Kapolri Didesak Mundur, Ekonomi Kian Tertekan, dan Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

POLITIK

1. Lebih dari 200 organisasi masyarakat sipil mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya, atau Presiden Prabowo segera mencopot jabatan Listyo tersebut, setelah kejadian mobil polisi menabrak hingga tewas seorang pengemudi ojek online (ojol) saat berlangsung unjuk rasa. Organisasi tersebut antara lain Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Indonesia Corruption Watch (ICW), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), dan LBH Jakarta. Mereka menyuarakan 12 tuntutan yang disampaikan dalam konferensi pers di kantor YLBHI, Jakarta Pusat, hari ini. Mereka menekankan bahwa Listyo harus dicopot karena selama kepemimpinannya Polri semakin represif.

2. Setelah kalangan buruh selesai melakukan unjuk rasa di DPR dan Patung Kuda Jakarta kemarin, suasana di kawasan sekitar Senayan justru tambah memanas. Aparat kepolisian yang berusaha membubarkan massa mendapat perlawanan, sehingga terjadi ricuh. Dalam situasi itu seorang pengemudi ojol sepeda motor bernama Affan Kurniawan (21 tahun) ditabrak hingga tewas oleh kendaraan taktis lapis baja Brimob di kawasan Pejompongan, tak jauh dari kawasan DPR. Kabar kematian Affan menyulut protes sesama ojol dan warga di Mako Brimob, Kwitang Jakpus, hingga dini hari ini. Ada sekitar 8 mobil dibakar massa di dekat markas Brimob itu.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah meminta maaf atas kejadian tersebut, dan berjanji akan menghukum berat 7 anggota Brimob yang berada di dalam mobil penabrak Affan. Presiden Prabowo pun sudah menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Affan, berjanji akan menanggung biaya hidup keluarga Affan, dan berjanji akan menghukum polisi yang bersalah. Prabowo minta rakyat mempercayai kepemimpinannya.

Meskipun sudah ada permintaan maaf Kapolri dan janji Prabowo, aksi protes terhadap polisi terus bergulir hari ini. Setelah pemakaman Affan yang dihadiri ribuan ojol, sejumlah pejabat polisi dan militer, politisi serta Gubernur Jakarta Pramono Anung, massa bergerak melakukan protes di DPR dan Polda Metro Jaya. Kalangan mahasiswa pun turut bergerak ke kawasan tersebut. Di sejumlah daerah seperti di Solo (Jawa Tengah), Bandung, dan Sukabumi (Jabar), massa ojol juga melakukan unjuk rasa di markas kepolisian setempat.

3. Ahmad Sahroni dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR dan menjadi anggota biasa. Pencopotan berdasarkan surat yang diteken oleh Ketua Fraksi Nasdem DPR Viktor Laiskodat. Jabatan itu dialihkan kepada Rusdi Masse Mappasessu. Kata Viktor, rotasi penugasan terhadap Sahroni merupakan langkah strategis di tengah adanya sorotan publik terhadap dinamika politik nasional. Sahroni yang juga menjabat sebagai bendahara umum Partai Nasdem, mendapat sorotan publik setelah dia mengeluarkan komentar terhadap para pengunjuk rasa yang menuntut pembubaran DPR sebagai “orang tertolol sedunia”.

4. Pemerintah mengaku akan mempelajari lebih dulu putusan MK yang melarang menteri dan wakil menteri merangkap jabatan sebagai pejabat negara di lembaga lainnya, termasuk BUMN. Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, akan berkoordinasi dulu dengan presiden dan pihak terkait lainnya. Putusan MK atas perkara No. 128/PUU-XXIII/2025, yang dibacakan dalam sidang MK kemarin, pada intinya melarang menteri merangkap jabatan. MK memberi waktu 2 tahun kepada pemerintah untuk menjalankan putusan tersebut. Sebagian besar wakil menteri kabinet Prabowo-Gibran merangkap jabatan sebagai komisaris di berbagai BUMN, yang menyulut protes keras dari masyarakat.

EKONOMI

1. Dua acara ekonomi dibatalkan karena meluasnya demonstrasi hari ini. Istana membatalkan agenda Rakornas Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Perluasan Digitalisasi Daerah 2025 yang rencananya dipimpin Presiden Prabowo pukul 14.00 WIB. Sementara, Kementerian Keuangan juga mendadak membatalkan konferensi pers bulanan APBN KiTa yang pukul 09.30 WIB, dan ditunda sampai Rabu (3/9/2025). Pembatalan itu juga berkaitan dengan kondisi Jakarta yang tidak kondusif.

2. Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI tertekan hari ini, menyusul demo atas kematian pengemudi ojol, Affan Kurniawan. Rupiah spot ditutup pada level Rp 16.500 per dolar AS di akhir perdagangan, melemah 0,89% dari sehari sebelumnya di Rp 16.353. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,90% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 16.351 per dolar AS. Sementara IHSG anjlok 2,27% ke 7.771 di perdagangan sesi I. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, mengatakan aksi demonstrasi menjadi sorotan para investor pasar modal yang berpengaruh pada pergerakan IHSG.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, bila demo berlanjut rupiah akan terus tertekan. Namun, kemungkinan besar BI akan melakukan intervensi ke pasar. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah yang cukup tajam pada hari ini disebabkan salah satunya oleh tewasnya Affan, yang membuat tensi politik makin panas. Faktor lain, pertumbuhan ekonomi AS sebesar 3,3% – lebih tinggi dari proyeksi awal 3,1% – juga mempengaruhi melemahnya rupiah.

3. Aksi unjuk rasa sejak Senin (25/8/2025) hingga hari ini akan memperburuk kondisi perekonomian RI. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, kondisi yang memburuk itu imbas tiadanya respons pemerintah dan DPR atas keluhan rakyat. Bahkan, pemerintah terkesan menyangkal terhadap berbagai tuntutan masyarakat termasuk soal reformasi perpajakan, dan efisiensi anggaran. Ia menekankan, timbulnya rasa tidak percaya dari investor bukan karena aksi demo, melainkan akibat kegagalan kebijakan ekonomi pemerintah.

TRENDING MEDSOS

Media sosial X hari ini dibombardir dengan cuitan kemarahan warganet Indonesia atas tewasnya seorang pengemudi ojek online Affan Kurniawan (21). Affan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat polisi menghalau massa demonstrasi pada Kamis, 28 Agustus 2025, di kawasan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat. Video amatir yang merekam detik-detik terlindasnya Affan viral di berbagai platform media sosial semakin menambah kemarahan warganet. Gelombang kemarahan pun meluas terhadap respons Presiden Prabowo yang mengatakan kecewa terhadap tragedi tewasnya Affan akibat terlindas rantis Brimob. Banyak warganet geram karena kata “kecewa” dari seorang Presiden dinilai tidak tepat, apalagi respons tersebut baru muncul setelah aksi demonstrasi yang menolak kenaikan gaji anggota DPR RI tersebut sudah berlangsung sejak 25 Agustus. Di tengah rentetan aksi demonstrasi, Prabowo muncul hanya untuk mengungkapkan kata kecewa yang bagi warganet terasa seperti “curhatan” yang salah tempat. Warganet lebih ingin melihat Prabowo menjalankan tugasnya sebagai Presiden dengan meminta maaf kepada masyarakat, mencabut kenaikan tunjangan dan gaji DPR yang terlampau tinggi, serta memecat Kapolri yang bertanggung jawab atas tragedi tewasnya Affan.

HIGHLIGHTS

1. Kondisi ekonomi kian tertekan setelah gelombang unjuk rasa memaksa pemerintah membatalkan dua agenda penting yakni Rakornas TPIP dan rilis APBN KiTa. Rupiah melemah tajam ke Rp16.500 per dolar AS dan IHSG anjlok lebih dari 2%. Pelemahan pasar bukan semata akibat aksi demo, melainkan karena ketidakmampuan pemerintah merespons tuntutan rakyat, dari reformasi perpajakan hingga efisiensi belanja negara. Situasi ini makin paradoksal ketika publik melihat elite politik sibuk mempertahankan privilese, mulai dari rangkap jabatan wakil menteri di BUMN hingga tunjangan fantastis DPR, sementara biaya hidup dan berbagai kesulitan ekonomi rakyat terus melonjak. Kombinasi ekonomi yang rapuh, politik yang defensif, dan hukum yang gagal memberi kepastian, hanya memperdalam krisis kepercayaan yang kini berimbas langsung ke stabilitas pasar.

2. Presiden Prabowo sebaiknya mendengarkan dan mempertimbangkan desakan kalangan sipil untuk mengevaluasi jabatan Jenderal Listyo Sigit dari Kapolri. Listyo adalah Kapolri terlama yang menjabat sejak Januari 2021 hingga saat ini. Dibutuhkan penyegaran, selain itu juga diperlukan untuk memastikan estafet kepemimpinan di internal Polri berjalan normal. Selain itu selama 4,5 tahun lebih Listyo menjabat, banyak catatan kelam di lembaga tersebut. Langkah-langkah represif dan bahkan menyeret lembaga kepolisian ke ranah politik praktis. Saatnya kini Presiden Prabowo merealisasikan pernyataannya sendiri. Prabowo dalam cuitannya di akun X @Prabowo pada 5 Oktober 2013, menyatakan dengan gamblang dan tegas: “Tidak ada prajurit yang jelek. Hanya ada komandan yang jelek. Segala yang dilakukan, dan tidak dilakukan prajurit adalah karena komandannya.”

SUMBER

BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Jumat, 29 Agustus 2025

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 680