Panja Revisi UU Pemilu Belum Dibentuk, Pelemahan Rupiah Bebani Dunia Usaha, dan Kejagung Pamer Uang 10 T

EKONOMI

1. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengatakan, pelemahan rupiah yang terendah sepanjang masa menjadi atensi dunia usaha, dan mendesak pemerintah serius menanggapinya. Situasi ini memperkuat tekanan pada struktur biaya dan arus kas perusahaan.

Hingga kini, kata dia, sekitar 70% bahan baku manufaktur berasal dari impor, dengan kontribusinya sekitar 55% dalam struktur biaya produksi. Dengan demikian, setiap depresiasi rupiah bakal langsung tercermin pada peningkatan biaya input mata uang tersebut.

Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) masih berada dalam posisi lemah. Hari ini rupiah memang stagnan, namun posisinya melampaui angka psikologis di Rp 17.519/USD, setelah kemarin melemah cukup dalam 0,42%. Tak lama berselang, rupiah offshore kembali melanjutkan pelemahannya 0,01% ke posisi Rp 17.521/USD. Indeks dolar AS berada di level 98,32, dan mata uang kawasan masih bergerak beragam dengan kecenderungan melemah, terutama won Korea Selatan.

2. Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan pangan yang masih bergantung pada impor akan terus dijaga agar harganya tak melonjak meski dolar AS tembus Rp 17.500/USD. Ia memastikan pemerintah akan turun tangan jika harga pangan melampaui harga eceran tertinggi (HET), melalui skema subsidi dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

3. Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil tinjauan berkala terhadap pasar saham Indonesia, untuk periode Mei 2026 yang berlaku efektif 1 Juni. Penyedia indeks global itu mengeluarkan 6 saham dalam MSCI Global Standard Indexes, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Namun, AMRT dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes. Selain itu, MSCI mengeluarkan 13 saham dari MSCI Small Cap Indexes.

Kabar baiknya, MSCI mempertahankan Indonesia di kelompok emerging markets bersama negara-negara lain seperti China, India, Korea, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Thailand. Sebelumnya MSCI sempat membuka kemungkinan reklasifikasi status Indonesia dari emerging markets menjadi frontier markets.

Pjs Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan, penyesuaian atas bobot saham oleh MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi yang dilakukan Self Regulatory Organization (SRO) dan regulator pasar modal. Ia optimistis, untuk jangka panjang hal itu akan berdampak positif.

Menurut Mirae Asset Sekuritas, dampak penyesuaian ini adalah penurunan bobot. Bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets diperkirakan menyusut dari sebelumnya 0,7% menjadi 0,5%, di mana ada penurunan 27% point-to-point. Potensi outflow dari gabungan investor aktif dan pasif akibat eksklusi ini mencapai USD 1,7 miliar. Bagi pasar, risiko buruk mengenai reklasifikasi Indonesia ke frontier market saat ini telah hilang. Mirae memproyeksikan sentimen akan pulih secara bertahap.

Menyusul pengumuman MSCI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 1% pada perdagangan hari ini. Pada penutupan sesi I perdagangan, indeks turun 124,36 poin atau -1,81% ke level 6.734,54. Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, indeks gabungan minus 135 ke posisi 6.723. Asing membukukan net sell sekitar Rp 1 triliun.

HUKUM

1. Kejaksaan Agung hari ini memamerkan gunungan uang pecahan 100.000, sejumlah Rp 10,27 triliun. Uang tersebut merupakan hasil penagihan denda administratif kehutanan yang dilakukan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Menurut Jaksa Agung ST Burhanuddin, uang tersebut merupakan bukti nyata hasil kerja penegakan hukum dan pengembalian aset negara dari sektor kehutanan dan sumber daya alam.

Presiden Prabowo dalam acara penyerahan uang Rp 10,27 triliun itu mengaku senang diundang hadir. Ia mengungkapkan, masih ada lagi uang Rp 39 triliun yang dalam penguasaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ia menyebut, uang tersebut mungkin hasil dari kejahatan korupsi maupun tindak pidana lainnya.

Kejagung tercatat di waktu lalu 2 kali memamerkan tumpukan uang. Pada 24 Desember 2025 menampilkan timbunan uang Rp 2,34 triliun hasil dari penagihan denda administratif penyalahgunaan kawasan hutan. Kemudian pada 10 April 2026 memamerkan uang tunai Rp 11,4 triliun yang didapat dari hasil sitaan dan penyelamatan keuangan negara.

2. Serombongan pengemudi ojek online berseragam Gojek hari ini menghadiri sidang tuntutan hukuman kepada mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim, yang menjadi terdakwa korupsi kasus pengadaan laptop chromebook dan chromebook device management (CDM). Mereka memberi semangat kepada Nadiem, pendiri Gojek. Nadiem menyatakan dakwaan jaksa mengada-ada, dan mengaku tidak menerima uang sepeser pun dari pengadaan tersebut, justru menombok dengan uang pribadi selama menjabat sebagai menteri.

3. Majelis Kehormatan Partai Gerindra akan menggelar sidang etik terhadap seorang anggota partainya yang duduk sebagai anggota DPRD Jember, Jawa Timur, Ahmad Syahri As Sidiqi. Kata Ketua Majelis Habiburokhman, sidang akan digelar pada Jumat, 15 Mei 2026. Anggota DPRD tersebut tertangkap kamera sedang bermain game di handphone sembari merokok saat rapat berlangsung. Rekaman ulahnya itu menjadi viral, dan menuai banyak kecaman publik.

POLITIK

Komisi II DPR belum membentuk panitia kerja (panja) yang bertugas untuk membahas revisi UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Alasannya, kata Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima, masih menunggu keputusan pimpinan DPR. Revisi UU tersebut perlu dilakukan untuk mengakomodasi sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, kata Bima, Komisi II DPR sudah beberapa kali mengundang pakar, akademisi, dan organisasi kepemiluan, untuk menyerap aspirasi revisi UU Pemilu.

TRENDING MEDSOS

1. “Pesta Babi” masih trending di X. Terutama tentang pelarangan nonton bareng di kampus Universitas Khairun, Ternate, oleh aparat militer.

2. Topik ekonomi, Rupiah dan MSCI trending di X hari ini. Rupiah masih melanjutkan pelemahan hari ini. Sementara lembaga penyedia indeks global MSCI hari ini mengumumkan hasil review-nya untuk bulan Juni. Mereka mengeluarkan 6 saham Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes, dan 13 saham dari MSCI Small Cap Indexes.

3. Kata “Ibu Kota Indonesia” menjadi kata yang banyak dicari di Google hari ini. Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materiil UU No. 3/2022 tentang Ibu Kota Negara. MK menegaskan, saat ini DKI Jakarta masih Ibu Kota RI, sebelum ada Keppres mengenai pemindahan ibu kota.

HIGHLIGHTS

1. Pimpinan DPR sebaiknya segera memberi lampu hijau kepada Komisi II DPR untuk membahas revisi UU Pemilu, mengingat batas waktu keberadaan UU adalah tahun 2026. Jika kehadiran UU hasil revisi itu molor dari jadwal, tentu akan mengganggu proses pelaksanaan pemilu tahun 2029.

2. Hari ini ekonomi Indonesia mendapat dua pukulan sekaligus yang saling memperburuk: rupiah bertahan di atas Rp 17.500/USD dan MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari indeks globalnya, memicu potensi outflow USD 1,7 miliar dan IHSG anjlok lebih dari 1%. Keduanya bukan kejadian terpisah. Keduanya adalah cerminan dari satu masalah yang sama: kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia sedang diuji, dan hasilnya tidak menggembirakan. Ketua Apindo mengingatkan bahwa 70% bahan baku manufaktur adalah impor dan berkontribusi 55% dalam struktur biaya produksi. Artinya, setiap pelemahan rupiah langsung menghantam margin pengusaha, dan dalam kondisi daya beli yang belum pulih, mereka tidak punya banyak ruang untuk menaikkan harga tanpa kehilangan pembeli. Sementara itu, Kejagung memamerkan Rp 10,27 triliun hasil penagihan denda kehutanan sebagai sebuah tontonan yang dramatis, dan Presiden menyebut masih ada Rp 39 triliun lagi di PPATK yang diduga hasil kejahatan. Angka-angka ini seharusnya membuat kita marah, bukan kagum, karena itu adalah uang negara yang selama ini dicuri dari ruang fiskal yang seharusnya bisa digunakan untuk menstabilkan ekonomi. Yang sedikit menghibur: MSCI memilih tidak menurunkan status Indonesia ke frontier market. Ini sebuah bencana yang berhasil dihindari, meski dengan selisih tipis. Dan jika reformasi pasar modal yang sedang berjalan dieksekusi sungguh-sungguh, bukan sekadar dijadikan pembenaran atas eksklusi hari ini, maka kepercayaan investor masih bisa direbut kembali, perlahan.

SUMBER

BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Rabu, 13 Mei 2026

Pengumuman: sehubungan libur nasional Kenaikan Yesus Kristus, Kamis, 14 Mei 2026, Brief Update tidak terbit.

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 942

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *