POLITIK
1. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengungkapkan sebanyak 12 warga sipil tewas, termasuk anak-anak, di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Komnas HAM pun mengecam keras operasi militer yang dilakukan TNI terhadap organisasi Papua Merdeka (OPM), sehingga menyebabkan korban jiwa warga sipil. Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (18/4/2026) Komnas HAM mendesak supaya Panglima TNI Jenderal Agus Subianto mengevaluasi operasi militer di Papua.
Merespons pernyataan Komnas HAM, pihak TNI melalui Komando Operasi TNI Habema menyebut, pada 14 April 2026 terjadi 2 peristiwa yang berbeda lokasi, yaitu di Kampung Kembru, dan Kampung Jigiunggi, di Kabupaten Puncak. Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan, di Kampung Kembru terjadi kontak tembak, yang menewaskan 4 anggota OPM. Sedangkan peristiwa di Kampung Jigiunggi, kata Wirya, TNI menerima laporan ada anak-anak tewas tertembak. Namun, kata dia, tidak ada aktivitas militer TNI di situ.
2. Bupati Malang, Jawa Timur, HM Sanusi, melantik anaknya sendiri Ahmad Dzulfikar Nurrahman, sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Pelantikan dilakukan bersama ratusan pejabat lainnya di lingkup Kabupaten Malang. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai, langkah Sanusi yang kader PDIP itu “tidak elok” atau kurang pantas. Ia meminta agar prinsip meritokrasi tetap ditegakkan dalam pengisian jabatan publik.
Sementara itu, pakar manajemen kebijakan publik Universitas Gadjah Mada Agustinus Subarsono menyatakan, meritokrasi dan alasan formal tidak cukup sebagai dasar pengisian jabatan publik, tapi juga harus ada pertimbangan etika dan asas kepantasan di masyarakat.
EKONOMI
1. Bersamaan dengan kenaikan harga 3 jenis BBM nonsubsidi, PT Pertamina Patra Niaga juga menetapkan harga baru untuk Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi, yakni elpiji tabung 5,5 kg dan 12 kg. Harga terbaru itu mulai berlaku 18 April 2026. VP President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, kenaikan harga elpiji ini mempertimbangkan harga energi global dan nilai tukar rupiah, serta menjaga keberlanjutan pasokan energi.
Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga elpiji 5,5 kg menjadi Rp 107.000, dan 12 kg naik Rp 36.000 jadi Rp 228.000. Di Sumatra dan sebagian Sulawesi, elpiji 5,5 kg dipatok Rp 111.000 dan 12 kg Rp 230.000. Di Kalimantan dan Sulut, elpiji 5,5 kg ditetapkan Rp 114.000, dan 12 kg Rp 238.000. Harga tertinggi di wilayah Maluku dan Papua, elpiji 5,5 kg mencapai Rp 134.000 dan 12 kg seharga Rp 285.000. Di Kalimantan Utara, khususnya Tarakan, elpiji 5,5 kg seharga Rp 124.000 dan 12 kg jadi Rp 265.000.
2. Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menilai kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi akan memicu efek domino, dari tekanan inflasi hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan Pertamax Dex yang naik 60%, padahal jenis BBM itu digunakan untuk mesin alat berat dan truk logistik.
Kenaikan harga ini, kata Bhima, mendorong kenaikan biaya logistik yang pada akhirnya diteruskan ke harga barang dan jasa di tingkat konsumen, termasuk pangan. Dari sisi konsumsi, kelompok menengah akan mulai menahan belanja dan lebih fokus pada kebutuhan pokok. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa di bawah 5%, proyeksinya 4,7%.
3. Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) menilai kondisi fiskal memasuki fase kritis, seiring membengkaknya beban utang, baik bunga maupun pokok. Pemerintah diproyeksikan harus mengalokasikan Rp 599,44 triliun untuk membayar bunga utang pada 2026. Beban bunga itu menyerap 22,27% dari total pendapatan perpajakan, jauh melampaui standar keamanan internasional di kisaran 10%. Sementara utang jatuh tempo mencapai Rp 833,96 triliun. Jika digabungkan, total kewajiban utang diperkirakan menggerus 45% penerimaan pajak.
Situasi ini menandakan tekanan serius terhadap ruang fiskal. Dana yang seharusnya untuk pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, atau investasi produktif, tersandera oleh kewajiban utang. Tekanan tersebut diperparah oleh tren suku bunga global yang masih tinggi. Imbal hasil SBN tenor 10 tahun berada di kisaran 6,6%-6,9%, termasuk tertinggi di Asean. Di sisi lain, kemampuan meningkatkan penerimaan juga belum menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio pajak yang masih rendah membuat pemerintah semakin bergantung pada utang untuk membiayai belanja negara.
HUKUM
Motif pembunuhan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, menurut keterangan Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, adalah balas dendam. Nus Kei tewas ditusuk di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Minggu kemarin. Dua pelaku yang sudah ditangkap, kata Rositah, mengaku membunuh Nus Kei sebagai balasan atas pembunuhan saudara mereka bernama Fenansius Wadanubun alias Dani Holat di Bekasi pada tahun 2020.
TRENDING MEDSOS
1. “Pemerintah Jaga Daya Beli” trending di X. Sejumlah akun mengunggah poster-poster dengan gambar Presiden Prabowo dengan narasi memuji kebijakan menahan harga BBM bersubsidi dan sebagian BBM nonsubsidi.
2. Beredar di media sosial narasi yang mengulas video perayaan ulang tahun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pada 16 April 2026. Tulisan itu menyebut berdasarkan rekaman video tersebut, acara pesta ultah Teddy digelar di Four Seasons Hotel George V, Paris, yang lokasinya berdekatan dengan Istana Champs-Élysées, kantor Presiden Prancis. Pesta ultah itu bersamaan kunjungan Presiden Prabowo setelah dari Rusia. Disebut harga sewa kamar di hotel itu kelas standar Rp 36 juta – Rp 44 juta, dan Royal/Presidential Suite Rp 216 juta per malam.
3. “Pencairan Bansos PKH-BPNT” banyak dicari di Google. Berita terkait adalah pernyataan Mensos Saifullah Yusuf yang memastikan bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) tahap 2 disalurkan untuk 18 juta keluarga dicairkan bulan ini.
4. “BNI penggelapan dana gereja” termasuk salah satu yang dicari di Google dalam 2 hari terakhir. Direktur Human Capital & Compliance BNI Munadi Herlambang, kemarin menjelaskan, bank BUMN itu akan mengembalikan dana Rp 28 miliar milik umat Paroki Aek Nabara yang digelapkan mantan Kepala Kas BNI Cabang Pembantu Aek Nabara, Andi Hakim.
HIGHLIGHTS
1. Acara pesta ultah Seskab Teddy Indra Wijaya di sebuah hotel super mewah di Paris mengundang decak, di saat semua lini pemerintahan diminta untuk efisiensi, dan di saat rakyat diterpa kenaikan biaya hidup. Meskipun bisa beralasan bahwa acara pesta itu bersamaan dengan acara kunjungan Presiden Prabowo di Prancis, seharusnya pertimbangan “kepantasan” menjadi acuan utama. Ketidakpekaan di lingkaran Istana ini bukan tidak mungkin akan menambah tinggi suara kritis di masyarakat.
2. Pengaturan meritokrasi sebenarnya sudah sangat cukup untuk memberi panduan terkait penunjukan pejabat menduduki posisi jabatan tertentu. Namun lagi-lagi ‘tradisi’ main bawah tangan tetap saja bisa mengakali aturan agar seseorang bisa masuk standar aturan sistem. Prinsip mengedepankan etika juga telah rusak, bahkan Ketua MK pun tahun 2024 disanksi akibat melanggar etika terkait keputusan krusial menyangkut aturan calon pemimpin negara. Jika rasa kepantasan umum sudah diabaikan dan rakyat tak mampu lagi berbuat banyak karena terhalang oleh pengakalan aturan main yang tak mampu lagi dipahami, maka hukuman yang pantas untuk pejabat publik, terutama yang berasal dari partai politik, adalah ‘dihukum’ dalam Pemilu mendatang. Pemilu memang merupakan ajang evaluasi politik per lima tahunan.
3. Kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi memperlihatkan gamblang rapuhnya fondasi ekonomi yang masih sangat bergantung pada faktor eksternal seperti harga energi global dan nilai tukar, yang dampaknya segera merembet ke inflasi, biaya logistik, hingga daya beli. Ketika biaya distribusi naik, tekanan tidak berhenti di sektor energi, tetapi menjalar ke harga pangan dan konsumsi rumah tangga, mendorong kelas menengah menahan belanja dan mempersempit ruang pertumbuhan. Di saat yang sama, kondisi fiskal memasuki titik yang mengkhawatirkan: hampir separuh penerimaan pajak tersedot untuk membayar utang dan bunganya, mengunci ruang negara untuk berinvestasi pada hal-hal produktif. Ini bukan sekadar soal angka, tetapi cerminan dari model pembiayaan pembangunan yang semakin tidak berkelanjutan. Dalam lanskap politik dan hukum yang juga diwarnai problem etika, kekerasan, dan menurunnya kepercayaan publik, tekanan terhadap ekonomi menjadi berlapis — bukan hanya struktural, tetapi juga institusional. Bahkan narasi “menjaga daya beli” di ruang publik terasa kontras dengan realitas kenaikan biaya hidup yang nyata. Namun demikian, di tengah tekanan ini masih ada ruang terbatas untuk bertahan: penyaluran bansos pada keluarga, dapat menjadi bantalan jangka pendek, dan jika dikelola dengan tepat, momentum tekanan ini justru bisa dipakai untuk mendorong koreksi mendasar, yakni mengurangi ketergantungan pada utang, memperkuat basis produksi domestik, dan memulihkan kepercayaan publik sebagai fondasi utama pemulihan ekonomi.
SUMBER
BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Senin, 20 April 2026





