Kasus FH UI Harus Diproses Hukum, Polisi Tewas Dianiaya Senior, dan Ratusan Akademisi Diskusi Nasib RI

HUKUM

1. Berbagai kalangan mendesak supaya 16 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI) angkatan 2023 yang menjadi pelaku pelecehan verbal ke mahasiswi dan dosen, mendapat sanksi tegas dari kampus dan diproses jalur hukum. Wakil Ketua Komisi X DPR MY Esti Wijayanti hari ini minta kasus itu harus ditangani dengan menggunakan UU No. 12/2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) guna memberi efek jera.

Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Devi Rahayu mendesak penanganan kasus itu harus berpusat pada korban, yang memastikan pemulihan psikologi, sosial, dan akademik mereka. Para mahasiswa itu melakukan pelecehan verbal melalui grup medsos mereka, yang kemudian bocor ke publik. Mereka sudah mengaku, dan meminta maaf.

Pimpinan FH UI sudah mengecam ulah 16 mahasiswa tersebut. Pihak UI mengaku sedang menangani kasus itu. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan sudah berkoordinasi dengan rektor UI, dan terus memantau perkembangan penanganannya, termasuk memastikan para korban memperoleh perlindungan dan pendampingan yang semestinya.

2. Anggota Polda Kepulauan Riau, Brigadir Dua Natanael Simanungkalit, tewas dianiaya seniornya pada Senin (13/4/2026), karena tidak ikut kerja bakti. Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kepulauan Riau Kombes Eddwi Kurniyanto mengungkapkan, penyelidikan sedang dilakukan dengan memeriksa 10 saksi. Satu orang, Bripda AS, sudah ditetapkan sebagai pelaku. Atas kasus tersebut, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam meminta Polri membangun sistem pengawasan internal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

3. Satu lagi pengamat politik yang dilaporkan ke polisi karena pernyataannya, yakni dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, setelah Saiful Mujani. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto hari ini, laporan itu diajukan oleh orang berinisial RKS. Isi laporannya menyangkut dugaan ujaran kebencian di media elektronik yang dilakukan Ubedilah Badrun. Mantan Wapres Jusuf Kalla juga dilaporkan ke polisi oleh beberapa ormas Kristen atas ucapannya di sebuah acara di UGM yang dinilai menista agama.

POLITIK

Ratusan akademisi dan aktivis dari berbagai universitas dan institusi melakukan diskusi mengenai kondisi Indonesia saat ini di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Ketua Dewan Guru Besar FKUI Teddy Prasetyono hari ini mengungkapkan, pertemuan ini untuk menganalisis kondisi Indonesia, menemukan pemikiran baru, dan merumuskan langkah konkrit untuk mendampingi rakyat, terutama kelompok miskin dan rentan.

Mereka yang hadir antara lain akademisi IPB Damayanti Buchori, guru besar UGM Zainal Arifin Mochtar, akademisi Universitas Andalas Feri Amsari, guru besar UIN Saiful Mujani, akademisi UIN Sukidi, aktivis Usman Hamid, akademisi IKJ Hilmar Farid, akademisi Undip Zainal Muttaqin, guru besar UI Sulistyowati Irianto, guru besar Unpad Susi Dwi Harijanti, dan peneliti dari Celios, Bhima Yudhistira.

Salah seorang peserta diskusi, Ubedilah Badrun dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengatakan, dari diskusi tersebut disimpulkan bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami kerusakan secara sistemik di berbagai bidang akibat buruknya kepemimpinan nasional.

EKONOMI

1. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi April, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% pada 2026, lebih rendah dari proyeksi WEO edisi Januari, 5,1%. IMF juga memangkas pertumbuhan ekonomi global melambat menjadi 3,1%. Dalam WEO edisi April, IMF menekankan dampak perang yang memberatkan pertumbuhan ekonomi dunia. Proyeksi untuk Indonesia itu lebih tinggi dibandingkan China yang hanya tumbuh 4,4%, dan Filipina yang 4,1%. Namun, India diperkirakan tumbuh lebih tinggi, yakni 6,5%.

Sementara, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimismenya, ekonomi tumbuh di atas 5,1%. Di acara media briefing, Senin lalu, Airlangga yakin pertumbuhan kuartal I-2026 akan mencapai sekitar 5,5%. Ia optimistis memasuki kuartal II ekonomi dalam posisi kuat. Itu tercermin dari inflasi yang terkendali, surplus perdagangan selama 70 bulan, dan tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi. Sektor manufaktur masih di fase ekspansi dengan indeks 50,1, cadangan devisa tetap kuat USD 148,2 miliar.

2. Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per akhir Februari mencapai USD 437,9 miliar, setara Rp 7.503,45 triliun (asumsi rupiah Rp 17.135/USD). Angka ini naik dari Januari yang USD 434,9 miliar (Rp 7.452,01 triliun). ULN Indonesia tumbuh 2,5% (yoy), lebih tinggi dari Januari yang tumbuh 1,7%. Peningkatan ULN terutama didorong oleh ULN sektor publik, khususnya BI, seiring masuknya modal asing ke instrumen moneter, yakni SRBI. Sementara, posisi ULN swasta mengalami penurunan.

Dari ULN publik, ULN pemerintah tercatat USD 215,9 miliar. Secara tahunan, tumbuh 5,5% (yoy), sedikit di bawah pertumbuhan Januari 5,6% (yoy). Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang. Sementara peningkatan ULN BI didorong kenaikan kepemilikan nonresiden terhadap instrumen moneter, sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global.

Sedangkan ULN swasta tercatat sebesar USD 193,7 miliar, turun 0,7% (yoy). Perkembangan ULN swasta dipengaruhi oleh kelompok peminjam lembaga keuangan dan perusahaan bukan lembaga keuangan yang masing-masing turun 2,8% (yoy) dan 0,2% (yoy). Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,3% terhadap total ULN swasta.

3. Menteri Perindustrian Agus Kartasasmita mengaku tengah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga keberlangsungan industri plastik di tengah gangguan pasokan akibat perang. Salah satu opsi adalah pemberian subsidi, khususnya untuk menopang industri kecil dan menengah (IKM). Agus mengakui persoalan utama industri saat ini terletak pada aspek harga (pricing) dan ketersediaan pasokan.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Hasan mengatakan, harga plastik bisa naik 60%-70%, dan semua produk menggunakan plastik. Ia memperingatkan dunia usaha berpotensi terganggu, bahkan produksi terancam berhenti pada Mei akibat terhambatnya rantai pasok global. Kelangkaan bahan baku, terutama yang berbasis impor seperti turunan minyak bumi, mulai dirasakan luas oleh industri. Kondisi ini berisiko mengganggu keberlanjutan produksi, terutama di sektor makanan dan minuman yang sangat bergantung pada plastik.

Sementara Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengatakan, pasar plastik telah masuk fase baru, yakni “ganti harga”, dipicu gangguan pasokan global. Harga bahan baku plastik yang sebelumnya sekitar USD 1.000 per metrik ton, kini sudah naik hingga USD 1.800, atau naik hampir 80%. Sehingga harga produk plastik jadi naik antara 40%-80%, mencakup kemasan yang banyak digunakan pelaku UMKM. Salah satu alternatif sumber bahan baku lain adalah AS, tapi konsekuensinya waktu pengiriman lebih lama dan biaya logistik lebih tinggi.

TRENDING MEDSOS

1. Nama Surya Paloh menjadi salah satu yang paling dicari di Google, menyusul aksi demonstrasi kader Partai Nasdem ke kantor Majalah Tempo, kemarin. Nasdem marah karena tersinggung atas sampul bergambar Surya Paloh. Edisi Majalah Tempo terbaru menurunkan laporan mengenai wacana merger Nasdem dengan Partai Gerindra.

2. Selain kata “Pelecehan” dan “FH UI” yang masih trending, “Pertemuan Prabowo” juga trending di X bersama kata “Rusia”. Warganet di X mengglorifikasi pertemuan Prabowo-Putin dengan narasi diplomasi aktif Prabowo memperkuat posisi Indonesia.

HIGHLIGHTS

1. Langkah ratusan akademisi dari berbagai kampus di Indonesia untuk mendiskusikan kondisi negeri saat ini, patut mendapat apresiasi. Tindakan mereka merupakan bentuk dari tanggungjawab yang melekat pada diri mereka sebagai intelektual. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap momen penting perjalanan bangsa ini selalu ada peran sentral kaum intelektual.

2. Kekerasan fisik di internal institusi negara, kembali terjadi. Nyawa melayang sia-sia hanya untuk memuaskan nafsu senior terhadap juniornya. Kita harus mengecam keras kejadian-kejadian yang masih saja terus berulang. Mereka ada di institusi itu dibiayai dengan uang rakyat untuk melayani dan melindungi hak rakyat. Para pelaku kekerasan itu layak diberhentikan karena telah menyalahgunakan kepercayaan rakyat yang menafkahinya.

3. Perekonomian Indonesia kembali bergerak dalam bayang-bayang ketidakpastian global dan kelemahan struktural domestik yang belum terselesaikan. Revisi turun proyeksi IMF menjadi 5%, menegaskan bahwa momentum pertumbuhan mulai kehilangan daya dorong, sementara tekanan dari luar yakni perang, disrupsi rantai pasok, dan lonjakan harga bahan baku seperti plastik hingga 80%, mulai merambat langsung ke sektor riil, bahkan berpotensi menghentikan produksi dalam waktu dekat. Ketergantungan tinggi pada impor bahan baku dan lemahnya diversifikasi industri memperlihatkan kerentanan mendasar yang selama ini tertutupi oleh stabilitas makro. Di sisi lain, peningkatan utang luar negeri, khususnya yang didorong oleh arus modal ke instrumen moneter, menunjukkan stabilitas yang semakin bergantung pada sentimen eksternal dan bukan kekuatan domestik yang solid. Ketika dinamika hukum dan politik juga diwarnai oleh ketegangan, pelaporan, dan erosi kepercayaan institusional, risiko terhadap iklim usaha dan investasi menjadi semakin nyata. Namun demikian, masih terdapat bantalan yang menahan laju perlambatan ini: inflasi yang relatif terkendali, cadangan devisa yang cukup kuat, surplus perdagangan yang konsisten, serta konsumsi domestik yang relatif terjaga. Ini memberi ruang bagi pemerintah untuk tidak sekadar bertahan, tetapi melakukan koreksi struktural misalnya dengan memperkuat ketahanan industri, memperbaiki kepastian kebijakan, dan membangun kembali kepercayaan. Ini semua agar pertumbuhan tidak hanya bertahan secara angka, tetapi juga bertransformasi menjadi fondasi kesejahteraan yang lebih berkelanjutan.

SUMBER

BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Rabu,15 April 2026

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 917

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *