Top Three Things – 8 Desember 2025

Global

Pasar saham AS ditutup sedikit lebih tinggi pada Jumat, sementara indeks DXY bergerak tidak stabil dan imbal hasil UST menguat, dengan imbal hasil tenor 10 dan 30 tahun masing-masing naik 4 bps. Indeks personal consumption expenditures (PCE) September sesuai ekspektasi, meningkat 0,3% MoM (disesuaikan musiman), dengan inflasi tahunan naik tipis menjadi 2,8% YoY dari 2,7% pada Agustus. Core PCE juga sejalan dengan proyeksi, naik 0,2% MoM seperti bulan sebelumnya, dan melandai menjadi 2,8% YoY dari 2,9%. Menariknya, ekspektasi inflasi satu tahun berdasarkan survei University of Michigan turun jauh lebih rendah dari perkiraan, menjadi 4,1% pada pembacaan awal Desember dibandingkan angka sebelumnya dan ekspektasi 4,5%. Pertumbuhan pendapatan pribadi September tetap stabil di 0,4% MoM, sementara pertumbuhan belanja pribadi melambat menjadi 0,3% dari 0,5% pada Agustus. Sementara itu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan bahwa Tiongkok mematuhi kesepakatan dagangnya dengan AS. Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa Uni Eropa dapat mengambil “langkah tegas” jika Tiongkok tidak menangani ketidakseimbangan perdagangan dengan blok tersebut. Di Asia, Vietnam merilis data aktivitas November pada akhir pekan: headline CPI naik signifikan menjadi 3,6% YoY dari 3,2% karena gangguan pasokan pangan terkait banjir, sementara pertumbuhan ekspor melambat menjadi 15,1% YoY dari 17,5% namun tetap kuat, khususnya ekspor ke AS. Produksi industri bertahan solid di 10,8%, sama seperti bulan Oktober.

Fokus hari ini

Minggu ini pasar menanti sejumlah keputusan bank sentral utama. FOMC 10 Desember menjadi sorotan, dengan Fed fund futures kini memproyeksikan pemangkasan suku bunga 25 bps dengan probabilitas 95,2%. Pernyataan resmi serta dot plot revisi akan menjadi kunci untuk menilai arah kebijakan The Fed ke depan. Reserve Bank of Australia yang bersidang pada 9 Desember diperkirakan mempertahankan suku bunga, begitu pula Bank of Canada pada 10 Desember. Kami dan konsensus memperkirakan Bangko Sentral ng Pilipinas akan memangkas suku bunga 25 bps pada 11 Desember, sementara Swiss National Bank juga diperkirakan menahan suku bunga. ECB memasuki masa tenang menjelang keputusan 18 Desember. Kalender data minggu ini padat, termasuk rilis final PDB 3Q25 Jepang, yang menunjukkan kontraksi lebih dalam sebesar -0,6% QoQ dibandingkan -0,4% sebelumnya, serta data perdagangan dan aktivitas ekonomi Tiongkok untuk November, data pasar tenaga kerja Australia, dan produksi industri Zona Euro. Sementara itu, tumpukan data AS yang tertunda seperti JOLTS Oktober dan neraca perdagangan September juga akan dirilis.

Indonesia

Pejabat Bappenas Putut Hari Satyaka menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia–Jerman ditujukan untuk memobilisasi teknologi, pengetahuan, dan pembiayaan guna mendukung agenda pembangunan nasional. Dalam pertemuan 2025 Indonesia–Germany Bilateral Consultation Meeting pada Jumat (5 Desember), kedua pemerintah menegaskan kembali komitmen untuk memperdalam kolaborasi di bidang digitalisasi, ekonomi sirkular, mobilitas perkotaan, kehutanan, dan energi terbarukan, dengan proyek-proyek yang diselaraskan terhadap prioritas pembangunan jangka menengah Indonesia. Pihak Jerman menyoroti peran sentral Indonesia dalam transformasi global, sejalan dengan upayanya memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi; mendiversifikasi sumber pangan; memodernisasi agroforestri; serta mempercepat transisi menuju energi rendah karbon dan energi terbarukan, sebagaimana dilaporkan oleh Antara.

Disclaimer ON

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 845