Top Three Things – 11 November 2025

Global

Sentimen risk-on kembali menguat seiring meningkatnya peluang tercapainya resolusi penutupan pemerintahan AS dalam minggu ini. Pasar saham AS dan global mengalami relief rally, sementara emas, perak, dan Bitcoin turut menguat. Tiga indeks utama AS ditutup menguat antara 0,81% hingga 2,27%, dipimpin oleh saham teknologi setelah CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan bahwa permintaan AI tetap kuat, sehingga meredakan kekhawatiran terkait valuasi sektor teknologi. Kurva imbal hasil UST mengalami bear flattening seiring meredanya aliran aset aman, sementara indeks dolar bergerak relatif datar. Harga emas menguat untuk hari keempat berturut-turut dan menembus US$4.046/oz, sementara PBoC melaporkan peningkatan kepemilikan emas untuk bulan ke-12 berturut-turut. Di Tiongkok, Dewan Negara mengumumkan paket kebijakan baru untuk mendorong investasi swasta. Dari sisi bank sentral, risalah pertemuan BoJ bulan Oktober menunjukkan bahwa sebagian besar anggota dewan sepakat perlunya kenaikan suku bunga pada akhirnya, meskipun tidak melihat urgensi untuk bertindak pada pertemuan terakhir. Para anggota ingin memastikan keberlanjutan momentum kenaikan upah dan kekuatan inflasi inti sebelum melakukan pengetatan lebih lanjut. Wakil Gubernur RBA Hauser menilai perekonomian Australia berada mendekati laju pertumbuhan tren, sehingga hambatan sisi penawaran dapat membatasi ruang untuk pemangkasan suku bunga. Di AS, Wakil Ketua The Fed Jefferson menyebut peluang pemangkasan suku bunga Desember masih “ close call ”, sementara Presiden Fed San Francisco Daly memperingatkan risiko mempertahankan suku bunga terlalu tinggi terlalu lama di tengah pelemahan permintaan. Dari sisi data, indeks leading Jepang naik 1,0 poin ke 108 pada September sesuai ekspektasi, sementara Sentix investor confidence Zona Euro turun mengejutkan menjadi -7,4 (vs konsensus -4,0).

Fokus hari ini

Kalender ekonomi Asia Pasifik hari ini mencakup indeks kepercayaan konsumen Westpac Australia untuk November (+12,8% MoM), indeks kepercayaan bisnis NAB untuk Oktober (level 6), ekspektasi inflasi dua tahun kuartal terakhir Selandia Baru, neraca transaksi berjalan Jepang untuk September (JPY4.483 miliar), dan ekspor 10-hari Korea Selatan yang tumbuh 6,4% YoY. Pada sesi malam, pasar akan mencermati data pasar tenaga kerja Inggris untuk September, survei ZEW Jerman, serta indeks optimisme usaha kecil NFIB AS.

Indonesia

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat menjadi 121,2 pada Oktober dari 115,0 pada September. Penguatan tercatat pada kedua subindeks, yaitu kondisi ekonomi saat ini (109,1 vs 102,7) dan ekspektasi konsumen (133,4 vs 127,2). Konsumen menunjukkan optimisme yang lebih kuat terhadap pendapatan, peluang kerja, serta prospek aktivitas usaha dalam enam bulan mendatang.

Disclaimer ON

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 795