POLITIK
1. Kementerian Luar Negeri RI kemarin menyatakan Presiden Prabowo siap menjadi mediator untuk menghentikan perang AS-Israel melawan Iran. Pernyataan Kemenlu tersebut muncul setelah terjadi perang terbuka Israel dan AS melawan Iran. Dalam perang tersebut pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas. Menurut Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin, niat Prabowo tersebut perlu dikaji lebih mendalam, karena banyak tantangannya.
Hasanuddin menilai, salah satu tantangannya adalah gerak diplomasi Indonesia yang saat ini dinilai lebih condong ke poros Amerika dan Israel melalui keterlibatan dalam BoP (Board of Peace). Karena itu, sulit bagi Iran bisa menerima peran Prabowo. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, menyebut niat Prabowo itu baik. Namun, ia menekankan bahwa masalah yang terjadi antarpihak yang berperang jauh lebih besar. Ia menyebut Palestina dengan Israel saja sulit didamaikan.
2. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq mendesak pemerintah segera mengambil langkah darurat guna melindungi ribuan jemaah umrah asal Indonesia, seiring terjadinya perang di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan untuk memprioritaskan keselamatan jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi. Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di negeri itu.
EKONOMI
1. Praktisi migas Hadi Ismoyo menilai perang terbaru di Timur Tengah lebih serius dari sebelumnya. Penutupan Selat Hormuz membuat 20% pasokan minyak dunia dan 30% pasokan LNG hilang dari pasar. Harga komoditas minyak dan LNG akan naik signifikan. Sementara, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan opsi pasokan dari luar Timur Tengah. Antara lain Pertamina sudah membuat MoU dengan AS, dengan Chevron, Exxon, dan lain-lain.
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menilai, penutupan Selat Hormuz akan membuat Indonesia menghadapi masalah fiskal serius. Ia memproyeksikan harga minyak mentah bisa tembus ke USD 100-120 per barel. Kenaikan harga USD 1 per barel bisa menambah beban belanja negara Rp 10,3 triliun.
Artinya, kata Bhima, belanja negara berpotensi naik Rp 515 triliun, tak hanya karena subsidi BBM, tapi juga kompensasi ke Pertamina dan subsidi listrik. Pangan juga terdampak, terutama kedelai, gandum, daging. Imported inflation dari minyak dan pangan akan menciptakan downward spiral ke daya beli.
Harga minyak mentah hari ini melonjak lebih dari 8% dengan kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) dan Brent, masing-masing diperdagangkan di level USD 72,52 dan USD 79,04 per barel. Sementara itu, kontrak emas naik 2,3% karena investor memburu aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian.
2. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat inflasi 0,68% (mtm) pada bulan Februari 2026. Inflasi ini didorong oleh lonjakan harga pangan di momen Ramadan. Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 4,76% (yoy), berbalik dari Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%. Sementara, secara tahun kalender, inflasi tercatat sebesar 0,53% (ytd).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menuturkan, penyumbang inflasi bulanan antara lain kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 1,54% dan andil inflasi 0,45%. Komoditas yang dominan mendorong inflasi yakni daging ayam ras dengan andil inflasi 0,09%, cabai rawit 0,08%, ikan segar 0,05%, cabai merah 0,04%, serta tomat, beras, dan telur ayam, dengan andil masing-masing 0,02%.
3. Neraca perdagangan Indonesia Januari 2026 membukukan surplus USD 960 juta, lebih rendah dari surplus bulan sebelumnya, Desember 2025, USD 2,51 miliar. Ini adalah surplus terendah sejak Mei 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus ini disumbang ekspor yang mencapai USD 22,16 miliar, naik 3,39% (yoy) dibanding Januari 2025. Sementara, impor USD 21,20 miliar, naik 18,21% (yoy).
4. Menkeu Purbaya pada 13 Februari lalu berharap bisa mencairkan tunjangan hari raya (THR) untuk ASN, TNI-Polri, pensiunan, pada awal bulan puasa. Ia mengaku sudah mengalokasikan anggaran Rp 55 triliun untuk THR. Namun, hingga hari ini, Senin, 2 Maret 2026, belum ada keputusan dari pemerintah mengenai waktu pembagian THR.
SOSIAL
Polri memprediksi potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran dan mudik 2026 mencapai 143,9 juta orang, menurun sekitar 1,75% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo hari ini mengungkapkan, arus mudik dibagi dalam dua gelombang; tanggal 14 sampai 15 Maret 2026, dan 18 sampai 19 Maret 2026.
TRENDING MEDSOS
1. Nama “Try Sutrisno” trending di X. Wakil Presiden ke-6 RI tersebut wafat dalam usia 90 tahun, pagi tadi pukul 06.58 WIB. Try yang pernah menjabat Panglima ABRI meninggal di RSPAD Gatot Subroto setelah mendapat perawatan sejak 16 Januari 2026.
2. Kata-kata “Perang” dan “Iran” masih trending di X menyusul perkembangan terbaru dalam perang di Timur Tengah. Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz. Muncul desakan untuk Indonesia bersikap lebih tegas atas serangan AS-Israel, juga desakan MUI agar Indonesia keluar dari Board of Peace bentukan Trump.
HIGHLIGHTS
1. Presiden Prabowo mengajukan diri menjadi mediator untuk menghentikan perang yang sedang terjadi antara AS-Israel melawan Iran. Niat itu baik dan mulia. Indonesia tentu berkepentingan supaya konflik itu tidak menimbulkan beban ekonomi tambahan. Namun, seharusnya para pembantu presiden yang kompeten juga memberikan masukan secara objektif kepada Presiden Prabowo mengenai realita konflik itu yang sangat kompleks, dan posisi Indonesia dalam peta konflik tersebut, supaya para pihak yang bersengketa tidak menganggap angin lalu niat Presiden itu.
2. Celios memperingatkan, perang terbaru di Timur Tengah bakal memiliki konsekuensi fiskal yang signifikan bagi Indonesia. Sebagai negara net importer, kenaikan harga minyak sangat berpengaruh bagi Indonesia. Apalagi jika jauh melampaui asumsi makro APBN. Dalam APBN harga minyak dipatok USD 70 per barel. Jika sampai melonjak hingga di atas USD 100 per barel, bisa dibayangkan bagaimana beban APBN yang saat ini pun sudah sangat berat oleh utang dan biaya program prioritas. Belum lagi ditambah dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Di sini diperlukan kehati-hatian pemerintah dalam mengelola keuangan negara agar guncangan tak terlalu besar dan membawa kepada krisis yang dalam.
SUMBER
BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Senin, 2 Maret 2026





