Global
Partai Demokrat di Jepang hanya memenangkan 191 kursi pada pemilu akhir pekan lalu, yang kemungkinan merupakan kekalahan mayoritas pertama sejak 2009. Di AS, S&P 500 turun tipis sebesar 0,03% pada hari Jumat sementara imbal hasil obligasi UST 10-tahun naik sebesar 3bps dan ditutup pada level 4,24%. Terkait dengan pemilu AS, perolehan suara Harris dan Trump di survei terbaru masing-masing sama pada level 49%, menurut survei dari Emerson College. Selain itu, Knot dari ECB berpendapat perlunya menjaga semua opsi tetap terbuka di tengah ketidakpastian, sementara Nagel menegaskan bahwa data yang akan dirilis pada pekan ini akan menjadi pedoman bagi keputusan kebijakan bulan Desember. Perlu dicatat bahwa inflasi Zona Eropa telah turun di bawah target 2% untuk pertama kalinya sejak tahun 2021 pada bulan September. Di Asia, laba industri Tiongkok di bulan September turun sebesar 27,1% YoY, menyusul penurunan di bulan Agustus sebesar 17,8%. Di Timur Tengah, ketegangan terus berlanjut di tengah serangan Israel terhadap Iran selama akhir pekan.
Fokus minggu ini
Pasar Asia berpotensi akan diperdagangkan beragam pada hari ini. Rilis data ekonomi hari ini terdiri dari data perdagangan Thailand dan Hong Kong, serta aktivitas manufaktur Dallas Fed di AS. Wunsch dari ECB juga akan berbicara hari ini. Sepanjang pekan ini, pasar akan memperhatikan estimasi pertumbuhan PDB 3Q-24 dari AS (perkiraan: 3,0%) dan Zona Eropa pada hari Rabu, indeks harga PCE inti AS (diperkirakan akan meningkat dari 0,1% menjadi 0,3% bulanan), inflasi Zona Eropa, dan PMI Tiongkok pada hari Kamis, dan PMI manufaktur Asia, inflasi Indonesia, serta nonfarm payrolls AS (diperkirakan akan turun menjadi 110 ribu dibandingkan sebelumnya 254 ribu), tingkat pengangguran (diperkirakan tetap pada level 4,1%) dan pendapatan rata-rata per jam (diperkirakan 4,0% YoY/0,3% MoM) pada hari Jumat. Secara terpisah, Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves akan mengumumkan anggaran pertama untuk pemerintahan Partai Buruh yang baru terpilih pada hari Rabu. Anggaran tersebut perlu menyeimbangkan konsolidasi fiskal jangka menengah dengan peningkatan investasi publik jangka pendek. Selain itu, pasar juga akan fokus pada keputusan kebijakan moneter BoJ pada hari Kamis (kemungkinan dipertahankan). Di sisi pendapatan perusahaan, lima dari tujuh saham Magnificent Seven (Alphabet, Meta, Amazon, Apple dan Microsoft) akan mengumumkan hasilnya minggu ini.
Bergabung dengan BRICS
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia telah memulai proses bergabung dengan BRICS, dan menambahkan bahwa “bergabungnya Indonesia dengan BRICS merupakan wujud kebijakan luar negeri yang independen dan aktif,” dan menekankan bahwa hal tersebut tidak berarti bersekutu dengan blok tertentu. Menteri Sugiono mencatat bahwa BRICS sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo dalam ketahanan pangan dan energi, pengentasan kemiskinan, dan pengembangan sumber daya manusia, yang dapat memajukan kepentingan negara-negara Selatan, seperti dilansir oleh Reuters.
Disclaimer ON