POLITIK
Unjuk rasa kalangan mahasiswa Jakarta dan sekitarnya yang dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berlangsung hingga petang kemarin. Unjuk rasa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” itu mendapat dukungan dari masyarakat sekitar dan para pengemudi ojek online (ojol) sepeda motor. Kalangan mahasiswa dan publik menyoroti kehadiran personel TNI yang masif untuk menghalangi para pendemo menuju titik kumpul di Bundaran HI.
Urusan pengamanan unjuk rasa seharusnya merupakan kewenangan kepolisian. Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhamad Nas, kehadiran aparat militer dalam pengamanan demo atas permintaan Polri. Ada juga tudingan dari publik bahwa sebagian aparat TNI yang dikerahkan untuk pengamanan tersebut berasal dari unsur Komponen Cadangan (Komcad) ASN.
Sebab, pagi hari kemarin Kementerian Pertahanan mengadakan apel siaga 500 orang Komcad dari puluhan kementerian/lembaga. Namun, tudingan itu dibantah oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Sirait yang menyatakan, setelah apel mereka diperintahkan kembali ke tempat tugas masing-masing.
HUKUM
1. Kejagung kemarin menahan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM) sebagai tersangka dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). PT YAT merupakan vendor pengadaan sepeda motor listrik yang direncanakan dibagikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG. Kejagung mencurigai pengadaan kendaraan tersebut tidak prosedural, dan terjadi penggelembungan harga.
Untuk memuluskan proyek pengadaan sepeda motor tersebut, AM bermain mata dengan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen (Purn) Lodewyk Pusung, yang kini berada dalam tahanan Kejagung. BGN membeli 21.801 unit motor listrik dengan total harga Rp1,03 triliun. Transaksi tersebut terjadi meskipun PT YAT tidak punya dealer maupun bengkel.
Dalam memeriksa kasus bancakan program MBG tersebut, Kejagung membagi penyidikan dalam 2 klaster besar. Yaitu, klaster pengadaan barang dan jasa, antara lain pengadaan sepeda motor listrik itu, dan pembelian 5.400 unit televisi berukuran 75 inci. Klaster berikutnya adalah praktik jual-beli titik SPPG. Mantan petinggi BGN yang juga sudah ditahan, Irjen (Purn) Sony Sonjaya sudah menyetor nama puluhan pejabat yang terlibat dalam praktik tersebut.
2. Aliran duit suap kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Letjen (purn) Djaka Budhi Utama kembali diungkap jaksa KPK dalam sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin, yang mengadili perkara penyelundupan barang yang dilakukan oleh PT Blueray Cargo. Pemilik PT tersebut, John Field, yang duduk sebagai terdakwa, mendapat pertanyaan jaksa tentang suap yang dia lakukan terhadap sejumlah pejabat bea cukai untuk memuluskan barang impornya masuk Indonesia.
Ketika jaksa menunjukkan bukti-bukti setoran perusahaan ke sejumlah pejabat bea cukai, John Field mengakui bukti-bukti itu. Berdasarkan bukti yang didapat jaksa, setoran bulanan yang diberikan kepada Letjen (purn) Djaka Budhi Utama sejak September 2025 hingga Januari 2026 mencapai Rp 21 miliar. John Field meyakini uang tersebut sampai di tangan sang Dirjen. Dalam sidang yang sama beberapa waktu lalu, bukti dari jaksa itu sudah diakui oleh bawahan John Field. Menkeu Purbaya hingga hari ini belum melakukan tindakan apapun terhadap bawahannya tersebut.
EKONOMI
1. Nilai tukar rupiah pada Jumat kemarin ditutup di level Rp 17.865/USD, menguat 0,84% dibanding penutupan 5 Juni lalu di Rp 18.010/USD. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengatakan, itu mencerminkan respons positif pasar terhadap kebijakan BI. Pasca kenaikan BI Rate, terjadi peningkatan inflows transaksi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) nonresiden dan Surat Berharga Negara (SBN). Pada 10 Juni, aliran modal masuk tercatat Rp 15,11 triliun, dan 11 Juni sebesar Rp 3,91 triliun.
Pengamat pasar uang, Budi Frensidy, menilai penguatan rupiah tak terlepas dari dampak kenaikan BI Rate menjadi 5,50% yang meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik. Selain itu, minat investor asing terhadap instrumen berbasis rupiah mulai kembali terlihat. Ia memperkirakan peluang rupiah kembali melemah di bawah level Rp 18.000/USD relatif lebih kecil dibanding sebelumnya, meski volatilitas pasar masih cukup tinggi.
Index Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 121,62 poin (2,07%) ke 6.007,65. Selama sepekan, IHSG melonjak 7,38%. Kapitalisasi pasar meningkat 7,31% menjadi Rp 10.524 triliun dari Rp 9.807 triliun pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 4,14% menjadi 2,51 juta kali dari 2,41 juta kali pekan lalu, dan rata-rata volume transaksi harian 7,46% menjadi 36,14 miliar saham. Investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp 286,84 miliar, dan sepanjang 2026 masih mencatatkan nilai jual bersih Rp 67,344 miliar.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, ada sejumlah sentimen yang menopang penguatan pasar. Salah satunya adalah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang meningkatkan optimisme pelaku pasar. Selain itu, munculnya upaya diplomatik baru antara AS dan Iran. Faktor lain, masuknya aliran dana ke pasar saham dan obligasi domestik, yang tercermin dari penurunan yield obligasi pemerintah tenor 5 dan 10 tahun.
2. Bank Dunia (BD) memperkirakan ruang fiskal RI akan tetap berada di bawah tekanan dalam beberapa tahun ke depan. Defisit APBN akan tetap berada di kisaran 2,8% dari PDB pada 2026 dan 2027, sebelum sedikit menurun menjadi 2,7% pada 2028. Tekanan APBN berasal dari kombinasi meningkatnya belanja subsidi dan pelaksanaan program-program prioritas.
Meski begitu, BD menilai, penerimaan negara diperkirakan mulai membaik, didorong berkurangnya penumpukan restitusi pajak serta hasil reformasi administrasi perpajakan. BD meramal RI masih akan mencatat defisit primer rata-rata 0,4% terhadap PDB sepanjang 2026–2028.
Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat ke 5,0% pada 2026, dipengaruhi tekanan eksternal yang berpotensi menahan laju investasi dan ekspor. Arah pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menjalankan agenda reformasi struktural.
Saat ini pertumbuhan masih bergantung pada stimulus dari sisi permintaan, seperti belanja pemerintah dan berbagai insentif fiskal. Tanpa reformasi yang mampu meningkatkan produktivitas dan kapasitas ekonomi, dorongan itu hanya berdampak sementara terhadap pertumbuhan.
3. Corsec (sekretaris perusahaan) PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memastikan pasokan Pertalite saat ini aman, dan terdistribusi normal ke seluruh Indonesia. Pertamina juga terus memantau kondisi stok dan penyaluran BBM secara real-time. Untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan akibat kenaikan harga Pertamax, Pertamina juga telah menyiapkan skema penguatan distribusi agar Pertalite tetap tersedia di tingkat SPBU. Ia mengimbau masyarakat bersikap bijak dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya, serta sesuai dengan jenis kendaraan.
TRENDING MEDSOS
1. Kata-kata “Demo”, “Mahasiswa”, dan “BEM UI”, masih trending di X. Sementara di media sosial lain, termasuk di Threads dan TikTok, cerita mengenai demo mahasiswa Jumat kemarin masih menjadi pembicaraan. Antara lain apresiasi terhadap Kompas TV sebagai satu-satunya televisi yang menyiarkan secara live, dan solidaritas warga jaga warga dengan menyediakan logistik oleh berbagai lapisan masyarakat.
2. Kata “Peringkat” masuk daftar Google Trends. FIFA memperbarui peringkat timnas sepak bola. Pada pembaruan ranking kali ini, Indonesia naik 4 peringkat ke posisi 118 dengan perolehan 1.157,14 poin. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menargetkan Timnas Indonesia bisa tembus peringkat 100 besar ranking FIFA.
HIGHLIGHTS
1. Pengusutan tuntas kasus bancakan uang rakyat di proyek MBG tidak hanya penting untuk memulihkan kerugian negara, tetapi juga sebagai bentuk pembersihan institusi BGN agar salah satu program direktif Presiden Prabowo tersebut bisa dijalankan dengan benar. Kasus ini merupakan peringatan bagi pemerintah bahwa kecepatan dalam mengeksekusi program besar yang menggunakan dana negara harus dibarengi dengan mekanisme pengawasan super ketat. Kejaksaan Agung perlu menuntaskan penyidikan ini hingga ke akar, termasuk menelusuri aliran dana yang mungkin mengalir ke pihak yang lebih tinggi atau aktor politik di balik PT YAT. Demikian juga perlu diusut impor mobil angkut dalam jumlah besar dari India, serta pengadaan-pengadaan lain yang tampak janggal.
2. Bukti suap kepada Dirjen Bea Cukai Letjen (purn) Djaka Budhi Utama kembali dimunculkan oleh jaksa KPK dalam persidangan kasus penyelundupan yang dilakukan PT Blueray Cargo. Total duit suap untuk sang Dirjen sebanyak Rp 21 miliar. Meskipun bukti tersebut sudah diakui oleh si pemberi suap tapi masih belum bisa menjadi alasan untuk menyatakan Djaka bersalah. Sebaiknya KPK segera melakukan pemeriksaan kepada Letjen (purn) Djaka, mengingat dia adalah penyelenggara negara. Jika tidak ada tindakan hukum apa pun terhadap Djaka, dikhawatirkan masalah ini akan tambah meyakinkan publik bahwa hukum di negeri ini melempem untuk menjerat orang yang dekat dengan kekuasaan.
SUMBER
BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Sabtu, 13 Juni 2026





