permohonan telah diputus.

Sampai dengan 23 Juli 2026, 84,51 persen permohonan ke MK diajukan secara daring, sehingga warga dari Aceh sampai Papua tidak harus selalu datang ke Jakarta.

BPK menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat. Sepanjang 2025, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar 112 triliun Rupiah.

Kepercayaan dunia kepada auditor Indonesia juga meningkat. BPK terpilih menjadi Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions, INTOSAI periode 2028–2031, dan anggota United Nations Board of Auditors periode 2026–2032.

Komisi Yudisial pada Januari sampai Juni 2026 menerima 1.402 laporan masyarakat dan 622 permohonan pemantauan persidangan. Komisi Yudisial mengusulkan sanksi kepada 121 hakim yang terbukti melanggar kode etik, termasuk 14 sanksi sedang dan 17 sanksi berat.

Kita menjaga kemandirian hakim. Kita tingkatkan taraf hidup hakim. Tetapi kemandirian tidak berarti tanpa akuntabilitas hakim.

Saudara-saudara, mengenai masalah hakim, Pemerintah saya telah berhasil menaikkan renumerasi hakim. Untuk hakim-hakim yang paling yunior, penghasilan mereka telah naik 280%. Sekarang penghasilan hakim kita berada di atas rata-rata ASEAN. Penghasilan Ketua Mahkamah Agung kita lebih tinggi dari penghasilan Ketua Mahkamah Agung Singapura.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka di Eropa, di Timur Tengah, dan berbagai tempat lain di dunia. Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi. Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri.

Alhamdulillah, karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada Pemerintah, di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai 1.931 triliun Rupiah dan telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Pada semester pertama 2026, realisasi investasi mencapai 1.010 triliun Rupiah dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen, dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen. Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Tetapi saya tegaskan: pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat.

Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan. Setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan rakyat. Itulah orientasi Pemerintah yang saya pimpin.

Saudara-saudara sekalian,

Bangsa yang kuat harus mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Ketika kami menerima mandat, petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap saat panen, dan aturan yang berbelit-belit.

Kami tidak menyalahkan siapa pun. Tapi kita harus berani menghadapi kenyataan. Karena itu kami mencari solusi. Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik. Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit.

Hari ini hadir bersama kita Bapak Joko Puro, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pak Joko telah 20 tahun bertani. Dengan air, teknologi, dan pupuk yang disediakan oleh Pemerintah, ia mampu panen tiga kali setahun dengan produktivitas sampai 9 ton padi per hektare. Penurunan harga pupuk 20% ikut memangkas biaya produksinya.

Ketika kita berbicara tentang pupuk, kita berbicara tentang pendapatan petani, harga pangan, dan kedaulatan bangsa. Mari kita berikan tepuk tangan kepada Pak Joko Puro dan seluruh petani Indonesia.

Kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN pangan, koperasi, dan seluruh unsur bangsa telah menghasilkan capaian besar.

Saya sudah sampaikan di awal pidato ini, dalam satu tahun terakhir, Indonesia mencapai swasembada 8 komoditas pangan.

Kita sekarang swasembada beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam dan bawang merah.

Kita masih mengusahakan agar bisa swasembada bawang putih, kedelai, daging sapi dan daging kerbau. Pada dasarnya, untuk protein, sebenarnya kita sudah swasembada, yaitu ikan, telur, dan daging ayam.

Saudara-saudara,

Di hari ini, saya ingin menyampaikan penghargaan yang khusus kepada Menteri Pertanian kita, Saudara Amran Sulaiman, beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian dari pusat sampai ke tingkat paling bawah.

Juga kepada semua Kementerian dan unsur lain yang telah membantu mereka. Tapi mereka adalah inti kita dalam masalah mencapai swasembada pangan. Saya minta kita beri penghargaan kepada tim swasembada pangan kita yaitu Saudara Amran Sulaiman beserta seluruh jajarannya.

Untuk memperkuat perikanan kita, kita sedang membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi pelabuhan, tempat pelelangan ikan, penyimpanan ruang dingin, bengkel, pengolahan hasil laut, perumahan, dan fasilitas sosial.

Hari ini, 100 Kampung Nelayan telah dibangun. Target kita, 1.100 Kampung Nelayan berdiri dan berfungsi pada akhir 2026.

Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan Indonesia. Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar 34 milyar Dollar Amerika. Baru sekian persen yang bisa kita nikmati. Kita harus membangun armada kapal ikan moderen, belasan bahkan puluhan ribu kapal. Ini tantangan berat tapi kita akan mulai.

Pada tahun 2027, kita targetkan akan memiliki lebih dari 1.582 kapal ikan modern.

Saudara-saudara sekalian,

BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa.

Ketika kita bentuk Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Terlalu banyak yang tidak produktif. Terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris.

Hari ini saya melaporkan kepada Majelis yang terhormat, kita telah tutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan.

Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini kita telah hemat overhead sekitar 50 triliun Rupiah.

Ini artinya setiap tahun 50 triliun Rupiah tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris, dan hal-hal yang tidak produktif. Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat.

Selain itu, kita juga telah melaksanakan perintah Undang Undang Dasar 1945 untuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia, agar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Dampaknya, keuntungan bersih PT TIMAH dalam 6 bulan pertama tahun 2026 naik 804,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Valuasi PT TIMAH naik 280% di bulan Agustus 2026 dibandingkan di bulan Agustus 2025 lalu.

Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%, untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8%, untung bersih PT Pertamina naik 86%, untung bersih Pegadaian naik 84,4% dengan transformasi bisnis Bank Emas, untung bersih Pelindo naik 60,4%, dan untung bersih PTPN naik 54,4%.

Garuda Indonesia juga telah berhasil me-reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded. Per Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, menjadi 104 pesawat. Garuda Indonesia sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung berkelanjutan. Kalau tidak terjadi perang di Timur Tengah, kita sesungguhnya sudah bisa melihat Garuda Indonesia sudah untung.

Saya juga sudah ingatkan di sini, saya tidak mau toleransi permainan angka. Kita harus dapat angka-angka yang benar, yang tepat.

Keuntungan BUMN tahun 2024 telah kita koreksi menjadi 186 triliun Rupiah. Dividen BUMN di tahun 2024 adalah 85,5 triliun Rupiah.

Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025, keuntungan BUMN mencapai 326 triliun Rupiah, naik 75,3% persen dari 2024. 326 triliun Rupiah ini adalah keuntungan tanpa permainan angka.

Dividen BUMN yang disetorkan tahun 2025 mencapai 142,3 triliun, naik 67% dari tahun 2024.

Namun, tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara atau PMN yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama.

Pada tahun 2024, dividen BUMN dikurangi PMN adalah 53 triliun Rupiah.

Tahun 2025, dividen BUMN dikurangi PMN adalah 138 triliun Rupiah, atau naik 160%.

Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan 200 triliun, tanpa ada PMN. Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari 53 triliun Rupiah ke 200 triliun Rupiah, atau bisa dikatakan 4x lebih besar.

Keuntungan BUMN sekarang gunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita. Dengan Danantara, kita sudah ground breaking 13 proyek hilirisasi pada tanggal 6 Februari 2026, dan 13 lagi proyek hilirisasi pada 29 April 2026.

Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, dan smelter alumina menjadi aluminum ini menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja baru. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah kita juga mulai.

Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk percepat upaya downstreaming kita dengan upstreaming. Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk mendapatkan teknologinya, manajemennya, pasarnya, yang bisa membantu jadikan Indonesia bagian dari rantai pasok dunia.

Saudara-saudara,

Kita juga membangun Bank Emas Indonesia. Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri sendiri, tetapi disimpan, diperdagangkan, dan memberi nilai tambah di negeri sendiri.

Hari ini Bank Emas di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 360 triliun Rupiah, atau sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat. Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia.

Kita juga membenahi ekspor komoditas strategis. Sebelumnya, minyak sawit mentah Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia, atau dalam bahasa teknisnya secara FOB, dijual sekitar 15.000 Rupiah per kilogram. Sementara harga di bursa CPO Rotterdam, Belanda, harganya 27.000 Rupiah per kilogram. Artinya, sesungguhnya kita hilang hampir 50% nilai komoditas kita.

Karena itu, pada 20 Mei 2026, di aula terhormat ini, saya telah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, dalam waktu 2 bulan 13 hari, DSI telah mengelola devisa ekspor senilai 14 miliar dollar Amerika dari tiga komoditas strategis saja.

Lebih dari 6.500 transaksi ekspor 3 komoditas telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan 5 milyar Dollar Amerika dari perbedaan dan penyesuaian harga, kualitas, dan pembayaran devisa hasil ekspor.

Selanjutnya, DSI akan meningkatkan pengawasannya meliputi 50 pelabuhan di 25 provinsi. Dan, dalam waktu dekat, DSI akan mengelola semua komoditas ekspor strategis kita, tidak hanya tiga.

Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang apalagi di luar negeri, dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah. Ini bukan saja tidak adil, ini sesungguhnya bukan sikap negara yang pandai.

Saudara-saudara sekalian,

Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa: pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, perajin, perempuan kepala keluarga, dan anak muda kita yang membangun usaha di kampung-kampung halaman.

Karena itu konektivitas antar desa harus baik. Tahun ini kita telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa yang dibangun oleh TNI, dan sekitar 800 jembatan yang dibangun oleh Kepolisian RI. Target kita pada akhir tahun ini selesai 5.000 jembatan desa.

Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertaruh nyawa menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan, atau harus berjalan berjam-jam ke sekolah. Juga ibu-ibu kita, petani-petani kita juga tidak boleh berjam-jam menuju pasar mereka.

Juga, kita mencari dan membangun titik-titik air bersih untuk desa-desa kita. Tahun inim di 8 bulan pertama tahun 2026, sudah 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI.

Kita juga membangun Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi rakyat desa.

Per hari ini, sudah 10.000 Koperasi telah beroperasi. Dari 10.000, 3.300 Koperasi telah beroperasi secara optimal. Sisanya sedang masa penyesuaian.

Operasional optimal artinya semua sarana sudah ada dan sudah berjalan. Stok sudah bisa dimonitor oleh sistem digital terpusat. Koperasi sudah bisa menjadi offtaker. Koperasi jadi pembeli hasil pertanian dan perikanan setempat. Koperasi sudah punya angkutannya sendiri, sehingga tidak tergantung kepada pihak ketiga.

Target kita, 30.000 Koperasi beroperasi secara optimal pada akhir 2026.

Koperasi adalah alat agar petani tidak berjalan sendiri, nelayan juga tidak berusaha sendiri, dan desa memiliki daya tawar dan daya tarik ekonomi.

Karena kekuatan ekonomi kita ada di UMKM, kita juga telah mengatur pembagian hasil yang lebih adil bagi pengemudi-pengemudi ojek online dan aplikator. Tadinya pengemudi ojol hanya mendapat 80% dari penghasilan mereka, karena aplikator minta 20%. Tapi dengan intervensi Pemerintah, para pengemudi sekarang mendapatkan 92% dari hasil mereka, dan banyak pengemudi sekarang melaporkan penghasilan mereka naik signifikan, ada yang 2x, ada 3x lebih tinggi.

Kita juga menggerakkan ekonomi hijau. Sistem Registri Unit Karbon dan bursa nilai ekonomi karbon telah kita dirikan dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia. Hutan yang kita jaga, emisi yang kita kurangi, dan teknologi bersih yang kita bangun harus menciptakan nilai bagi rakyat Indonesia.

Saudara-saudara sekalian,

Pembangunan yang paling menentukan masa depan adalah pembangunan manusia.

Kita memulai dari hal paling dasar yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila ia lapar.

Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar menyediakan makanan sehat. Program ini juga membeli hasil petani, peternak, nelayan, dan UMKM di setiap desa dan di sekitar dapur pelayanan.

Hari ini hadir bersama kita Kristina Beno, siswi kelas 6 sekolah dasar dari Merauke, Papua Selatan. Kristina adalah anak petani. MBG bantu Kristina menjadi lebih bugar, lebih fokus, dan lebih rajin hadir di sekolah.

Bagi sebagian orang, satu piring makanan terlihat sederhana. Bagi Kristina dan sekarang sudah puluhan juta penerima MBG setiap hari, satu piring makanan adalah tenaga untuk belajar, protein untuk tumbuhkan badan yang sehat, sel otak yang sehat, sel tulang yang sehat, sel otot yang sehat. Mereka dapat belajar, dan mereka dapat berkembang sebagai anak Indonesia yang sehat dan cerdas.

