EKONOMI
1. Rupiah makin tak berotot. Pada perdagangan hari ini, rupiah sempat berada di Rp 17.676/USD pada pukul 12.00 WIB, posisi terburuk sepanjang sejarah. Pada pembukaan perdagangan, rupiah sudah berada di level Rp 17.630/USD, turun 33 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Secara year to date sejak awal 2026, rupiah telah melemah 5,99% terhadap dolar AS. Sejak Prabowo memulai kepemimpinan, rupiah telah melemah 12% dari Rp 15.400-an menjadi Rp 17.600-an saat ini.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi melihat tekanan terhadap rupiah dipicu kekhawatiran akibat lonjakan harga minyak yang berdampak pada kebutuhan dolar Indonesia yang tinggi, karena Indonesia mengimpor minyak mentah 1,5 juta barel per hari. Selain itu, pernyataan Prabowo tentang “rakyat di desa tidak menggunakan dolar”, turut memperdalam pelemahan rupiah.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yakin, rata-rata level nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan mencapai Rp 16.800/USD. Ia menjelaskan, Rp 16.800/USD merupakan batas atas dari nilai fundamental, dan batas bawahnya Rp 16.200/USD. Perry mengatakan, tekanan kurs hingga hari ini, membuat rata-rata masih di level Rp 16.900/USD secara year to date. Level ini terjadi saat faktor musiman permintaan dolar tinggi, yakni Mei-Juni, selain faktor geopolitik. Ia yakin, Juli-Agustus rupiah kembali menguat.
Sementara Menkeu Purbaya menilai gejolak pada pasar keuangan – saham dan rupiah – merupakan sentimen jangka pendek. Pondasi ekonomi yang kuat akan memulihkan pasar keuangan. Selain rupiah yang terjun bebas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga anjlok tajam. IHSG dibuka turun 94,34 poin (1,40%) ke 6.447,97. Namun sejam kemudian ambruk 4,3% ke 6.428. Purbaya mengaku kini fokus menjaga perekonomian agar tetap tumbuh, dan melakukan stabilisasi pasar obligasi agar asing tidak keluar.
2. Utang luar negeri (ULN) Indonesia kuartal I-2026 sebesar USD 433,4 miliar atau Rp 7.627 triliun (kurs Rp 16.700/USD). Secara tahunan ULN tumbuh 0,8%, melambat dibanding kuartal IV-2025 yang tumbuh 1,9%. Dari total ULN itu, Direktur Eksekutif Dept Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso merinci, ULN pemerintah USD 214,7 miliar, tumbuh 3,8% (yoy), lebih rendah dari kuartal IV-2025 yang tumbuh 5,5% (yoy).
Sementara, ULN swasta sebesar USD 191,4 miliar, menurun dibandingkan kuartal IV-2025 sebesar USD 194,2 miliar, atau secara tahunan mengalami kontraksi 1,8% (yoy). Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan dan ULN perusahaan non-lembaga keuangan, yang masing-masing kontraksi 3,6% (yoy) dan 1,3% (yoy).
3. Menkeu Purbaya merespons laporan The Economist yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) hanya membebani APBN. Menurut dia, meski ada 2 program itu pemerintah mampu menjaga tata kelola fiskal. Defisit APBN di bawah 3% dari PDB, sementara banyak negara, termasuk di Eropa, yang defisitnya di atas 3% dari PDB. Selain itu, rasio utang Indonesia terhadap PDB di bawah standar 40%, ketika banyak negara maju di Eropa rasio utangnya mendekati 100%.
POLITIK
Pesanan pembelian sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dari Perancis telah tiba di Indonesia. Yakni berupa 6 pesawat tempur Dassault Rafale, 3 pesawat Dassault Falcon 8X, dan 1 pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas, 2 Radar GCI GM403, serta rudal Hammer dan Meteor. Alutsista tersebut diserahkan Presiden Prabowo kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Landasan Udara Halim Perdanakusuma International Airport hari ini.
SOSIAL
1. Pendekatan represif dalam konflik agraria semakin meningkat. Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika dalam rapat dengan Komisi III DPR hari ini, mengungkapkan, sepanjang 2021 sampai dengan 2024 terjadi 341 letusan konflik agraria yang melibatkan petani dan masyarakat adat di sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, pembangunan infrastruktur, dan fasilitas militer. Selama periode itu terjadi kecenderungan peningkatan pendekatan represif yang dilakukan aparat Polri dan TNI, atau sekuriti perusahaan, terhadap masyarakat.
2. Selama periode 20 Oktober 2024 sampai 16 Mei 2026 Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memblokir 3.452.000 situs judi online (judol). Menkomdigi Meutya Hafid hari ini dalam rapat bersama Komisi I DPR, menyebut, bahwa selain memutus akses situs judol sebanyak itu, pihaknya juga telah mengajukan pemblokiran sekitar 25 ribu rekening bank kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mengutip data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Meutya mengungkap, perputaran uang judol pada 2025 turun sekitar 30% menjadi Rp 286 triliun, dari Rp 400 triliun pada tahun 2024.
TRENDING MEDSOS
1. Nama “Prabowo” dan “Koperasi Desa” trending di X, dipenuhi berita tentang peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Namun, banyak juga warganet yang mempertanyakan KDMP yang menjual barang-barang mirip di toko ritel modern, bukan produk masyarakat setempat.
2. “Nilai tukar rupiah”, “IHSG”, dan “Ekonomi Indonesia”, merupakan 3 kata yang masuk daftar Google Trends hari ini. Hari ini rupiah anjlok tajam, hampir menyentuh Rp 17.700/USD, sementara IHSG sempat anjlok 4,31% ke 6.428, dan ditutup hari ini pada level 6.599, anjlok 1,85% dari hari akhir perdagangan pekan lalu. Menkeu Purbaya tetap meyakinkan fundamental ekonomi Indonesia kuat. Pasar keuangan, kata dia, akan pulih sendiri karena pondasi ekonomi yang kuat.
HIGHLIGHTS
1. Data yang diungkap oleh Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika bahwa terjadi kenaikan penggunaan cara represif dalam konflik pertanahan, sudah tentu memprihatinkan. Pendekatan kekuasaan dan ketebalan kantong duit masih menjadi andalan, yang justru kian menyuburkan benih kesenjangan di kalangan masyarakat bawah. Tak heran “Pesta Babi” semakin populer, tapi juga semakin dibenci kalangan kecil yang merasa punya kekuasaan.
2. Rupiah dan IHSG Bursa Efek Indonesia anjlok tajam hari ini. Faktor geopolitik global memang salah satu faktor. Namun, faktor domestik juga tak boleh dinafikan. Sejumlah masalah domestik masih menjadi penghambat kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia, termasuk kekhawatiran akan tata kelola fiskal. Alih-alih meyakinkan pondasi ekonomi kuat dengan berbagai bantahan, pemerintah seharusnya menjelaskan langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan untuk menjawab kekhawatiran investor tersebut. Sikap denial seperti yang disampaikan Menkeu Purbaya tentang laporan The Economist, justru memperparah keraguan investor.
3. Pelemahan rupiah hingga hampir menyentuh Rp17.700/USD dan anjloknya IHSG, bukan lagi sekadar gejala pasar yang “sementara”, melainkan cermin dari akumulasi kegelisahan terhadap arah ekonomi nasional. Faktor global memang nyata: perang Timur Tengah, lonjakan harga minyak, dan keluarnya modal asing. Tetapi pasar juga membaca sesuatu yang lebih dalam di dalam negeri: ketidakpastian kebijakan, komunikasi publik yang defensif, serta kekhawatiran bahwa prioritas fiskal semakin menjauh dari produktivitas jangka panjang. Dalam situasi seperti ini, pernyataan bahwa fundamental ekonomi “tetap kuat”, tidak cukup bila tidak disertai langkah konkret untuk membangun kembali kepercayaan. Apalagi pada saat bersamaan, konflik agraria meningkat dan pendekatan represif terhadap masyarakat kecil terus berulang. Ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi, kini mulai bersinggungan dengan rasa ketidakadilan sosial. Ironisnya, di tengah tekanan tersebut, pemerintah tetap mendorong proyek-proyek besar dan belanja strategis, sementara pasar justru menunggu sinyal disiplin, efisiensi, dan kepastian arah. Meski demikian, masih ada ruang harapan. Stabilitas utang pemerintah relatif lebih baik dibanding banyak negara lain, dan perlambatan pertumbuhan utang luar negeri menunjukkan adanya kehati-hatian tertentu. Namun waktu untuk mengandalkan optimisme retoris semakin sempit. Yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar keyakinan bahwa ekonomi akan pulih sendiri, melainkan keberanian untuk membenahi prioritas dan mengembalikan kepercayaan publik maupun investor secara nyata.
SUMBER
BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Senin, 18 Mei 2026





