Mengembalikan Kepercayaan Publik di Tengah Rupiah Tertekan

Oleh: Prasetijono Widjojo MJ

Pengantar

Memasuki pertengahan tahun 2026, perekonomian Indonesia menghadapi ujian berat. Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga Rp17.682/USD pada 18 Mei 2026, level terendah sejak krisis pandemi. Rata-rata kurs sepanjang tahun berada di kisaran Rp16.992/USD. Pelemahan ini terjadi di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, kenaikan harga energi, serta ketegangan geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,61% (yoy), tertinggi sejak 2022. Namun sejumlah analis menilai angka tersebut terlalu optimistis karena ditopang faktor musiman seperti belanja pemerintah menjelang Ramadan dan THR. Lembaga riset independen memperkirakan pertumbuhan riil hanya sekitar 4,6–4,9%. Artinya, fondasi ekonomi masih rapuh dan berpotensi terkoreksi pada kuartal II.

Kombinasi pelemahan rupiah dan keraguan atas data pertumbuhan menimbulkan risiko krisis kepercayaan publik (confidence crisis). Inilah tantangan utama yang harus segera diantisipasi.

Dampak Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah membawa konsekuensi luas:

  • Inflasi impor: Harga barang impor melonjak, dari bahan baku industri hingga produk konsumsi. Hal ini mendorong imported inflation yang langsung menekan daya beli masyarakat.
  • Cost-push inflation: Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah meningkatkan biaya produksi. Perusahaan terpaksa menaikkan harga jual, memperburuk inflasi.
  • Utang luar negeri: Pelemahan kurs membuat beban pembayaran utang pemerintah dan swasta membengkak.
  • Kepercayaan publik: Ketidakpastian memicu perilaku herd instinct—panic buying, bank rush, hingga penarikan dana besar-besaran. Jika tidak dikendalikan, hal ini bisa berujung pada economic chaos.

Yang paling rentan adalah masyarakat miskin, baik di desa maupun kota. Inflasi langsung menggerus daya beli mereka, sementara lapangan kerja baru sulit tercipta di tengah kontraksi ekonomi.

Kontraksi Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang sempat tinggi diperkirakan akan terkoreksi pada kuartal II. Ada beberapa faktor:

  1. Konsumsi rumah tangga: Lonjakan belanja Ramadan dan THR bersifat sementara. Setelah itu, daya beli melemah karena inflasi.
  2. Belanja pemerintah: Program makan gratis sekolah dan bansos memang mendongkrak konsumsi, tetapi tidak berkelanjutan.
  3. Investasi: Iklim investasi memburuk akibat ketidakpastian kebijakan dan pelemahan rupiah.
  4. Ekspor: Meski rupiah lemah membuat harga ekspor lebih kompetitif, permintaan global terhambat oleh ketidakpastian geopolitik.

Kontraksi di sisi penawaran dan permintaan akan menekan pertumbuhan ekonomi. Momentum positif kuartal I bisa hilang jika tidak ada langkah korektif.

Koordinasi Kebijakan Makro

Dalam kondisi kritis, sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci. Beberapa langkah strategis yang krusial segera dilakukan:

  • Fiskal adaptif: Realokasi anggaran dari proyek jangka panjang (PSN) ke penanganan krisis. Infrastruktur besar bisa ditunda, sementara dana dialihkan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
  • Moneter kredibel: Bank Indonesia harus menjaga kredibilitas kebijakan suku bunga dan intervensi pasar agar rupiah tidak semakin terpuruk.
  • Bansos sementara: Bantuan sosial penting untuk melindungi masyarakat miskin, tetapi harus bersifat sementara. Exit strategy diperlukan agar tidak menimbulkan ketergantungan.
  • Pemberdayaan masyarakat: Program berbasis komunitas lebih efektif dalam memperkuat ekonomi lokal dibanding bansos jangka panjang.
  • Penegakan hukum: Korupsi di tengah krisis hanya memperburuk kepercayaan publik. Pemerintah harus menunjukkan komitmen nyata dalam pemberantasan korupsi.

Diplomasi Ekonomi

Pelemahan rupiah memang membuat ekspor lebih murah, tetapi permintaan global tidak otomatis meningkat. Karena itu, diplomasi ekonomi harus diperkuat:

  • Pasar non-tradisional: Indonesia perlu membuka akses ke pasar baru di Afrika, Amerika Latin, dan Eropa Timur.
  • Diversifikasi produk: Tidak hanya komoditas primer, tetapi juga produk manufaktur dan jasa.
  • Investasi asing: Diplomasi harus diarahkan untuk menjaga arus investasi, terutama di sektor energi terbarukan dan teknologi.

Diplomasi perdagangan bukan sekadar membuka pasar, tetapi juga menjaga cadangan devisa agar stabilitas rupiah tetap terjaga.

Penutup

Mengembalikan kepercayaan publik di tengah pelemahan rupiah membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan kebijakan yang terkoordinasi. Beberapa langkah utama yang harus ditempuh:

  1. Koordinasi kebijakan makro antara fiskal dan moneter untuk menjaga kredibilitas.
  2. Penajaman belanja pemerintah dengan realokasi anggaran ke penanganan krisis.
  3. Penegakan hukum antikorupsi sebagai fondasi kepercayaan publik.
  4. Pemberdayaan masyarakat agar ekonomi lokal tetap bertahan.
  5. Bansos bersifat sementara dengan exit strategy yang jelas.
  6. Penguatan diplomasi ekonomi untuk membuka pasar non-tradisional dan menjaga devisa.
  7. Strong leadership agar bangsa tetap bersatu menghadapi kesulitan ekonomi. Semangat persatuan dan kemanusiaan terus diperkuat, partisipasi rakyat ditingkatkan, dan rakyat dicerdaskan dengan meningkatkan penguasaan teknologi.

Kepercayaan publik adalah modal utama. Tanpa itu, kebijakan ekonomi sebaik apa pun akan kehilangan legitimasi. Sebaliknya, dengan kepercayaan yang kuat, bangsa ini mampu menghadapi badai global dan keluar lebih tangguh.

Semoga momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 ini dapat disertai dengan Kebangkitan Ekonomi Nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan. Saatnya hijrah dari tata kelola SDA yang ekstraktif menjadi tata kelola yang inovatif dan produktif melalui penguasaan teknologi. Demokrasi diperkuat dengan melibatkan partisipasi rakyat seluas-luasnya dalam pembangunan ekonomi. Segala bentuk penjajahan baru harus dihapuskan untuk keluar dari perangkap ketimpangan dan kemiskinan. Selamat memperingati 118 tahun Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026.

Walahu’alam bishowab. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.

Jakarta, 20 Mei 2026
PWMJ-20052026

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 949

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *