EKONOMI
1. Seperti diduga, pasca-kenaikan harga BBM nonsubsidi, 10 Juni 2026, terjadi perubahan konsumsi BBM. Konsumen ramai-ramai pindah ke BBM subsidi.
Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto mengungkapkan, pada Juli penyaluran Pertalite naik 9,4% atau sekitar 7.129 kiloliter (kl) per hari, sementara penyaluran Pertamax turun 18% atau 4.476 kl per hari dibandingkan periode Januari-Mei. Pangsa konsumsi Pertalite naik 4,9% menjadi 80,4% dari sebelumnya 75,4%, sedangkan Pertamax turun 4,4% jadi 18,4% dari sebelumnya 23,2%.
Sementara rata-rata penyaluran solar pada Juli 2026 naik 13,9% atau 6.725 kl per hari dari rata-rata normal. Pada waktu yang sama, produk Dex Series penyalurannya turun 6,4% atau 232 kl per hari dari rata-rata normal. Sehingga, proporsi konsumsi solar naik 1,2% menjadi 94,2% dari sebelumnya 93%. Sementara itu, pangsa konsumen Dexlite turun 0,6% menjadi 3,5% dari sebelumnya 4,1%.
2. Bank Indonesia (BI) melaporkan, aktivitas manufaktur kuartal II-2026 masih ekspansif, meski melambat dibanding kuartal sebelumnya. Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia (PMI-BI) kuartal II-2026 sebesar 51,43%, masih di zona ekspansif (di atas 50%). Namun, melambat dibanding kuartal I-2026 sebesar 52,03%. Capaian ini juga menjadi terendah dalam setahun terakhir.
Mayoritas komponen berada pada fase ekspansi, yakni Volume Produksi (53,81%), Volume Persediaan Barang Jadi (53%), dan Volume Total Pesanan (52,77%). Kendati demikian, ada dua komponen yang masih berada di zona kontraksi (<50%), yaitu kecepatan penerimaan barang input (47,46%) dan jumlah tenaga kerja (48,65%).
Untuk kuartal III-2026, aktivitas manufaktur diperkirakan bangkit dengan proyeksi PMI-BI di 52,32%. Jika terwujud, maka akan menjadi yang tertinggi sejak kuartal I-2024 atau lebih dari dua tahun terakhir.
3. BI juga melaporkan kinerja kegiatan usaha kuartal I-2026 yang meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 12,97% pada kuartal II-2026, lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2026 yang sebesar 10,11%.
Meningkatnya kegiatan usaha tersebut didorong oleh kenaikan kinerja mayoritas lapangan usaha (LU) utama, yakni LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (SBT 1,74%), LU Pertambangan dan Penggalian (SBT 0,37%), dan LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 0,50%).
Kapasitas produksi terpakai tercatat 73,80%, meningkat dibandingkan kuartal I sebesar 73,33%. Sementara kondisi keuangan dunia usaha secara umum tetap baik, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang masih mudah. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih (SB) likuiditas sebesar 15,03%, meski lebih rendah dibandingkan kuartal I sebesar 17,05%.
Pada kuartal III-2026, BI memprakirakan SBT kegiatan usaha 2026 akan berada di level 11,75% atau lebih rendah dari kuartal II-2026.
4. Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan keuntungan Kopdes Merah Putih (KDMP) bisa mencapai Rp 597 juta/tahun/desa, hanya lewat penyaluran barang subsidi, seperti gas LPG 3 kg, pupuk, dan beras. Angka itu merupakan proyeksi dari penyaluran barang subsidi sebanyak 100%, sesuai arahan Presiden. Tadinya, ia memperhitungkan hanya menyalurkan barang subsidi 30%-50%.
Meski begitu, Joao memastikan usaha lokal, termasuk warung di desa tetap terjamin. KDMP dirancang agar seluruh barang yang diproduksi di industri, bisa dijual dengan harga murah. Warung – yang selama ini terkendala rantai distribusi yang panjang sehingga harga barangnya mahal – bisa mengambil dari KDMP.
Sementara, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, menjamin penyaluran barang subsidi oleh Kopdes Merah Putih tak akan mematikan agen-agen, seperti agen LPG di desa. Hal itu, kata Ferry, akan diatur lebih lanjut melalui kementerian/lembaga terkait.
Selain barang subsidi, Kopdes Merah Putih juga ditugaskan menyalurkan berbagai bantuan pemerintah, di antaranya bantuan 10 kg beras Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tunai untuk masyarakat miskin desil 1 dan 2, serta bantuan pertanian. Kopdes juga bisa berperan sebagai outlet jasa layanan dari perbankan.
POLITIK
1. Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP Mufti Anam meminta konfirmasi kepada Menkop Ferry Juliantono, mengenai kabar santer di media sosial yang menyoal anggaran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebesar Rp 1,8 triliun untuk pengadaan kipas angin sebanyak 1,8 juta unit. Mufti menanyakan hal itu saat rapat Komisi VI dengan Menkop Ferry, yang kemudian merespons bahwa kementeriannya tidak menganggarkan belanja kipas angin.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, lantas menyahut. Ia tidak menjawab tegas apakah Agrinas menganggarkan belanja kipas angin sebanyak itu, tapi justru mempertanyakan sikap Mufti. Ia menilai, anggota DPR itu asal bicara tanpa data, yang dinilainya justru merendahkan martabat DPR. Urusan segala pengadaan KDMP berada di bawah Agrinas, yang mendapat mandat dari Presiden.
2. Admin akun media sosial X @TheKerupuk, Risyad Azhary alias Icad, ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran UU Transaksi Elektronik (ITE) oleh Polres Metro Tangerang Kota, Banten. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang menjalankan pendampingan hukum bagi Ical, menilai penetapan tersangka itu terlalu cepat.
Menurut LBH Jakarta, kemarin, pelaporan itu dilakukan oleh seorang mahasiswa pada 11 Juli 2026. Si pelapor menilai meme kritik terhadap pemerintah yang diunggah Ical melanggar Pasal 32 ayat (1) UU ITE yang mengatur larangan mengubah, menambah, mengurangi, atau merusak informasi/dokumen elektronik orang lain tanpa hak.
Ical lantas ditangkap polisi Polres Metro Tangerang Kota, lantas ditetapkan sebagai tersangka dalam waktu kurang dari 24 jam. Penahanan terhadap Ical mengundang reaksi keras di media sosial. Ia akhirnya dibebaskan setelah mengalami penahanan selama 3 hari.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, mengecam penangkapan dan penahanan terhadap Ical. Ia menilai, penanganan perkara itu merupakan bentuk kriminalisasi terhadap kebebasan berekspresi.
HUKUM
Polisi hari ini mengabarkan bahwa gepokan duit dolar AS, Singapura, dan rupiah, serta 74 kg emas yang ditemukan di rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jabar, semuanya asli. Total harta senilai sekitar Rp 476 miliar itu ditemukan polisi saat menggeledah rumah itu pada Minggu malam, 8 Juli lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto hari ini mengabarkan, bukti keaslian harta itu sudah didapat dari otoritas penegak hukum AS terkait uang dolar, dan dari Pegadaian terkait emas. Semua barang bukti tersebut hari ini diserahkan kepada Kejagung untuk bukti penyidikan Febrie, dan seorang tersangka bernama Don Ritto, yang diduga terkait dengan perkara Febrie.
SOSIAL
DKI Jakarta dan Jawa Barat tercatat sebagai daerah yang terbanyak jumlah pengaduan kekerasan terhadap perempuan. Berdasarkan data aduan sepanjang semester pertama tahun ini yang masuk ke Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), di DKI Jakarta tercatat 561 kasus, kemudian Jawa Barat 457 kasus.
Jumlah tersebut, menurut Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah, merupakan bagian dari 1.833 pengaduan atau rata-rata 10 laporan setiap hari, yang masuk ke lembaganya dari berbagai provinsi. Pengaduan tersebut disampaikan melalui berbagai akun media sosial dan email yang disediakan oleh Komnas Perempuan.
TRENDING MEDSOS
1. Kata “tenggelam” masuk 3 besar daftar pencarian di Google. Memasuki hari ketiga, Basarnas memperluas area pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, dengan mengerahkan kapal penyelamat dan pesawat patroli udara. Hingga Jumat, masih ada 24 korban yang hilang.
2. Nama Qodari dan Fatimah trending di X. Warganet membahas perdebatan panas antara Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI M Qodari dengan Wakil Ketua BEM UI Fatimah Az-Zahra di acara talkshow Dua Sisi TV One.
3. Kata “menteri PU” trending di X, masih terkait isu mutasi pegawai Kementerian PU usai bocornya surat dinas yang memperlihatkan anak dan istri Menteri PU ikut dalam kunjungan dinas ke AS. Beberapa warganet kena doxing usai mengomentari Menteri PU.
HIGHLIGHTS
1. Penanganan perkara eks Jampidsus Febrie oleh Kejagung mulai memasuki tahap krusial, setelah hari ini pihak kepolisian menyerahkan barang-barang bukti. Publik akan sangat menaruh perhatian bagaimana proses penyidikan Febrie di “rumahnya” sendiri itu bakal bisa objektif.
2. Untuk menyelesaikan polemik ‘kipas angin 1,8 triliun’, pihak Agrinas seharusnya tidak perlu menyerang pribadi anggota DPR, melainkan cukup membuka data pengadaan (jika memang ada), atau memberikan pernyataan resmi berisi bantahan/penjelasan logis atas angka tersebut. Sebaliknya, DPR juga perlu memastikan data yang dibawa dalam rapat resmi adalah data valid agar fungsi pengawasan tidak kehilangan marwahnya.
3. Perkembangan ekonomi hari ini memperlihatkan gejala yang semakin jelas: daya tahan ekonomi masyarakat mulai bergeser dari peningkatan kesejahteraan menuju strategi bertahan hidup. Perpindahan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi setelah kenaikan harga, menunjukkan bahwa sebagian rumah tangga semakin sensitif terhadap tekanan biaya hidup. Di saat yang sama, manufaktur dan kegiatan usaha memang masih berada di zona ekspansi, tetapi laju pertumbuhannya melambat dan penyerapan tenaga kerja manufaktur masih berada dalam zona kontraksi. Artinya, ekonomi masih tumbuh, namun belum cukup kuat untuk menciptakan rasa aman yang merata di pasar kerja.
Dalam konteks itu, proyeksi keuntungan besar KDMP dari distribusi subsidi dan bantuan sosial patut dicermati secara hati-hati. Ketika semakin banyak fungsi ekonomi, distribusi, dan perlindungan sosial dipusatkan pada satu instrumen, pertanyaan utamanya bukan lagi seberapa besar potensi keuntungan yang bisa dihitung di atas kertas, melainkan apakah kapasitas tata kelola, akuntabilitas, dan pengawasannya mampu mengimbangi ambisi tersebut. Apalagi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap integritas institusi, mulai dari kasus korupsi pejabat penegak hukum hingga kekhawatiran atas menyempitnya ruang kritik.
Kabar baiknya, indikator dunia usaha masih menunjukkan likuiditas yang sehat, kapasitas produksi yang meningkat, dan ekspektasi perbaikan pada kuartal berikutnya. Namun seperti sering terjadi, tantangan terbesar bukan menjaga pertumbuhan tetap positif, melainkan memastikan bahwa pertumbuhan itu benar-benar diterjemahkan menjadi pekerjaan, kepercayaan, dan rasa aman bagi masyarakat luas.
SUMBER
BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Jumat, 17 Juli 2026





