Prabowo Klain Demo Dikendalikan Asing, Koperasi Desa akan Produksi Genteng, dan IHSG Terus Melemah

POLITIK

1. Presiden Prabowo menuding ada kelompok-kelompok yang dikendalikan oleh kekuatan asing untuk menciptakan kerusuhan melalui demo-demo, untuk mencelakakan bangsa dan negara. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara ‘Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026’ di Sentul, Bogor, Jabar, hari ini. Prabowo mengaku punya bukti, dan tidak akan ragu menindak mereka. Ia bilang, jika mereka tidak suka dengan dirinya, sebaiknya bersiap untuk berlaga dalam Pilpres 2029.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo juga mengabarkan akan meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Salah satu bagian dari program tersebut adalah gentengisasi, yaitu mengganti atap rumah warga dari seng ke genteng. Alasannya, atap seng panas dan berkarat. Ia ingin semua rumah di Indonesia menggunakan genteng yang terbuat dari tanah liat supaya terlihat indah. Ia menyebut genteng lebih murah karena terbuat dari tanah. Karena itu, ia akan memerintahkan Koperasi Desa Merah Putih untuk memproduksi genteng tanah liat.

Berdasarkan laporan Badan Gizi Nasional (BGN), angka keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya 0,007%. Sehingga, kata Presiden Prabowo dalam acara itu, secara keseluruhan program ini harus dinyatakan sukses. Prabowo mengeklaim program ini mendapat perhatian internasional. Para ahli Gedung Putih tengah mempelajari MBG Indonesia. Rockefeller Institute juga menilai MBG sebagai investasi terbaik yang dapat dilakukan suatu negara. Ia menambahkan, 1 juta lapangan kerja tercipta dari 22.275 dapur SPPG.

2. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) merasa heran dengan penerapan status “honorer” hanya pada profesi guru, sedangkan pada profesi atau kepegawaian institusi lain tidak ada seperti TNI, Polri, jaksa, hakim, dan anggota DPR. Keheranan itu terlontar dari anggota pengurus PGRI dalam audiensi dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR di Jakarta, hari ini. Dalam acara tersebut PGRI memaparkan aneka ketidakadilan oleh negara yang diderita guru. PGRI pun mendesak Baleg DPR menyusun Undang-Undang Perlindungan Guru.

EKONOMI

1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup pada angka 7.992, anjlok 407 poin alias minus 4,89% dibandingkan penutupan Jumat lalu. Dengan demikian, sejak Kamis lalu IHSG sudah turun lebih dari 12%. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, pergerakan IHSG masih rawan koreksi dengan skenario terburuk di 7.000.

Pengelola aset asal Jepang, Nomura, juga menurunkan rekomendasi saham Indonesia dari overweight menjadi netral. Penurunan rekomendasi tersebut didasarkan pada meningkatnya risiko terkait investabilitas serta potensi arus keluar dana dari investor pasif, menyusul peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai kemungkinan penurunan status Indonesia dari kategori emerging market. Sebelumnya, Goldman Sachs menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight. Sementara UBS Group AG memangkas menjadi netral dari overweight.

2. S&P Global merilis Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia di level 52,6 pada Januari 2026, meningkat dari Desember 2025 yang 51,2. Dengan begitu, PMI Manufaktur Indonesia berada di zona ekspansi (>50) selama 6 bulan berturut-turut. S&P Global mencatat peningkatan produksi dan pesanan baru menjadi pendorong utama peningkatan PMI pada periode Januari 2025.

Permintaan domestik masih menjadi penopang utama aktivitas manufaktur. Kinerja ekspor masih tertekan dan melanjutkan tren penurunan selama 5 bulan berturut-turut, imbas dari kebijakan tarif. Di sisi lain, produksi manufaktur terus meningkat selama 3 bulan beruntun. Namun, S&P Global mencatat adanya penurunan jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur pada Januari 2026.

3. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Desember 2025 mencatatkan surplus USD 2,51 miliar, lebih rendah dibandingkan November 2025 yang surplus USD 2,66 miliar. Dengan begitu Indonesia mencatatkan surplus perdagangan selama 68 bulan beruntun sejak Mei 2020. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, nilai ekspor Desember 2025 mencapai USD 26,35 miliar, tumbuh 11,64% (yoy). Sementara, impor sebesar USD 23,83 miliar, naik 10,81% (yoy). Surplus terutama ditopang komoditas nonmigas yang tercatat sebesar USD 4,60 miliar.

Secara kumulatif, sepanjang Januari-Desember 2025, neraca perdagangan mencatatkan surplus sebesar USD 41,05 miliar. Angka ini meningkat USD 9,72 miliar dibandingkan surplus pada periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar USD 31,33 miliar. Surplus sepanjang Januari-Desember 2025 terutama ditopang oleh komoditas nonmigas sebesar USD 60,75 miliar, sementara komoditas migas masih mencatatkan defisit sebesar USD 19,70 miliar.

4. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2026 menunjukkan deflasi sebesar 0,15% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm), dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75. Secara tahunan (yoy) Indonesia mengalami inflasi 3,55%. Deputi Bidang Statistik BPS, Ateng Hartono menjelaskan, tingginya inflasi tahunan itu disebabkan low base effect, karena pada Januari-Februari 2025 pemerintah menerapkan diskon tarif listrik. Penyumbang deflasi bulanan terbesar pada bulan Januari 2026 berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan deflasi sebesar 1,03% dan andil deflasi 0,30%.

Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi 0,32% dengan andil deflasi 0,06%. Komoditas yang dominan memberi andil deflasi adalah bensin, tarif angkutan udara, dan angkutan antarkota. Komponen harga bergejolak mengalami deflasi 1,96% dengan andil deflasi 0,33%. Komoditas penyumbang adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Komponen inti mengalami inflasi 0,37% dengan andil inflasi 0,24%. Komoditas yang memberi andil adalah emas perhiasan, sewa rumah, sepeda motor, dan nasi dengan lauk.

HUKUM

Nama tersangka bos minyak Indonesia, Muhammad Riza Chalid (MRC), sudah masuk dalam daftar red notice Interpol. Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widyatmoko, kemarin mengungkapkan MRC resmi masuk dalam daftar buronan internasional sejak 23 Januari 2026. Dengan demikian, kepolisian negara yang tunduk pada kesepakatan Interpol wajib menangkap MRC, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung tahun lalu.

TRENDING MEDSOS

Kata “Bhabinkamtibmas” trending di X, setelah anggota Bhabinkamtibmas, Aiptu Ikhwan yang sebelumnya sempat viral karena diduga menganiaya Suderajat, pedagang es gabus, dinyatakan tidak terbukti bersalah berdasarkan pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, meski tidak ditemukan unsur kekerasan, kepolisian tetap melakukan pembinaan internal terhadap Aiptu Ikhwan.

HIGHLIGHTS

1. Rencana Presiden Prabowo menggelar program gentengisasi rumah menggantikan atap seng yang panas dan berkarat demi keindahan, menarik. Jika program ini dijalankan tentu akan membuat penghuni rumah merasa nyaman, tidak kepanasan. Lebih manusiawi. Mengingat itu keinginan presiden, pastilah para bawahannya akan sesegera mungkin merealisasikannya. Mengenai anggarannya, para bawahannya pasti bisa mendapatkannya. Publik sudah pasti menunggu perwujudan dari program tersebut.

2. Main ‘tebar teror’ Presiden Prabowo terkait tudingan dana asing untuk merongrong kepemimpinannya, sebaiknya segera diakhiri. Jika memang Presiden benar-benar mengantongi data aliran dana asing yang ditujukan kepada lembaga atau kelompok tertentu untuk merongrong pemerintahan yang sah, sebaiknya dibuka dan ditindak saja. Namun jika klaim data itu hanya bagian dari gertakan untuk mengancam, sungguh sangat disayangkan. Cara-cara lawas itu sudah sangat tidak relevan dan sudah terbaca oleh publik sebagai upaya rezim membungkam kritik. Padahal kritik adalah penyeimbang agar demokrasi tetap berjalan tegak.

3. Anjloknya IHSG lebih dari 12% dalam beberapa hari, disertai turunnya rekomendasi investor global, menegaskan bahwa pasar sedang membaca satu pesan utama: risiko kebijakan dan ketidakpastian tata kelola masih menjadi beban serius. Di tengah ekspansi manufaktur, surplus dagang yang konsisten, dan inflasi yang relatif terkendali, kontraksi pasar saham justru menunjukkan rapuhnya kepercayaan terhadap arah ekonomi-politik, terutama ketika narasi kekuasaan lebih sibuk membingkai kritik sebagai “ancaman asing” ketimbang memperkuat institusi dan kepastian hukum. Deflasi pangan dan melemahnya daya beli juga memberi sinyal bahwa pertumbuhan belum sepenuhnya dirasakan kelas menengah-bawah, sementara ketidakadilan struktural seperti nasib guru honorer terus membayangi kualitas sumber daya manusia. Namun, fondasi ekonomi belum runtuh: PMI yang ekspansif, surplus perdagangan yang membesar, dan stabilitas harga masih menjadi modal penting. Jika pemerintah mampu mengalihkan energi dari retorika dan proyek simbolik ke pembenahan regulasi, perlindungan tenaga kerja, dan penguatan kredibilitas pasar, koreksi hari ini bisa menjadi momentum untuk membangun pertumbuhan yang lebih inklusif dan tahan guncangan, bukan sekadar optimisme serabutan.

SUMBER

BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Senin, 2 Februari 2026

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 845

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *