BENCANA
Tim SAR dan kepolisian hari ini melakukan pencarian di perairan Selat Sunda terhadap 5 orang wartawan dan 3 orang kru kapal, yang hilang kontak sejak Senin siang (7/9/2026). Rombongan wartawan itu berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, dengan tujuan meliput kondisi Anak Gunung Krakatau, yang mengalami erupsi Jumat pekan lalu.
Selang sekitar 1 jam dari keberangkatan, komunikasi mereka dengan rekan di darat terputus. Lima wartawan itu adalah M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal, wartawan lepas (freelance).
Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemarin mengabarkan, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) bergerak ke arah selatan-barat daya, berada hingga ketinggian sekitar 2,13 kilometer. Wilayah udara yang terdampak abu berada di sebagian Banten bagian barat laut, Samudra Hindia barat laut Banten.
SOSIAL
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa meminta pemerintah merespons serius kasus siswa keracunan MBG sehingga mengalami gangguan ingatan. Korban MBG itu adalah Febiona Purba (16), siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Siswi berprestasi itu mengalami keracunan MBG bareng dengan teman-temannya di sekolah pada 13 Agustus lalu.
Meskipun sudah mendapat perawatan, kondisi Febiona justru semakin memburuk. Kondisi terakhir Febiona, menurut pihak keluarga, mengalami gangguan ingatan dan kesulitan berbicara. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan kondisi Febiona masih dalam pemantauan tim medis.
Saan Mustopa menilai kesehatan Febiona itu masuk dalam kasus yang cukup berisiko dan berdampak kronis. Saan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengambil tindakan cepat dan menanggung biaya pengobatan korban yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
EKONOMI
1. Bank Indonesia (BI) melaporkan, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi meningkat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 berada di 118,5 naik dari 116,8 pada Juli. Ini posisi tertinggi dalam 3 bulan.
Meningkatnya keyakinan itu ditopang membaiknya persepsi masyarakat pada kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) naik dari 107,9 menjadi 109,4, dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) naik menjadi 127,6 dari sebelumnya 125,7.
Kenaikan IKE didorong membaiknya persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama (durable goods). Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) naik dari 101,1 menjadi 104,1 pada Agustus, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) naik menjadi 106,1 dari 104,1. Sementara Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) tetap di 118.
Masyarakat juga optimistis terhadap prospek 6 bulan ke depan. Seluruh komponen pembentuk IEK meningkat. Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) menjadi 134,9 dari 133,6, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) naik dari 123,1 menjadi 125,7, dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) dari 120,4 naik jadi 122,1.
Survei konsumen BI juga menunjukkan masyarakat semakin banyak mengalokasikan pendapatannya untuk konsumsi. Rasio konsumsi terhadap pendapatan naik menjadi 74,2% pada Agustus 2026 dari 72,7% pada bulan sebelumnya. Sebaliknya, porsi pendapatan yang ditabung turun menjadi 15,8% dari 16,8%, sementara rasio pembayaran cicilan relatif stabil di level 10%.
2. Menkeu Purbaya mengatakan Dana Bagi Hasil (DBH) tetap disalurkan ke daerah, namun tak sebesar yang diminta pemda. Besaran DBH yang disalurkan, kata dia, disesuaikan dengan kebijakan anggaran pemerintah demi menjaga APBN. Berkurangnya transfer ke daerah (TKD) tidak berarti pembangunan di daerah berkurang. Pemerintah pusat, kata dia, justru meningkatkan belanja program di daerah.
Purbaya juga berencana menarik dana pemda yang masih mengendap di perbankan pada akhir 2026. Nilainya diperkirakan Rp 100 triliun. Dana tersebut akan disalurkan kembali untuk kebutuhan anggaran daerah pada awal tahun. Penarikan dilakukan setelah mekanisme TKD lebih tertata dan cepat, sehingga pemda tak perlu menahan dana dalam jumlah besar sebagai cadangan.
Pemerintah menganggarkan TKD pada 2027 sebesar Rp 735 triliun, meningkat 5,5% dibandingkan outlook 2026. Pada awal Agustus 2026, pemerintah menambah anggaran sekitar Rp 20,5 triliun untuk 490 pemda yang menghadapi tekanan fiskal. Tambahan dana antara lain untuk memenuhi pembayaran gaji ASN dan PPPK.
3. Menkeu Purbaya menilai beban utang kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh lebih ringan setelah direstrukturisasi menjadi 80 tahun. Dengan skenario tenor cicilan 80 tahun, menurut dia, pemerintah harus membayar sekitar Rp 1 triliun per tahun. Utang Whoosh akan dialihkan ke Kemenkeu pada 15 September, dan dikelola oleh special mission vehicle (SMV) milik Kemenkeu.
Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi, menilai pengalihan utang Whoosh bukan soal kemampuan kas semata, tapi apakah mandat, sumber dana, dan risiko fiskalnya memang layak dibebankan kepada Kemenkeu. Pemerintah harus transparan membuka sumber dana, struktur transaksi, tingkat risiko, dan siapa yang akhirnya menanggung kerugian jika proyek gagal memenuhi kewajibannya.
TRENDING MEDSOS
1. Kata “BLT Kesra” masuk daftar Google Trends. Informasi pencairan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat ramai dicari di Google. Sebelumnya BLT Kesra diberikan sebagai insentif ekonomi untuk Oktober-Desember 2025 sebesar Rp 900.000. Namun, belum diketahui apakah insentif tersebut juga akan disalurkan tahun ini.
2. “Tim SAR” trending di X hari ini. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian speedboat berpenumpang 8 orang, 5 di antaranya wartawan dari Antara, Merdeka, iNews, Anadolu, dan seorang freelancer, yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Selasa kemarin. Kelima wartawan tersebut hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
HIGHLIGHT
Menyedihkan nasib yang dialami siswi berprestasi Febiona Purba (16), kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut. Setelah mengalami keracunan MBG bareng temannya di sekolah pada 13 Agustus lalu, kondisi kesehatan Febiona hingga hari ini semakin memburuk. Ia mengalami kehilangan ingatan, dan kesulitan berbicara.
Pihak rumah sakit yang memeriksa Febiona belum menjelaskan korelasi antara keracunan MBG dengan kondisi yang dialaminya. Namun, satu hal yang jelas bahwa ia mengalami gangguan kesehatan sejak menyantap MBG yang beracun itu. Maka sudah tentu harus ada orang atau pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Derita yang dialami Febiona dan keluarganya tidak boleh dianggap sebagai “angka penyimpangan” dari program MBG yang oleh pemerintah disebut berguna, dan harus terus dilanjutkan.
SUMBER
BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Rabu, 9 September 2026