Mari kita berikan tepuk tangan kepada Kristina dan seluruh anak Indonesia, semua ibu-ibu yang sedang hamil, dan semua orang tua lanjut usia.

Namun memberikan makanan bergizi saja kita sadar tidak cukup. Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik.

Karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Tahun lalu kita perbaiki 16.167 sekolah, tahun ini kita perbaiki 71.744 sekolah. Kita perbaiki sekolah di Miangas, pulau paling utara Indonesia, di Sabang, pulau paling Barat Indonesia, di Merauke, dan di seluruh Indonesia.

Kita juga membagikan layar pintar interaktif atau IFP untuk semua sekolah di Indonesia. Tahun lalu kita berhasil bagikan 1 layar setiap sekolah. Tahun ini kita akan bagikan tambahan 3 layar setiap sekolah. Artinya nanti setiap sekolah akan memiliki 4 ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif.

Dengan layar-layar ini kita hadirkan guru-guru terbaik, untuk mengajar sains, matematika, teknologi dan juga para native speakers, untuk belajar bahasa asing. Anak-anak Indonesia harus menguasai bahasa asing dari kecil.

Kemampuan berbahasa penting, agar anak-anak kita punya kemampuan bekerja di mancanegara dan bekerja di Indonesia menghadapi warga negara asing. Mengejar kehidupan yang baik, gaji cukup, dapat mengirim devisa dan bantu keluarganya di Indonesia.

Banyak negara sekarang sangat kekurangan tenaga kerja. Jepang, Korea, Eropa, membutuhkan tenaga kerja kita. Orang Indonesia dikenal ramah, ulet dan sopan. Karena itu tenaga kerja kita diharapkan di sana, bantu mereka, menjadi perawat, menjadi operator alat-alat, menjadi supir bus, dengan upah belasan bahkan puluhan juta Rupiah sebulan.

Kita juga membangun Sekolah Rakyat: sekolah berasrama bagi anak dari keluarga paling tidak berdaya, dengan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Kita ingin memutuskan lingkaran kemiskinan. Kalau orang tua mengalami kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh. Sesuai Pasal 34 Undang Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi.

Hari ini, 93 Sekolah Rakyat permanen kita buka. Ditambah Sekolah Rakyat rintisan, total sudah 182 Sekolah Rakyat kita buka.

Salah satu siswanya adalah Muhammad Risky Pratama, usia 12 tahun, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan. Risky pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Ia sempat putus sekolah dan belum lancar membaca serta menghitung.

Hari ini, Risky kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak.

Hadir pula Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas 4 sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas. Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendirian. Citra pun kemarin berhasil juara karate tingkat Kabupaten.

Kemarin saya juga mendapat kabar, 7 siswa Sekolah Rakyat di Makassar berhasil memenangkan Olimpiade Nasional Indonesia ke 15, pada bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Sosiologi.

Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak mampu, jika diberikan kesempatan, diberikan fasilitas, bisa mencapai prestasi nasional bahkan internasional.

Ketidakmampuan tidak boleh menjadi warisan. Kesempatanlah yang harus kita wariskan.

Mari kita berikan tepuk tangan kepada Risky, Citra, dan semua siswa siswi Sekolah Rakyat.

Saudara-saudara,

Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat.

Sejak diluncurkan pada Februari 2025, Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 108 juta orang. Pada 2025 tercatat 70,2 juta peserta, dan sampai akhir bulan Juni 2026 tercatat 59,5 juta peserta, dengan sebagian warga mengikuti pemeriksaan pada kedua periode.

Layanan Cek Kesehatan Gratis ini sekarang tersedia di 10.255 puskesmas pada 38 provinsi.

Pemerataan pelayanan juga terus dilakukan. Pemerintah telah membangun dan meningkatkan 66 Rumah Sakit Umum Daerah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Hari ini 20 Rumah Sakit Umum Daerah baru yang telah kita bangun sudah operasional.

Negara juga telah menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional bagi 96,8 juta warga miskin dan tidak mampu. Mungkin JKN kita ini salah satu sistim jaminan kesehatan terbesar di dunia.

Saudara-saudara sekalian,

Perlindungan sosial harus semakin tepat sasaran, mudah, dan bermartabat. Per hari ini, digitalisasi pendaftaran bantuan sosial telah berjalan di 143 kabupaten dan kota pada 26 provinsi. Lebih dari 1 juta keluarga telah terdaftar menuju target 12,5 juta keluarga.

Sebelumnya, keluarga tidak mampu dapat mengeluarkan sekitar 150.000 Rupiah untuk perjalanan, dokumen, fotokopi, dan waktu kerja yang hilang. Sekarang pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya, gratis.

Pemeriksaan kelayakan yang sebelumnya dapat memakan waktu 75 sampai 200 hari kini dapat kita selesaikan dalam hitungan menit atau jam.

Rakyat tidak mampu tidak boleh membayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki negara.

Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar 700 Rupiah per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya.

Hadir pula Ibu Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun, ia masih berdagang serta merawat tantenya yang berusia 80 tahun. Bantuan Sosial ATENSI berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya.

Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat. Negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia.

Saudara-saudara,

Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar, dan keluarga bertumbuh.

Tahun 2026 ini, sampai 30 Juni 2026, pemerintah telah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau bantuan renovasi rumah, bagi 83.907 rumah.

Pembiayaan pembelian rumah dengan FLPP telah menjangkau 91.531 rumah, dan Kredit Program Perumahan telah menjangkau 95.878 debitur.

Hadir bersama kita hari ini ibu Thelma Humena dari Kota Manado. Rumahnya dahulu memiliki fondasi rapuh, dinding, lantai, dan atap yang rusak. Melalui BSPS, keluarganya dapat memperbaiki rumah itu.

Hadir pula Bapak Andre Kawaru dari Samarinda. Ia berdagang kelinci dari satu pasar malam ke pasar malam lain dan bertahun-tahun hidup di rumah kontrakan. Melalui KPR Subsidi FLPP, Pak Andre kini memiliki rumah sendiri.

Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat Indonesia, rumah bukan sekadar aset. Rumah adalah ketenangan, martabat, dan masa depan.

Saudara-saudara sekalian,

Negara tidak boleh membuat rakyat harus berkeliling dari satu kantor ke kantor lain. Hari ini, 313 kabupaten dan kota telah memiliki Mal Pelayanan Publik. Dalam satu tempat tersedia sampai 150 jenis layanan, dari dokumen kependudukan dan izin usaha sampai pertanahan, pajak, jaminan sosial, imigrasi, serta kepolisian.

Pelayanan satu atap menghemat waktu dan biaya, sekaligus mempersempit ruang percaloan. Ke depan, seluruh layanan Pemerintah juga harus tersedia secara digital.

Jaringan digital adalah infrastruktur pemerataan. Jaringan four G telah menjangkau 98,94 persen dari rakyat kita. Serat optik telah mencapai seluruh 38 provinsi, 502 dari 514 kabupaten dan kota, 5.319 kecamatan, serta 43.233 desa dan kelurahan.

Satelit SATRIA-1 yang kita miliki sekarang melayani 31.803 lokasi pelayanan publik sampai awal Juli 2026.

Bagi kita, internet adalah jalan bagi rakyat untuk belajar, bagi anak-anak desa untuk dapat pelajaran yang baik, bagi puskesmas untuk lebih baik melayani rakyat, dan bagi usaha kecil untuk menemukan pasar.

Saudara-saudara,

Negara yang kuat bukan hanya negara yang ekonominya tumbuh. Negara yang kuat adalah negara yang melindungi rakyat, kekayaan alam, wilayah, kedaulatan, dan kehormatan bangsa.

Dalam upaya kita melindungi investasi rakyat di bursa saham, Otoritas Jasa Keuangan telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham kita. Mereka yang melanggar aturan bursa diberikan sanksi. Kita juga akan lanjutkan reformasi ini dengan demutualisasi pasar modal Indonesia. Ini akan membawa pasar modal Indonesia ke standard dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Pasar modal yang bekerja dengan baik adalah soal keadilan. Soal kesempatan perusahaan rintisan pengusaha kita bisa naik kelas, menambah ekuitas, agar bisa memperbesar skala dan dampak usahanya.

Kita juga terus menertibkan kawasan hutan, pertambangan, perkebunan, perdagangan komoditas, dan pengelolaan kekayaan negara.

Korupsi mencuri masa depan anak-anak kita. Korupsi menghilangkan obat dari pasien, mengurangi pupuk dari petani, dan mengurangi kesempatan kerja dari generasi muda. Karena itu, kita tidak boleh ada toleransi sedikitpun terhadap korupsi.

Dalam dunia yang semakin tidak pasti, kita memperkuat pertahanan nasional kita dan industri pertahanan kita di dalam negeri. Kekuatan pertahanan Indonesia bukan untuk mengancam bangsa lain. Kekuatan itu untuk menjaga perdamaian dan memastikan tidak ada pihak yang akan meremehkan kedaulatan kita.

Di panggung dunia, Indonesia terus memperjuangkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina, memperkuat ASEAN, serta memperluas kerja sama dengan BRICS, dengan Uni Eropa, dengan Amerika Serikat, dengan Tiongkok, Jepang, India, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan kawasan Pasifik.

Prinsip politik luar negeri kita tetap: Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Persahabatan kita harus membuka pasar bagi produk Indonesia, membawa investasi dan teknologi, dan menciptakan pekerjaan bagi rakyat Indonesia.

Dengan diplomasi kita, sekarang 25 perjanjian dagang telah terimplementasi, termasuk 5 perjanjian dagang baru terimplementasi dalam satu tahun terakhir ini. 2 perjanjian dagang dalam proses ratifikasi, dan 13 perjanjian dagang dalam proses perundingan. 2 menunggu jadwal penandatanganan.

Saudara-saudara sekalian,

Hari ini saya telah menyampaikan beberapa capaian yang nyata: swasembada 8 komoditas pangan; swasembada solar melalui B50; 182 Sekolah Rakyat operasional; 100 Kampung Nelayan operasional menuju 1.100; 10.000 Koperasi Desa operasional menuju 30.000; dan 121 kebijakan yang menyelesaikan masalah-masalah negara.

Sebanyak 290 BUMN telah ditutup. Keuntungan BUMN meningkat signifikan tanpa permainan angka. PT DSI menghimpun devisa 14 miliar Dollar Amerika walau baru 2 bulan 13 hari bekerja.

Namun saya harus katakan di sini: pekerjaan kita masih sangat besar. Masih ada keluarga yang miskin, masih banyak anak yang membutuhkan pendidikan terbaik, rumah yang harus diperbaiki, pekerjaan yang harus diciptakan, kebocoran yang masih harus ditutup, korupsi yang harus diberantas, pertambangan ilegal, penyelundupan, peredaran narkoba yang juga harus kita berantas sampai ke akar-akarnya.

Selama pekerjaan itu masih ada, Pemerintah dan seluruh lembaga negara tidak boleh berpuas diri.

Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia.

Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh lembaga negara; seluruh anggota Dewan yang terhormat; Seluruh pimpinan pemerintah daerah; TNI dan Polri; ASN; guru; tenaga kesehatan; petani; nelayan; buruh; pengusaha; pekerja; relawan; tokoh agama; tokoh masyarakat; dan seluruh rakyat Indonesia.

Tidak ada Presiden yang mampu membangun Indonesia seorang diri. Bangsa ini harus dibangun dengan gotong royong.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa mewariskan kepada kita sebuah Republik. Republik ini tidak didirikan agar negara sekadar ada. Republik ini didirikan agar rakyat tidak akan pernah merasa sendiri. Agar rakyat merasa Pemerintah ada di samping mereka.

Tugas kita bukan sekadar menjaga Republik ini tetap berdiri. Tugas kita adalah memastikan Republik ini hadir — menghadirkan keadilan, menghadirkan kemakmuran untuk semua orang.

Mari kita buktikan kepada dunia bahwa demokrasi kita dapat menghasilkan kesejahteraan; bahwa persatuan kita dapat menghasilkan kemajuan; dan bahwa bangsa yang besar dapat mengelola kekayaannya sendiri dengan jujur dan adil.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 1037

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *