Panglima TNI Jamin Situasi Aman, Destry Damayanti Calon Gubernur BI, dan Indeks Keyakinan Konsumen Turun

POLITIK

1. Pemerintah menepis isu bakal terjadi demo besar pada bulan kemerdekaan ini, yang mengingatkan pada peristiwa tahun lalu, yang menewaskan 12 orang. Mensesneg Prasetyo Hadi hari ini menyatakan, semuanya baik-baik saja. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas situasi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di seluruh wilayah Indonesia.

Pernyataan Jenderal Agus tersebut disampaikan usai rapat koordinasi pimpinan DPR dengan Mensesneg Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan para Kepala Staf Angkatan di TNI.

2. Mensesneg Hadi Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo sudah mengirim surat presiden (Surpres) pengajuan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Perry Warjiyo ke DPR untuk dimintakan persetujuan. Destry Damayanti yang kini Penjabat Gubernur Sementara BI, diajukan sebagai calon tunggal.

Ekonom senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai Destry merupakan pilihan yang aman. Pasar sudah mengenalnya dan paham gaya ekonominya. Di lain pihak, ia juga dapat mengakomodasi kebijakan presiden.

Menurut dia, Gubernur BI yang baru harus paralel dalam upaya menavigasi perubahan dan lebih luwes. Selain itu harus mampu menjaga BI tetap independen. Ia yakin pasar akan bereaksi positif.

Peneliti LPEM FEB UI, Teuku Riefky menyebut Destry pilihan yang baik. Sudah berpengalaman di perbankan dan dunia akademis. Selain itu juga sudah lama menjadi pejabat BI dan berpengalaman melalui krisis Covid-19.

Menurut Riefky, pasar akan merespon positif, terlebih Destry berasal dari internal BI. Sementara pemerintah, kata dia, perlu mengirim sinyal bahwa BI tetap kredibel dan independen.

SOSIAL

Haram hukumnya lelaki berbusana perempuan, terutama saat karnaval peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus. Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdul Muiz Ali mengatakan, diharamkan menurut syariat Islam berbusana menyerupai lawan jenis (tasyabbuh) diharamkan. Dengan demikian, kata dia, perempuan berbusana laki-laki juga diharamkan.

EKONOMI

1. Keyakinan konsumen terhadap perekonomian makin pudar. Hasil survei konsumen BI bulan Juli 2026 menunjukkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di 116,8. Masih di level optimistis (>100), namun melemah dibanding Juni yang di 117,8, sekaligus merupakan penurunan beruntun dalam 3 bulan terakhir. Bahkan, ini yang terendah sejak September 2025.

Penurunan IKK Juli disebabkan turunnya seluruh komponen pembentuk indeks. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun dari 109,2 menjadi 107,9, dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 126,4 menjadi 125,7.

Turunnya IKE dipicu turunnya Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG). IPSI turun dari 119,8 menjadi 118,5, IKLK turun dari 101,8 menjadi 101,1, dan IPDG dari 105,9 menjadi 104,1.

Sementara penurunan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan ke depan (IEK) disebabkan turunnya Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU). IEKLK turun dari 124,4 menjadi 123,1 dan IEKU turun dari 121,2 menjadi 120,4. Sementara Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) tetap di 133,6.

2. Hasil survei konsumen BI terkait kondisi keuangan konsumen periode Juli 2026 menunjukkan proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk menabung dan konsumsi turun, sementara proporsi untuk cicilan naik.

Rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) turun dari 73% pada Juni menjadi 72,7%. Begitu pula untuk ditabung &(saving to income ratio) dari 17% menjadi 16,8%. Sementara untuk pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) justru naik dari 10% menjadi 10,5% pada Juli.

Proporsi pendapatan untuk konsumsi turun pada kelompok pengeluaran Rp 2,1-3 juta sebesar 73,5%, Rp 4,1-5 juta 71,3%, dan di atas Rp 5 juta 69,0%. Sedangkan pada kelompok pengeluaran lainnya meningkat.

Proporsi tabungan turun pada kelompok pengeluaran Rp 4,1-5 juta dari 16,9% menjadi 15,9%, dan kelompok pengeluaran Rp 3,1-4 juta dari 17,1% menjadi 15,8%. Kelompok terbawah, yakni Rp 1-2 juta juga turun dari 17,2% jadi 15,9%. Kelompok pengeluaran tertinggi, yakni di atas Rp 5 juta, naik dari 17,6% jadi 18%. Begitu pula pengeluaran Rp 2,1-3 juta naik dari 15,6% jadi 16,3%.

Kenaikan rasio pembayaran cicilan terjadi pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta dari 11,5% menjadi 13%, pengeluaran Rp 3-5 juta dari 11,4% menjadi 12,7%, pengeluaran Rp 3,1-4 juta dari 10,8% menjadi 11,3%, dan pengeluaran Rp 2,1-3 juta dari 9,2% menjadi 10,3%. Hanya kelompok pengeluaran terkecil, yakni Rp 1-2 juta yang mengalami penurunan menjadi 7,9% dari sebelumnya 8,2%.

TRENDING MEDSOS

1. Megawati Soekarnoputri masuk daftar Google Trends. Berita terkait Ketua Umum PDIP yang juga presiden ke-5 itu adalah kehadirannya dalam acara peluncuran dan bedah buku autobiografi Erros Djarot volume 2 dan 3 di Gedung Kesenian Jakarta, kemarin. Selain Megawati, sejumlah tokoh termasuk Anies Baswedan hadir pula.

2. Kata “memuakkan” trending di X, dipicu kuis yang diajukan akun @Kanseulir dengan pertanyaan, “Sepuas apa rakyat Indonesia dengan kinerja Prabowo Gibran”. Jawaban yang disediakan adalah (A) Memuaskan, dan (B) Memuakkan.

3. Nama “Destry Damayanti” trending di X. Hari ini Mensesneg Hadi Prasetyo mengumumkan, Presiden Prabowo telah resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI pengganti Perry Warjiyo, yang mengundurkan diri.

HIGHLIGHTS

1. Hasil survei konsumen BI periode Juli 2026 menunjukkan semakin pudarnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia saat ini dan 6 bulan ke depan. Meski masih di zona optimistis (di atas 100), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun pada Juli. Penurunan IKK ini mengindikasikan masyarakat lebih berhati-hati terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan.

Sikap kehati-hatian itu berpotensi membuat masyarakat lebih selektif dalam belanja. Ini terindikasikan juga dari survei yang sama terkait kondisi keuangan konsumen. Proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi turun, begitu pula proporsi pendapatan yang ditabung.

Hal tersebut mengindikasikan keuangan masyarakat semakin tertekan. Kemampuan untuk menabung semakin kecil, karena pendapatan tersedot untuk belanja dan peningkatan pembayaran utang.

2. Di media sosial memang gencar beredar mengenai aneka video, gambar, maupun narasi yang menunjukkan kemungkinan akan terjadi demonstrasi besar mengkritik pemerintah. Sebagian narasi atau video tersebut merupakan rekaman atau dokumen dari peristiwa tahun lalu, yang dimunculkan kembali oleh algoritma media sosial.

Narasi atau dokumentasi itu memang membuat sebagian publik menjadi penasaran, bahkan was-was. Perasaan itu tak muncul dari ruang kosong, tapi oleh kondisi sosial-ekonomi yang memang dirasa tidak kondusif bagi mereka.

Jaminan keamanan dan ketertiban yang dijanjikan pemerintah melalui Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, memang bisa membantu mengurangi rasa khawatir tersebut. Namun, seberapa pengaruhnya, tentulah tergantung dari persepsi publik tentang situasi yang mereka hadapi sehari-hari.

SUMBER

BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Senin, 10 Agustus 2026

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 1032

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *