Tak ada Resuffle Kabinet Waktu Dekat, Polemik Polisi di Kasus Jambret dan Pedagang Es, IHSG Terjun Bebas

POLITIK

1. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi hari ini mengatakan, tidak ada rencana perombakan (reshuffle) kabinet dalam waktu dekat. satu-satunya perubahan adalah Thomas Djiwandono melepas jabatan Wamenkeu, dan telah ditetapkan DPR sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Menkeu Purbaya sudah mengakui bahwa Juda Agung yang melepas kursi Deputi Gubernur BI yang kemudian diisi oleh Thomas, akan menjadi Wamenkeu, mengisi kursi yang ditinggalkan Thomas. Senin lalu, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto melepas sinyal bahwa adik Thomas, yakni Budisatrio Djiwandono yang menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR, akan masuk kabinet Prabowo. Kakak-adik itu adalah keponakan Prabowo.

2. KPK mengubah batas nominal gratifikasi yang wajib dilaporkan oleh aparat penyelenggara negara kepada KPK. Batas hadiah yang boleh diterima yang semula Rp 1 juta, diubah menjadi Rp 1,5 juta. Sedangkan hadiah atau pemberian dari sesama rekan kerja yang semula Rp 200.000 atau total Rp 1 juta per tahun, diubah menjadi Rp 500.000 atau total Rp 1,5 juta per tahun. Lebih dari itu wajib dilaporkan kepada KPK. Perubahan itu, kata Ketua KPK Setyo Budiyanto, menyesuaikan dengan inflasi.

HUKUM

1. Ketua Komisi III DPR Habiburokhman melepas amarah kepada pimpinan Polres Sleman dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), karena menangani kasus yang menyulut amarah publik, yakni si pengejar penjambret justru dijadikan tersangka. Kemarahan Habiburokhman itu dilontarkan di depan para pimpinan aparat hukum itu, yang dipanggil datang dalam rapat dengan Komisi III DPR hari ini.

Perkara itu berpangkal dari kasus penjambretan yang dialami Arsita Minaya. Suami Arsita, Hogi Minaya, lantas mengejar 2 penjambret yang kabur dengan sepeda motor. Namun, 2 penjambret itu tewas gara-gara sepeda motor mereka menabrak tembok. Polisi lantas menetapkan Hogi sebagai tersangka dengan dasar UU Lalu Lintas, dan berkasnya sudah diserahkan ke Kejari Sleman untuk diajukan ke pengadilan. Kasus ini merebak viral, yang menyulut amarah publik atas kekakuan aparat polisi dalam menerapkan hukum. Gara-gara respons publik itu, Kejari Sleman kini tengah menggunakan skema keadilan restoratif (restorative justice) untuk menyelesaikan kasus ini.

2. Polisi yang menganiaya seorang pedagang “es gabus”, sedang diperiksa Propam Polda Metro Jaya. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra kemarin mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi belum selesai. Aiptu Ikhwan bersama anggota TNI anggota Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Heri, menganiaya penjual es keliling bernama Sudrajat (40 tahun).

Mereka menuduh Sudrajat menjual es berbahan spons yang tidak layak dimakan. Mereka bahkan menahan Sudrajat dan menganiaya dia. Ternyata setelah dilakukan uji laboratorium, es yang dijual Sudrajat dinyatakan layak konsumsi. Es gabus itu jajanan es jaman dulu alias jadul. Pihak kepolisian dan TNI sudah meminta maaf, tapi Sudrajat mengaku masih trauma dengan penganiayaan yang dia alami.

EKONOMI

1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terjun bebas, dan mengalami penghentian perdagangan (trading halt) selama 30 menit pada pukul 13:43 WIB. Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup turun 7,34% ke 8.321,22. Pada sesi II, IHSG melanjutkan penurunan hingga tembus 8% di level 8.261,79 atau terkoreksi 718 poin sehingga mengalami trading halt. Ambruknya IHSG dipicu pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara rebalancing atau penyesuaian terhadap komposisi dan bobot saham Indonesia.

Menko Airlangga meminta BEI untuk mengevaluasi apa yang menjadi permintaan MSCI soal transparansi kepemilikan saham yang dinilai belum memadai untuk penilaian free float yang akurat. Sementara Menkeu Purbaya meminta pelaku pasar tak terlalu khawatir. Ia yakin bursa saham akan kembali rebound karena fundamental ekonomi nasional sedang serius dibenahi. Sementara Dirut BEI Iman Rachman mengatakan, BEI, OJK, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah mencoba memenuhi permintaan MSCI. Penyempurnaan data free float sudah dilakukan, tapi prosesnya perlu waktu.

Dalam pengumumannya, MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Selain itu juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard. Pembekuan dilakukan hingga regulator menyelesaikan sejumlah kekhawatiran investor. Isu yang disorot antara lain, struktur kepemilikan tersembunyi serta dugaan perdagangan terkoordinasi (gorengan) yang dinilai dapat mendistorsi harga.

Managing Director Research Samuel Sekuritas, Harry Su, khawatir jika klasifikasi Indonesia turun dari Emerging Market ke Frontier Market, IHSG bisa turun kembali ke 5.000-an. Saat ini, total investasi dalam MSCI Indonesia diperkirakan sekitar USD 120 miliar. Sementara investasi terbesar di MSCI Frontier, yang ditempati Vietnam, di bawah USD 60 miliar. Artinya, secara agregat berpotensi terjadi eksodus dana asing lebih dari USD 60 miliar, setara hampir 30% dari total free float pasar saham Indonesia. Karena itu, OJK, BEI, KSEI, dan perusahaan publik, kooperatif membangun struktur kepemilikan saham yang jelas dan transparan.

Senada, manajer portofolio di Franklin Templeton Global Investments, Yiping Liao mengatakan, jika peringkat Indonesia turun akan berdampak signifikan terhadap aliran dana. Keputusan MSCI menambah sentimen negatif di pasar saham Indonesia. Tanpa sentimen faktor MSCI, partisipasi asing di pasar Indonesia sudah berkurang signifikan karena kekhawatiran atas arah perekonomian Indonesia setelah Presiden Prabowo mengarahkan kebijakan fiskal dan moneter menuju target pertumbuhan yang diinginkannya.

Sejumlah analis menilai koreksi hari ini lebih bersifat reaksi sentimen jangka pendek, bukan karena fundamental pasar yang memburuk. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, dan analis investasi dari Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, melihat koreksi terjadi karena panic selling saja. Namun, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, memandang koreksi bisa cukup lama jika para regulator tidak segera mengatasi hal ini. Sebab, ini terkait ketidakpercayaan investor global terhadap pasar saham Indonesia.

2. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta seluruh pelaku ekonomi berhenti bersikap wait and see, karena pemerintah dan otoritas moneter sudah berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi 2025 akan bergerak di kisaran 4,7-5,5%, dan terus tumbuh hingga mencapai 5,1-5,9%. BI akan terus menjaga stabilitas harga dengan mengelola tekanan inflasi tetap di kisaran 2,5 ± 1%. Perry mengatakan, jika terus wait and see, pelaku ekonomi akan tertinggal dan tak mampu menikmati kue pertumbuhan ekonomi.

TRENDING MEDSOS

Kata “MSCI” trending di X, setelah warganet ramai menyoroti Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang resmi mengumumkan keputusan untuk membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks yang menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan berpotensi menghambat arus dana investor asing. MSCI mengatakan, pembekuan ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham di Indonesia dan kekhawatiran tentang kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga yang tepat. Warganet di X yang aktif sebagai pemilik saham lantas ramai mencuitkan kecemasannya terhadap masa depan dunia saham Indonesia.

HIGHLIGHTS

1. Di tengah sorotan tajam publik terkait merosotnya citra kepolisian, masih banyak perilaku oknum kepolisian yang sepertinya kehilangan sensitivitas terhadap persepsi publik mengenai lembaganya. Peristiwa pemidanaan Hogi dan juga kekerasan yang dilakukan aparat terhadap penjual es gabus, semakin menegaskan bahwa hukum itu tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Komisi Percepatan Reformasi Polri harus memberikan catatan tegas kepada Presiden untuk segera mengambil keputusan cepat.

2. Ambruknya IHSG hingga memicu trading halt akibat keputusan MSCI bukan sekadar gejolak pasar sesaat, tapi sinyal keras tentang ambruknya kepercayaan terhadap tata kelola pasar keuangan Indonesia, yang diperparah oleh isu kepemilikan tersembunyi, dugaan praktik “gorengan”, serta persepsi intervensi politik dalam kebijakan ekonomi. Ketika pasar merespons dengan panic selling, sementara elite sibuk menyangkal dan menenangkan, yang sebenarnya terjadi adalah akumulasi kegelisahan investor atas arah kebijakan, integritas regulasi, dan kepastian hukum dari pasar modal hingga penegakan hukum di level bawah yang masih problematik. Risiko turunnya status ke frontier market dan potensi eksodus dana asing, menunjukkan betapa mahalnya harga dari tata kelola yang setengah hati. Meski sulit dicari, tapi di balik tekanan ini mungkin masih ada ruang pembenahan: komitmen regulator memperbaiki transparansi, dorongan BI untuk keluar dari sikap wait and see, serta kesadaran pemerintah bahwa reformasi data, pengawasan, dan disiplin pasar, tak bisa ditunda. Ini dapat menjadi titik balik jika dijalankan serius. Krisis ini, jika dibaca jujur, bisa menjadi momentum membersihkan pasar dan membangun kembali kredibilitas yang menjadi syarat mutlak agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi di angka, tetapi juga kokoh dalam fondasi.

SUMBER

BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Rabu, 28 Januari 2026

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 842

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *