POLITIK
1. Prajurit TNI yang bertugas di Lebanon menjadi korban perang antara Israel dan milisi Hizbullah. Seorang prajurit bernama Praka Farizal Rhomadhon tewas, 1 prajurit luka berat, dan 2 lainnya luka ringan. Mereka menjadi korban ketika sebuah meriam menimpa markas pasukan Indonesia di Kota Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu malam waktu setempat atau Senin dini hari (30/3/2026).
Mereka anggota pasukan Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon. Pasukan PBB ini bertugas sejak 1978 berdasarkan Resolusi Dewan PBB No. 425 dan No. 426. Tugas utama pasukan ini untuk memastikan penarikan mundur pasukan Israel dari Lebanon Selatan. Ada puluhan negara yang menyumbangkan prajuritnya dalam UNIFIL. Indonesia tercatat pernah menjadi penyumbang pasukan terbanyak, mencapai 1.200 orang.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan yang menimbulkan korban di pihak UNIFIL. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga sudah menyuarakan sikap serupa. Serangan yang menimpa kontingen pasukan Indonesia itu terjadi akibat dari eskalasi perang antara tentara Israel versus Hizbullah, seiringan perang AS-Israel lawan Iran. Hizbullah merupakan sekutu Iran di Lebanon.
2. Komisi XIII DPR dan wakil dari pemerintah membahas Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban (RUU PSDK) dalam pembicaraan tingkat I hari ini. Dari pihak pemerintah diwakili oleh Wakil Menteri Hukum Eddy Hiariej dan Wakil Menteri HAM Mugiyanto. Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya menjelaskan, pembahasan RUU tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Presiden kepada DPR pada 6 Februari 2026 mengenai permintaan pembahasan RUU itu.
EKONOMI
1. Survei Policy Research Center (Porec) menunjukkan, sebanyak 80% responden yang mayoritas penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mendukung program ini dilanjutkan. Survei yang dilakukan pada Maret ini melibatkan 1.168 responden, dengan 80,4% di antaranya penerima atau keluarga penerima MBG. Sebanyak 88,5% responden menilai keuntungan MBG mengalir ke elite/pejabat politik (44,5%), pengelola SPPG (44%), sementara anak-anak dan keluarga hanya 6,5%, dan menjawab tidak tahu 5%.
Menurut Porec, distribusi manfaat yang timpang ini diduga terkait pola penggelembungan atau mark up biaya. Lalu juga pengadaan yang tidak transparan dan adanya hubungan politik antara pengelola program dengan mitra penyedia makanan. Rantai rente terbentuk dari pusat hingga ke dapur, sehingga kualitas dan jatah makanan turun di penerima akhir. Porec menilai kondisi ini hanya bisa diperbaiki melalui audit menyeluruh terhadap anggaran MBG, dan pembongkaran struktur birokrasi yang membuka peluang penyimpangan.
2. Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) merevisi ke bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 dan 2027. Dalam laporan terbarunya, OECD memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,8% pada 2026 dan 5% pada 2027. Sebelumnya, pada Desember 2025, OECD memperkirakan ekonomi RI bisa tumbuh 5% pada 2026 dan 5,1% pada 2027. Proyeksi OECD ini lebih rendah dari asumsi makro APBN 2026, sebesar 5,4%. Bahkan jauh di bawah target Menkeu Purbaya sebesar 6% tahun ini.
Tak hanya Indonesia, hampir semua negara mengalami revisi penurunan proyeksi pertumbuhan akibat perang di Timur Tengah. India bahkan diperkirakan hanya tumbuh 6,1% dan China diprediksi melambat hingga 4,4%. Sementara itu, secara global, OECD memperkirakan ekonomi melambat hingga 4,8% pada 2026. OECD juga mengingatkan gangguan berkepanjangan terhadap pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz atau penutupan fasilitas minyak dan gas yang berkelanjutan, dapat menyebabkan hasil yang jauh lebih buruk.
3. Harga BBM non-subsidi diperkirakan bakal naik mulai 1 April, seiring tekanan harga minyak dunia dan meningkatnya beban kompensasi energi dalam negeri. Direktur Celios Bhima Yudhistira memperkirakan kenaikan Pertamax dan Pertamina Dex sekitar Rp 1.500-2.000 per liter, dipicu lonjakan kompensasi yang ditanggung Pertamina. Tanpa realokasi APBN, selisih antara harga keekonomian dan harga jual BBM semakin besar. Ia menilai kondisi ini juga berpotensi menyeret harga BBM subsidi yang berdampak ke semua sektor ekonomi, terutama pangan.
Sementara Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, memprediksi harga Pertamax bakal naik ke Rp 13.500-14.500 per liter dari saat ini Rp 12.390 per liter. Ia juga memprediksi harga BBM bersubsidi Pertalite bisa melonjak menjadi Rp 10.500-11.000 per liter jika pemerintah memutuskan tidak menahan harga BBM bersubsidi tersebut.
Harga minyak dunia kembali naik pada awal pekan ini. Pada pukul 09.40 WIB hari ini, harga minyak jenis Brent tercatat USD 116,6/barel sementara West Texas Intermediate (WTI) tembus USD 102,88/barel. Pada Jumat pekan lalu, harga Brent masih USD 112,57/barel, sementara WTI di USD 99,64. Jika ditarik sejak awal pekan lalu, lonjakan terlihat semakin signifikan, dari level USD 99,94 pada 23 Maret, menjadi di atas USD 116 saat ini.
4. Mulai hari ini, Bank Indonesia (BI) resmi mengimplementasikan instrumen baru dalam operasi moneter, yakni penggunaan Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI) sebagai agunan atau underlying dalam transaksi valas. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari penguatan strategi operasi moneter yang berorientasi pasar atau pro-market.
Kehadiran instrumen ini, menurut Erwin, dapat memberikan alternatif tambahan bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas, khususnya likuiditas valas. Selain itu, penambahan fitur repo kepada BI semakin memperkuat karakteristik SVBI dan SUVBI sebagai high quality liquid assets (HQLA). Melalui penguatan instrumen ini, aktivitas pasar sekunder SVBI dan SUVBI diharapkan semakin meningkat.
TRENDING MEDSOS
1. Kata “UNIFIL” dan “Lebanon” trending di X, terkait serangan militer Israel terhadap markas kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr di Lebanon Selatan. Seorang anggota TNI tewas, dan tiga lainnya luka. Kemlu RI mengutuk keras serangan Israel tersebut, serta menyerukan penyelidikan menyeluruh dan transparan.
2. Kata “Jaksa” trending di X. Warganet menyoroti dakwaan yang disusun jaksa terhadap videografer Amsal Sitepu dalam kasus dugaan mark up proyek video Profil Desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Komisi III DPR meminta majelis hakim mempertimbangkan vonis bebas Amsal, dan meminta Kejaksaan Agung mengevaluasi jaksanya.
3. “Harga BBM” menjadi salah satu isu paling dicari di Google. Pemerintah diperkirakan akan menaikkan harga BBM non-subsidi pada April, menyusul tingginya harga minyak dunia. Sejumlah ekonom, meramalkan harga Pertamax bakal naik menjadi Rp 13.500-14.500 per liter, sementara harga BBM bersubsidi Pertalite berpotensi naik ke Rp 10.500-11.000 per liter.
HIGHLIGHTS
1. Hasil survei dari Policy Research Center (Porec) yang menunjukkan, sebanyak 80% responden yang mayoritas penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mendukung program ini dilanjutkan, jelas membantah klaim pemerintah yang selalu menyatakan MBG bermanfaat bagi penerima. Berbagai kalangan di luar pemerintah pun sudah gencar bersuara bahwa program tersebut hanya demi keuntungan kalangan terbatas saja, dengan menggunakan jargon populisme.
2. Yang akan diputuskan Pemerintah Indonesia terkait serangan Israel yang menelan korban anggota TNI sebagai pasukan penjaga perdamaian, saat ini ditunggu banyak pihak. Ketegasan sikap atau justru pemakluman yang akan diputuskan. Itu akan menjadi jawaban jelas di mana posisi Indonesia saat ini dalam menjalankan amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Apalagi saat ini Presiden Prabowo sudah membawa Indonesia bermain di tubir jurang ketika bersikeras bergabung dalam BoP yang dimotori Amerika Serikat dan Israel.
3. Data hari ini menegaskan paradoks kebijakan: program populis yang mahal justru kehilangan legitimasi sosial, sementara tekanan fiskal dan eksternal kian menguat. Survei yang menunjukkan 80% penerima tidak mendukung kelanjutan MBG, serta persepsi bahwa manfaatnya dinikmati elite, mengindikasikan bukan sekadar masalah implementasi, tetapi kegagalan desain tata kelola yang membuka ruang rente dari pusat hingga dapur. Pada saat yang sama, revisi turun proyeksi pertumbuhan oleh OECD dan lonjakan harga minyak dunia ke atas USD 110/barel mempersempit ruang fiskal dan meningkatkan tekanan inflasi, yang kini mulai diterjemahkan pasar dalam ekspektasi kenaikan harga BBM. Jika ini terjadi, dampaknya akan menjalar ke biaya hidup dan pangan, memperdalam kerentanan rumah tangga. Di tengah itu, ketidakpastian hukum dan geopolitik —dari serangan terhadap pasukan Indonesia di Lebanon hingga polemik penegakan hukum di dalam negeri— ikut membentuk persepsi risiko yang lebih luas terhadap ekonomi Indonesia. Namun masih ada ruang koreksi: langkah BI memperkuat instrumen moneter valas menunjukkan kesiapan menjaga stabilitas pasar keuangan, dan tekanan publik terhadap MBG membuka peluang untuk audit menyeluruh serta realokasi anggaran ke program yang lebih tepat sasaran. Pada akhirnya, tantangan utama bukan kekurangan sumber daya, melainkan keberanian untuk menghentikan kebijakan yang tidak efektif dan memulihkan kepercayaan sebagai fondasi ekonomi.
SUMBER
BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Senin, 30 Maret 2026





