Global
Kekhawatiran pasar terkait kemungkinan terjadinya “Fed hawkish cut” meningkat menjelang pertemuan FOMC Desember pekan ini. Investor juga memantau keputusan kebijakan dari bank sentral Australia, Kanada, dan Swiss. Reli pada imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang menekan kinerja saham, sehingga indeks utama AS ditutup melemah (S&P: -0,35%; NASDAQ: -0,14%; Dow: -0,45%). Namun demikian, sektor teknologi mendapat dukungan setelah Nvidia memperoleh persetujuan untuk mengekspor chip H200 ke Tiongkok. Dolar AS menguat, terutama terhadap yen Jepang dan dolar Kanada. Harga emas bergerak turun seiring penguatan dolar, sementara harga minyak menghapus sebagian besar kenaikan minggu sebelumnya. Dari sisi data, produksi industri Jerman pada Oktober tumbuh 1,8% MoM, melampaui ekspektasi, sementara sentimen investor Eurozone (Sentix) meningkat 1,2 poin ke -6,2. Ekspor Tiongkok tetap solid dengan pertumbuhan 5,9% YoY pada November (lebih tinggi dari konsensus 4,0% YoY), didorong peningkatan ke ASEAN, Afrika, dan Amerika Latin yang mampu mengimbangi penurunan ekspor ke AS. Sebaliknya, impor hanya naik 1,9% YoY, lebih rendah dari ekspektasi. Secara kumulatif, surplus perdagangan Tiongkok dalam 11 bulan pertama 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar USD1,08 triliun.
Fokus hari ini
RBA diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya pada level 3,6% untuk pertemuan ketiga berturut-turut. Pernyataan resmi RBA serta konferensi pers Gubernur Bullock diperkirakan akan mendapat sorotan pasar. Kalender data di Asia-Pasifik mencakup rilis data moneter Jepang untuk November, pesanan machine tools, indeks keyakinan bisnis NAB Australia, indeks keyakinan konsumen Indonesia untuk November, serta data perdagangan Taiwan. Sementara itu, pasar global akan menantikan data ekspor Jerman untuk Oktober, indeks utama AS untuk November, dan laporan JOLTS job openings untuk Oktober.
Indonesia
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Pakistan pada 8–9 Desember untuk membahas peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan pertahanan. Dalam kunjungan tersebut, beliau dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Shehbaz Sharif, Presiden Asif Ali Zardari, serta para pemimpin militer Pakistan guna memperluas kerja sama di sektor investasi, kesehatan, teknologi, iklim, dan pendidikan, dengan sejumlah MoU yang diperkirakan akan ditandatangani. Perdagangan bilateral Indonesia–Pakistan mencapai USD3,3 miliar pada sepuluh bulan pertama 2025, terutama didorong oleh ekspor Indonesia, khususnya minyak sawit, di bawah perjanjian perdagangan preferensial sebagaimana dilaporkan oleh The Jakarta Globe.
Disclaimer ON





