Rupiah Tembus Rp. 17.500/USD, Menteri HAM Larang Pembubaran Nobar, dan Juri Cerdas Cermat jadi Polemik

EKONOMI

1. Rupiah tembus level psikologis baru Rp 17.500/USD, hari ini. Saat sesi perdagangan dibuka di Rp 17.480/USD, rupiah langsung anjlok ke Rp 17.500/USD pada pukul 09.15 WIB. Pukul 12.35 WIB, rupiah terjun lebih dalam ke Rp 17.510/USD, level terendah sepanjang masa secara intraday. Merujuk data Bloomberg, sepanjang tahun 2026 rupiah sudah mencatatkan penurunan 4,75%, nomor 2 terburuk di Asia. Rupiah hanya lebih baik dibandingkan rupee India yang mencatatkan penurunan 6,02% sepanjang tahun.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuabi menilai, konflik Timur Tengah yang kembali memanas masih menjadi faktor penekan. Dari domestik, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tak membuat ekonomi membaik dan rupiah menguat, karena lebih didorong oleh belanja negara dan konsumsi, sedangkan investasi belum bergerak signifikan. Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi memproyeksikan, jika sore ini ditutup di level Rp 17.500/USD, rupiah berisiko melanjutkan pelemahan ke Rp 17.600-17.800 per USD.

Menkeu Purbaya memastikan kurs rupiah yang sudah tembus Rp 17.500/USD belum memberikan efek terhadap APBN, termasuk beban utang. Saat menyusun APBN 2026, kata dia, pemerintah sudah memasukkan asumsi kurs Rp 17.500/USD, meski asumsi yang tertulis resmi di APBN Rp 16.500/USD. Purbaya juga memastikan, mulai besok pemerintah akan aktif membantu BI. Ia mengklaim kas pemerintah sangat berlimpah untuk membantu BI melakukan intervensi di pasar obligasi dengan dana stabilisasi obligasi (Bond Stabilization Fund – BSF).

2. BI melaporkan, penjualan ritel yang tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk periode Maret 2026 sebesar 256,7, tumbuh 3,4% dibanding Maret 2025. Kinerja itu terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau. Dibanding Februari (mtm), penjualan ritel Maret naik 10,3%, lebih tinggi dibanding Februari yang naik 4,1% (mtm). Terutama didorong penjualan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Sub kelompok Sandang.

Sedangkan untuk April, BI memperkirakan IPR ada di 231, turun 2,33% (yoy). Secara bulanan, penjualan ritel April diperkirakan jatuh mencapai 10% (mtm), akibat normalisasi permintaan masyarakat pasca-Ramadan dan Idul Fitri. Dari sisi harga, tekanan inflasi 3 dan 6 bulan mendatang, Juni dan September 2026, diperkirakan meningkat. Itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September, masing-masing 175,6 dan 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH Mei dan Agustus 2026 yang masing-masing 157,4 dan 157,2, didorong oleh kenaikan harga bahan baku.

POLITIK

1. Aktivis Kontras yang menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan personel Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, menolak dibesuk oleh siapa pun dari TNI, termasuk oditur atau jaksa militer, yang kemarin datang ke RSCM, tempat Andrie dirawat. Fadhil Alfathan, salah satu anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) yang menjadi penasihat hukum Andri, hari ini menjelaskan, penolakan Andrie didasarkan pada konsistensinya menolak peradilan kasusnya ditangani militer, dan didasarkan pada kondisi medis dan psikis Andrie Yunus yang masih dalam masa pemulihan pasca-serangan air keras, yang terjadi pada 12 Maret 2026.

Empat orang oditur, di antaranya Letkol CHK Muhammad Iswadi, datang ke RSCM kemarin untuk menemui Andrie. Namun, pihak manajemen RSCM tidak mengizinkan Andrie dijenguk. Menurut Iswadi, tim oditur yang menuntut 4 terdakwa pelaku penyiraman air keras, membutuhkan keterangan korban maupun dokter yang menangani Andrie untuk memperkuat konstruksi tuntutan di persidangan.

Sidang perdana kasus tersebut digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada 29 April lalu. Ada 4 terdakwa yakni Kapten Cba Nandala Dwi Prasetya, Letnan Satu (Lettu) Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, Lettu Sat Samiakka, Sersan Dua (Serda) Edi Sudarko.

2. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dipublikasikan KPK, harta kekayaan Presiden Prabowo sekitar Rp 2 triliun. Setiap penyelenggara negara wajib menyerahkan LHKPN setiap tahun ke KPK, dan pelaporan terbaru merupakan periode 2025, yang wajib diserahkan paling lambat 31 Maret 2026. Aset terbesar Prabowo berupa surat berharga Rp 1.677.239.000.000 atau sekitar Rp 1,6 triliun. Selain itu, aset tanah dan bangunan senilai sekitar Rp 323 miliar. Dibandingkan periode 2024, kekayaan Prabowo mengalami kenaikan Rp 4,5 miliar.

Sementara itu, harta kekayaan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya tercatat sekitar Rp 20,1 miliar, naik Rp 4,7 miliar dari data LHKPN periode 2024 sebesar sekitar Rp 15,3 miliar. Aset terbesar yang dimiliki Teddy berupa 5 bidang tanah dan bangunan dengan nilai keseluruhan Rp 9.045.000.000, yang berada antara lain di Bekasi (Jawa Barat), Sragen (Jawa Tengah), dan Minahasa (Sulawesi Utara). Teddy juga memiliki 3 unit mobil yakni Honda CRV, Toyota Jeep LC HDTP, dan Toyota Fortuner.

3. Merespons tindakan pelarangan acara nonton bareng alias nobar atau pemutaran film dokumenter “Pesta Babi” belakangan ini, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyatakan, tidak boleh ada pelarangan oleh siapa pun kecuali atas perintah pengadilan. Pembubaran nobar “Pesta Babi” antara lain dilakukan oleh aparat TNI di Kota Ternate, Maluku Utara, pada 8 Mei 2026. Menurut Pigai, pihak yang merasa dirugikan atau tidak sepakat dengan isi sebuah film, seharusnya menempuh mekanisme klarifikasi maupun menyampaikan pandangan tandingan, bukan melakukan pelarangan.

TRENDING MEDSOS

1. Nama Indri Wahyuni trending di X, bersama kata-kata “Artikulasi”, “Juri”, dan “SMAN 1 Pontianak”. Dua pejabat MPR, Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya, menjadi pembicaraan warganet saat menjadi juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat. Indri membela keputusan Dyastasita yang mengurangi angka tim SMAN 1 Pontianak meski menjawab benar. Ia menyalahkan grup SMAN 1 Pontianak karena artikulasinya tidak jelas. Isu tersebut juga trending di Facebook dan Instagram.

2. Nama “Pak Purbaya” trending bersama kata “Dolar” di X, hari ini. Warganet ramai membicarakan rupiah yang turun tajam, tembus Rp 17.500/USD. Sebagian mempertanyakan pernyataan Purbaya yang menyebut mudah mengembalikan rupiah ke Rp 15.000/USD. Sebagian lain memuji langkah Purbaya menerbitkan Panda Bond berdenominasi yuan dan ikut intervensi di obligasi.

3. “USD IDR” dan “Kurs Dolar” masuk daftar Google Trends. Hari ini rupiah tembus Rp 17.500/USD, level terendah sepanjang sejarah. Selain itu, “Pengumuman MSCI” juga menjadi kata kunci paling dicari. Besok pagi (WIB), MSCI akan mengumumkan hasil rebalancing saham Indonesia untuk bulan Juni.

HIGHLIGHTS

1. Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai bahwa tidak boleh siapa pun melakukan pelarangan nobar atau pemutaran “Pesta Babi” kecuali atas perintah pengadilan, memang sudah tepat berdasarkan norma demokrasi. Dalam kapasitas sebagai menteri, Pigai seharusnya juga perlu lebih sering memberi pencerahan kepada sesama kolega menteri dan pimpinan lembaga tinggi lainnya tentang masalah tersebut.

2. Rupiah tembus Rp 17.500/USD hari ini. Ini level terendah sepanjang sejarah. Dan yang membuat ini lebih dari sekadar angka, adalah pengakuan Menkeu Purbaya sendiri bahwa pemerintah sejak awal sudah mengasumsikan kurs Rp 17.500 secara internal, meski yang tertulis resmi di APBN adalah Rp 16.500. Artinya, pelemahan ini bukan kejutan, karena sudah diantisipasi, hanya tidak diumumkan. Maka publik berhak bertanya: kebijakan apa yang diambil selama rupiah bergerak dari asumsi resmi ke asumsi tersembunyi itu? Sementara itu, penjualan ritel April diperkirakan anjlok 10% secara bulanan. Ini memang normalisasi pasca-Lebaran, tapi dalam konteks ekspektasi inflasi Juni dan September yang terus meningkat, ini bukan sekadar koreksi musiman. Masyarakat menghadapi kombinasi yang brutal: daya beli yang belum pulih, harga-harga yang akan terus naik, dan mata uang yang terus melemah. Sementara pertumbuhan 5,61% yang dibanggakan, ternyata lebih banyak ditopang belanja negara dan konsumsi siklikal, bukan investasi yang bergerak. Kekayaan Presiden Prabowo yang kini tercatat Rp 2 triliun, naik Rp 4,5 miliar dalam setahun, sebagian besar dalam bentuk surat berharga, sebenarnya bukan masalah hukum, tapi menjadi konteks yang tidak bisa diabaikan ketika berbicara tentang siapa yang menanggung beban pelemahan rupiah dan siapa yang terlindungi olehnya. Satu-satunya sinyal yang layak dijaga: langkah BSF dan Panda Bond masih membuka ruang untuk stabilisasi. Ini hal kecil tapi nyata, jika dieksekusi dengan serius dan tidak sekadar menjadi narasi penenang pasar.

SUMBER

BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Selasa, 12 Mei 2026

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 941

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *