POLITIK
1. Polda Metro Jaya sudah melimpahkan perkara penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus ke Puspom TNI. Hal tersebut disampaikan oleh Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR, di Senayan, hari ini. Alasan polisi, dalam kasus itu tidak ditemukan peran orang sipil. Pihak Kontras sangat kecewa dengan putusan kepolisian tersebut. Kontras menyatakan tidak mempercayai penanganan kasus itu oleh Puspom TNI.
Pada 18 Maret Polda Metro Jaya merilis hasil penyelidikan atas penyerangan terhadap Andrie Yunus pada 12 Maret lalu. Polda Metro menyebut ada lebih dari 4 orang pelaku penyerangan. Dalam waktu bersamaan Puspom TNI merilis pelaku penyerangan adalah 4 personel Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, dan sudah ditahan. Tak lama kemudian dikabarkan Kepala Bais Letjen Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatan. Namun, hingga kini Puspom TNI belum menjelaskan progres penyidikan kasus tersebut.
Menurut Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya, berdasarkan hasil penelusuran Kontras penyerangan terhadap Andrie merupakan operasi intelijen yang sistematis. Operasi itu menggunakan sandi “Sadang”. Paling sedikit, kata Dimas, ada 16 orang yang terlibat dalam operasi tersebut, tidak termasuk aktor intelektualnya. Sementara itu, Andrie masih menjalani perawatan intensif di RSCM akibat luka bakar yang dideritanya.
2. Jumlah prajurit TNI yang meninggal dunia dalam tugas di Lebanon bertambah menjadi 3 orang. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan tewas dalam insiden terbaru, Selasa (31/3/2026) waktu setempat. Mobil yang mereka tumpangi terkena ledakan saat mengawal konvoi logistik di Lebanon Selatan. Kejadian yang menimpa mereka tak berselang sehari setelah sebuah hulu meriam menghantam markas pasukan Indonesia di wilayah itu, yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon.
Atas kejadian beruntun yang menimpa personel Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon, Menlu Sugiono menelepon Sekjen PBB António Guterres minta digelar rapat darurat guna membahas serangan tersebut. Sementara itu, pihak militer Israel (IDF) menyatakan akan melakukan penyelidikan atas 2 insiden tersebut.
EKONOMI
1. Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan, Pertamina tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi maupun nonsubsidi pada April 2026. Ia berharap masyarakat tidak melakukan panic buying sebab ketersediaan BBM masih aman. Hal itu diperkuat juga oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang memastikan tak ada kenaikan harga BBM, termasuk nonsubsidi. Meski begitu Dasco tak memastikan sampai kapan harga BBM nonsubsidi tetap bertahan.
Sejak kemarin, beredar dokumen perkiraan harga jual eceran BBM nonsubsidi. Dalam dokumen itu, Pertamax disebut akan naik Rp 5.500/liter menjadi Rp 17.850/liter per 1 April. Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, harga BBM nonsubsidi merupakan kewenangan masing-masing badan usaha (BU) hilir migas. Ia minta masyarakat menanti pengumuman resmi harga BBM di SPBU Pertamina yang diumumkan pada 1 April 2026.
2. BPH Migas menerbitkan Keputusan Kepala BPH Migas No 024/KOM/BPH.DBBM/2026 yang membatasi pembelian BBM bersubsidi Solar dan Pertalite. Untuk BBM jenis Pertalite, pembelian oleh kendaraan roda 4, baik perorangan maupun angkutan umum, dibatasi maksimal 50 liter per hari. Begitu pula untuk kendaraan pelayanan umum, seperti ambulans, mobil jenazah, dan pemadam kebakaran.
Untuk Solar, pembatasan dibedakan berdasarkan jenis kendaraan. Kendaraan roda 4 dibatasi maksimal 50 liter per hari, sedangkan angkutan umum roda 4 dapat memperoleh hingga 80 liter per hari. Kendaraan roda 6 atau lebih dibatasi hingga 200 liter per hari. Kendaraan pelayanan umum, seperti ambulans dan pemadam juga dibatasi maksimal 50 liter per hari. Aturan ini berlaku sejak 1 April 2026.
Analis komoditas Traderindo, Wahyu Laksono, menilai dengan tren harga minyak dunia yang melonjak dan pelemahan nilai tukar rupiah hingga mendekati Rp 17.000/USD, harga keekonomian Pertalite bakal tembus Rp 11.500-12.000/liter. Kenaikan harga USD 1/barel bakal menambah beban subsidi dan kompensasi sekitar Rp 6,8 triliun. Namun ia menduga pemerintah menahan harganya karena ada risiko melonjaknya inflasi bulanan 6-7% jika harga Pertalite dinaikkan.
Harga minyak dunia hari ini masih tinggi. Berdasarkan data Refinitiv, pukul 09.40 WIB harga minyak Brent masih bertengger di USD 112,32/barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) di USD 102,53/barel. Dalam sepekan terakhir, Brent melesat dari kisaran US$99,94/barel pada 23 Maret menjadi di atas USD 112 per barel, sementara WTI naik dari USD 88,13 ke atas USD 102/barel.
3. Kepala BGN Dadan Hindayana membantah anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam APBN 2026 sebesar Rp 335 triliun, melainkan hanya Rp 268 triliun. Selisih Rp 67 triliun itu berasal dari dana standby Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) sebagai dana cadangan. Ia juga menjelaskan, dari jumlah itu, Rp 249 triliun untuk operasional SPPG. Rinciannya, 70%-nya dipakai untuk belanja bahan baku yang menguntungkan petani, peternak, nelayan, dan UMKM. Dan, 20% lainnya untuk operasional seperti listrik, sewa kendaraan, termasuk gaji relawan.
TRENDING MEDSOS
1. “Pertalite” trending di X, terkait keputusan pemerintah menahan harga BBM bersubsidi itu di Rp 10.000/liter. Namun, pemerintah membatasi konsumsi Pertalite dengan maksimal 50 liter/hari bagi kendaraan roda 4.
2. “SNBP” trending di X. Hari ini, pukul 15.00 WIB hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) perguruan tinggi diumumkan. Dari 806.242 peserta, 178.981 orang dinyatakan lulus.
3. “UNIFIL” dan “Lebanon” masih trending hari ini. Perkembangan terakhir, pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan kedua Israel yang membunuh 2 anggota pasukan penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan. Ini serangan kedua, setelah hari Minggu Israel menyerang markas Indonesia yang menewaskan seorang anggota TNI.
4. “Harga BBM 1 April 2026” dan “Pertalite” menjadi salah satu isu paling dicari di Google. Sejak kemarin beredar dokumen berlogo Danantara dan Pertamina beredar di media sosial. Dokumen itu menyebut harga jual eceran BBM nonsubsidi naik signifikan per 1 April 2026.
HIGHLIGHT
Setelah pihak Polda Metro Jaya memastikan bahwa penyidikan kasus penyerangan terhadap aktivis Kontras Andri Yunus diserahkan kepada Puspom TNI maka harapan bahwa kasus tersebut dapat dibongkar tuntas semakin menipis. Pengalaman kasus-kasus sebelumnya selalu menghasilkan kesimpulan pelaku lapangan lah yang menjadi tumbal, sementara aktor intelektualnya tak tersentuh.
SUMBER
BRIEF UPDATE
Kerjasama MAKPI dengan BDS Alliance
Selasa, 31 Maret 2026





