Top Three Things – 7 Juli 2025

Global

Tarif dagang kini kembali menjadi fokus utama seiring dengan mendekatnya tanggal 9 Juli, meskipun Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengisyaratkan kemungkinan perpanjangan negosiasi selama tiga minggu. Pasar saham AS mengakhiri sesi perdagangan yang lebih singkat menjelang libur Hari Kemerdekaan dengan hasil positif. Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi baru pada Kamis, didorong oleh laporan ketenagakerjaan bulan Juni yang lebih baik dari perkiraan, dengan penambahan 147 ribu pekerjaan baru dan tingkat pengangguran menurun menjadi 4,1%. Saham teknologi juga menguat setelah pemerintahan Trump mencabut persyaratan lisensi ekspor untuk penjualan perangkat lunak desain chip. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik 6 bps menjadi 4,34%, dipicu oleh kekhawatiran atas penerbitan surat utang baru, meskipun Menteri Keuangan AS berencana untuk menerbitkan lebih banyak surat utang jangka pendek (T-bills) guna mendanai “megabill” anggaran yang baru disahkan, sembari menghindari penerbitan surat utang jangka panjang. Di sisi lain, Tiongkok memberlakukan bea antidumping terhadap brandy asal Eropa selama lima tahun. Di kawasan Asia Tenggara, pertumbuhan PDB Vietnam pada kuartal II 2025 meningkat menjadi 7,96% dari revisi 7,05% pada kuartal I, sehingga pertumbuhan sepanjang semester I mencapai 7,52%, ditopang lonjakan sektor manufaktur sebesar 10,1%.

Fokus hari ini

Pasar Asia kemungkinan akan dibuka dengan sentimen yang agak berhati-hati pagi ini. Data ekonomi yang dijadwalkan hari ini meliputi penjualan ritel Uni Eropa, produksi industri Jerman, dan inflasi (CPI) Thailand untuk bulan Juni. Anggota ECB, Robert Holzmann, dijadwalkan memberikan pidato hari ini. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, dan para menteri keuangan Uni Eropa akan mengadakan pertemuan di Brussel. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Inggris. Untuk pekan ini, fokus pasar akan tertuju pada keputusan kebijakan moneter RBA (yang kemungkinan akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,6% seiring melambatnya inflasi dan pertumbuhan) yang akan diumumkan besok. iikuti oleh risalah rapat FOMC pertengahan pekan untuk menilai prospek pemangkasan suku bunga berikutnya. Laporan stabilitas keuangan dari BOE juga akan dirilis pada 9 Juli. Data pertumbuhan dari Tiongkok hingga Inggris juga akan menjadi perhatian utama. Rapat-rapat bank sentral lainnya yang perlu dicermati mencakup RBNZ (diperkirakan tetap di 3,25%) pada Rabu, BNM (diperkirakan memangkas 25 bps menjadi 2,75%), dan BOK (diperkirakan tetap di 2,5%) pada hari Kamis.

Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengusulkan pemangkasan tarif atas sejumlah impor utama dari Amerika Serikat hingga mendekati nol, serta berkomitmen untuk membeli gandum asal AS senilai USD 500 juta. Langkah ini bertujuan untuk meredakan ketegangan perdagangan dan memfasilitasi jalannya negosiasi. Sebagai bagian dari proposal senilai total USD 34 miliar, Garuda Indonesia berencana menambah armada pesawat Boeing, sementara Indonesia akan meminta penurunan tarif dari AS untuk ekspor produk-produk seperti elektronik dan tekstil. Selain itu, pemerintah juga menawarkan peluang investasi di sektor mineral kritis, termasuk tembaga, nikel, dan bauksit, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Disclaimer ON

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 896