Global
Laporan pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari antisipasi kembali membuat ekspektasi resesi mereda. Nonfarm payroll (NFP) pada bulan September naik sebesar 254 ribu, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 150 ribu. Beberapa sektor jasa, seperti pendidikan & kesehatan serta rekreasi & perhotelan menjadi sektor yang merekrut banyak pekerja. Selain itu, sektor konstruksi terus menambah pekerja, meskipun pada laju yang lebih rendah dari bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran pun secara tak terduga pun turun menjadi 4,1%, sementara pendapatan rata-rata per jam meningkat menjadi 4,0% YoY (0,4% MoM). Indeks saham S&P 500 menguat sebesar 0,9% pada hari Jumat. Sementara itu, imbal hasil obligasi UST tenor 10-tahun dan 2-tahun masing-masing meningkat sebesar 12 bps dan 22 bps. Fed Fund Futures saat ini memperkirakan penurunan suku bunga Fed secara kumulatif sebesar 52,3 bps pada akhir tahun 2024 dibandingkan 66,7 bps pada tanggal 3 Oktober. Ekspektasi penurunan suku bunga pada tahun 2025 juga turun. Indeks DXY meningkat setelah rilis data ketenagakerjaan AS untuk periode bulan September. Di Asia, PDB Vietnam 3Q-24 tumbuh positif sebesar 7,4% YoY, meningkat dari 6,93% pada 2Q-24. Pertumbuhan tersebut didorong oleh manufaktur dan ekspor. Selain itu, ketegangan di Timur Tengah masih berlangsung.
Fokus minggu ini
Pasar Asia berpotensi dibuka dengan kuat pada pagi ini di tengah harapan soft-landing di AS. Rilis data ekonomi hari ini terdiri dari inflasi Thailand untuk bulan September, pesanan pabrik Jerman, penjualan ritel Zona Eropa, dan kepercayaan investor Sentix. Bowman, Bostic, Kashkari dan Musalem dari Fed, serta Lane, Cipollone, Nagel dan Escriva dari ECB juga akan berbicara hari ini. Untuk sepekan ke depan, pasar akan fokus pada data inflasi AS bulan September yang akan dirilis pada hari Kamis (yang terakhir sebelum pemilihan presiden), yang kemungkinan akan meningkat sebesar 2,6% YoY (0,1% MoM). Sementara itu, inflasi inti diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,2% YoY (0,2% MoM). Inflasi dari sisi produsen (producer price index/PPI) AS pun akan dirilis pada pekan ini. Dari sisi bank sentral, terdapat risalah RBA besok, serta pertemuan kebijakan moneter dari RBNZ (kemungkinan akan memangkas 50bps menjadi 4,75%) dan RBI (kemungkinan akan dipertahankan masing-masing pada level 6,5% dan 4,5% untuk repurchase rate dan cash reserve ratio), risalah FOMC pada hari Kamis, dan keputusan kebijakan BOK pada hari Jumat (berpotensi memangkas sebesar 25 bps menjadi 3,25%). Selain itu, Prancis kemungkinan akan mengumumkan anggarannya pada hari Kamis sementara risalah ECB juga akan dirilis pada hari yang sama. Di sisi pendapatan perusahaan, JP Morgan dan Wells Fargo akan mengumumkan kinerjanya pada hari Jumat.
Menjaga stabilitas harga
Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya pengendalian deflasi dan inflasi untuk menjaga stabilitas harga. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi menanggapi laju deflasi yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Ia menambahkan bahwa perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui apakah hal tersebut disebabkan oleh penurunan harga atau melemahnya daya beli. Indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi telah turun dari 3,1% di bulan Maret 2024 menjadi 1,8% pada bulan September.
Disclaimer ON