Pelimpahan Kasus Jampidsus Jadi Polemik, Harga Beras-Migor Masih Tinggi, dan Tarif Listrik tidak Naik

HUKUM

Pihak Polri yang melakukan penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dan menemukan timbunan harta senilai Rp 476 miliar, tapi Polri justru melepas perkara itu ke Kejaksaan Agung. Pelimpahan perkara itu terjadi setelah Febrie Adriansyah mundur dari jabatan Jampidsus.

Menurut keterangan Kabag Operasional Kortastipidkor Polri Kombes Ahmad Yusuf Afandi, penyidikan 3 dugaan kasus korupsi ke Kejagung dilakukan sesuai mekanisme kerja sama antarpenegak hukum. Ia mengungkap, Polri, Kejagung, dan KPK telah memiliki nota kesepahaman (MoU) yang mengatur koordinasi dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi, termasuk pelimpahan perkara.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai istilah pelimpahan atau pengalihan penyidikan tidak ada dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Karena itu, cara yang ditempuh Polri dan Kejagung tersebut membuka peluang bagi tersangka Febrie Adriansyah untuk menggugat proses penyidikan melalui praperadilan, yang berpotensi status tersangka Febrie gugur, alias terbebas dari perkara.

Pendapat serupa disampaikan peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zaenur Rohman. Proses pelimpahan yang diatur dalam KUHAP, kata Zaenur, adalah pelimpahan ketika berkas perkara sudah lengkap atau P21. Dalam pemahaman umum P21 berarti hasil penyidikan suatu berkas perkara tindak pidana telah lengkap secara formil dan materiil, yang selanjutnya diserahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

Anggota Komisi III DPR Benny K Harman melihat dari aspek lain. Ia mengusulkan penanganan perkara yang menjerat Febrie Adriansyah diserahkan kepada KPK untuk menghindari konflik kepentingan. Karena, Febrie adalah bekas petinggi Kejagung tapi disidik oleh institusinya sendiri. Supaya penanganan kasus itu bisa objektif, terbuka, dan tuntas, kata Benny, sebaiknya ditangani KPK.

POLITIK

1. Dalam suasana hiruk-pikuk penanganan kasus MBG oleh Kejagung yang menjerat seorang polisi aktif sebagai tersangka, disusul gerak Polri menggerebek rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, serta penggerudukan personel TNI ke Polda Metro Jaya, muncul foto para pemimpin tertinggi lembaga-lembaga itu berfoto bersama dengan salam komando sambil menyatukan tangan.

Mereka adalah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Muhammad Herindra. Momen salam komando itu terjadi pada acara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 di Jakarta, kemarin, yang diisi monolog Presiden Prabowo.

2. Setelah Polri melakukan penyidikan 3 perkara yang menyasar Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka, yang kemudian ditangani Kejagung, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin hari ini mengumpulkan para pejabat negara yang masuk dalam Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Berdasarkan struktur Satgas PKH, yang dipimpin Menhan, posisi Badan Pelaksana PKH dipimpin Jampidsus Kejaksaan Agung. Mengingat Febrie Adriansyah sudah mengundurkan diri dari jabatannya, dan menjadi tersangka, maka person pemimpin Badan Pelaksana PKH belum ada, menunggu keputusan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.

Pada pertemuan di Kemenhan tersebut, petinggi Polri tidak tampak hadir, padahal sejumlah posisi dalam Satgas PKH diduduki unsur dari Polri. Beberapa person yang masuk jajaran Satgas hadir, antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Namun, setelah acara di Kemenhan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit berserta para petinggi bawahannya justru melakukan “safari” ke Mabes TNI menemui Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kepala Staf Angkatan. Selanjutnya ke Kejagung menemui Jakgung Sanitiar Burhanuddin. Kata Kapolri, untuk menunjukkan soliditas.

EKONOMI

1. Nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan hari ini, ditutup di level Rp 18.109/USD, melemah 0,3%. Posisi ini merupakan level terlemah dalam sebulan terakhir. Rupiah sudah tertekan sejak pagi. Dibuka melemah di level Rp 18.075/USD, rupiah sempat menyentuh Rp 18.140/USD. Sementara indeks dolar (DXY) sampai pukul 15.00 WIB menguat tipis ke level 100,985.

Pelemahan rupiah hari ini terutama dipengaruhi oleh tingginya permintaan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian global, setelah pasukan AS dan Iran kembali saling serang pada akhir pekan. Perkembangan itu mengerek harga minyak pada awal perdagangan Asia. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan The Fed dapat menaikkan suku bunga dua kali hingga akhir tahun.

2. Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti harga beras dan minyak goreng masih bertahan di level tinggi pada pekan kedua Juli ini. Sementara komoditas pangan lain, seperti cabai merah, bawang merah, daging ayam, hingga telur ayam, justru turun. Menurut Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, meski kenaikan harga beras dan migor itu relatif rendah, tapi level harganya sudah sangat tinggi. Masyarakat tetap merasa mahal, karena level harganya masih tinggi.

BPS mencatat harga rata-rata nasional minyak goreng kini Rp 20.224 per liter. Harga Minyakita di pasar rakyat pun rata-rata Rp 16.380/liter, melampaui harga eceran tertinggi Rp 15.700/liter. Sementara harga beras secara nasional mencapai Rp 15.499/kg. BPS mencatat kenaikan harga beras pada pekan kedua Juli terjadi di 128 kabupaten/kota, lebih tinggi dari pekan pertama.

3. Presiden Prabowo mengklaim Kopdes Merah Putih (KDMP) berpotensi menggerakkan ekonomi rakyat hingga Rp 233 triliun per tahun. Berpidato di puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, ia mengatakan, dana tersebut akan berputar di desa. Ia juga memperkirakan, pendapatan petani, peternak, dan nelayan akan meningkat hingga Rp 202 triliun per tahun lewat aktivitas KDMP.

Prabowo menargetkan suku bunga untuk program kredit supermikro melalui KDMP sebesar 8% per tahun, diturunkan dari awalnya 22%. Selain simpan pinjam, KDMP juga menyediakan layanan lain, seperti toko sembako, apotek desa yang menjual obat-obat generik lebih murah, logistik desa, cold storage, dan sebagainya. Ia juga memerintahkan seluruh barang bersubsidi disalurkan lewat KDMP.

TRENDING MEDSOS

1. “Tarif listrik” memuncaki pencarian di Google dengan lebih 20.000 pencarian. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulisnya, menetapkan tarif listrik PLN triwulan III (Juli-September) 2026 tidak naik. Sesuai Peraturan Menteri ESDM No. 7/2024, tarif bagi 13 pelanggan nonsubsidi disesuaikan setiap 3 bulan berdasarkan 4 parameter, yakni kurs rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), Inflasi, dan Harga Batu Bara Acuan.

2. Kata “petani” trending di X. Warganet membicarakan pidato Presiden pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas), kemarin. Ia mengaku mendapat laporan bahwa sekarang petani berlibur ke luar negeri.

3. Kata “Yordania” trending di X hari ini. Masih terkait pidato Presiden di Harkopnas. Dalam pidatonya, Prabowo mempersilakan mereka yang melihat Indonesia suram, untuk mencari negara lain saja. Warganet membalas dengan menyinggung Yordania yang disebut-sebut sebagai tempat pelarian Prabowo pasca-1998.

HIGHLIGHTS

1. Polisi menyasar Jampidsus Febrie Adriansyah untuk dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang atas 3 perkara. Febrie pun melepas jabatan jampidsus. Namun, setelah itu pihak Polri menyerahkan penyidikan selanjutnya atas 3 perkara itu kepada Kejagung.

Dengan demikian, Febrie nanti akan disidik oleh anak buahnya sendiri. Jeruk makan jeruk, begitu istilah yang disuarakan publik. Bagaimana penyidikan bisa objektif, mengingat tentu Kejagung punya kepentingan untuk menjaga nama baiknya. Jika hasil penyidikan terlalu dalam, bisa-bisa banyak borok terbuka, yang membuat cemar Kejagung. Begitu kecurigaan publik.

Publik pun masih dibuat penasaran dengan pelimpahan kasus itu dari Polri ke Kejagung. Ada barter perkara kah? Ada kompromi kah? Apa yang dikompromikan? Sudah pasti publik kecewa jika kompromi itu sekadar untuk mengamankan kepentingan masing-masing pihak, bukan untuk kepentingan penegakan hukum.

2. Perkembangan ekonomi hari ini memperlihatkan bahwa persoalan terbesar bukan lagi sekadar pertumbuhan, melainkan kepercayaan. Rupiah yang kembali menembus Rp 18.100 per dolar AS memang dipengaruhi ketidakpastian global dan kenaikan harga minyak, tetapi tekanan eksternal selalu terasa lebih berat ketika kondisi domestik sendiri sedang dipenuhi pertanyaan tentang kualitas tata kelola dan kepastian institusi.

Pada saat yang sama, harga beras dan minyak goreng tetap bertahan di level tinggi sehingga masyarakat menghadapi kenyataan bahwa inflasi yang rendah, di atas kertas belum tentu berarti biaya hidup terasa lebih ringan.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah menawarkan optimisme melalui Koperasi Desa Merah Putih sebagai mesin baru ekonomi rakyat. Namun keberhasilan gagasan sebesar itu akan sangat ditentukan oleh tata kelola, transparansi, dan kemampuan menghindari pemborosan maupun rente yang sejak awal sudah menjadi kekhawatiran publik. Karena itu, ekonomi hari ini tidak kekurangan program atau ambisi, tetapi membutuhkan kredibilitas pelaksanaan.

Kabar baiknya, stabilnya tarif listrik membantu menahan tekanan biaya hidup dan menunjukkan masih adanya ruang kebijakan untuk melindungi daya beli. Namun pada akhirnya, kepercayaan publik dan pasar akan lebih banyak ditentukan oleh kualitas institusi dan kepastian aturan, daripada oleh besarnya janji pertumbuhan yang disampaikan.

SUMBER

BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Senin, 13 Juli 2026

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 1002

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *