Global
Terdapat banyak pergerakan di pasar global dalam 24 jam terakhir. Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan pengecualian terhadap impor tertentu pada sektor pertanian dan otomotif dari Meksiko dan Kanada, yang memberikan sedikit ketenangan pada pasar ekuitas AS (S&P: +1,1%; Dow: 1,1%; NASDAQ: 1,5%). Indeks DXY terus bergerak lebih rendah sementara imbal hasil UST ditutup lebih tinggi pada sesi semalam. Laporan Beige Book yang dirilis pada 5 Maret menyoroti bahwa “aktivitas ekonomi sedikit meningkat sejak pertengahan Januari,” namun pengeluaran konsumen “lebih rendah secara keseluruhan,” sementara aktivitas manufaktur “menunjukkan peningkatan ringan hingga moderat di sebagian besar Distrik.” Kekhawatiran mengenai tarif menonjol dalam laporan Beige Book, merujuk pada “kekhawatiran terkait dampak tarif potensial terhadap harga kayu dan bahan baku lainnya.” Selain itu, mengenai harga, “banyak Distrik mencatat bahwa harga telur dan bahan makanan lainnya yang lebih tinggi berdampak pada sektor makanan dan restoran. Selain itu, terdapat juga kenaikan yang signifikan pada biaya asuransi dan transportasi.” Sementara itu, “sebagian besar Distrik juga mencatat bahwa dampak tarif kepada harga bahan baku akan mendorong perusahaan untuk menaikkan harga.” Data yang masuk pun mengonfirmasi terdapat gambaran ekonomi yang beragam sebagaimana dijelaskan dalam Beige Book. Sektor swasta, yang diukur melalui perubahan lapangan kerja ADP, hanya menambah 77 ribu pekerjaan pada Februari, turun dari 186 ribu pada Januari. Sementara sektor konstruksi dan manufaktur menambah masing-masing 26 ribu dan 18 ribu pekerjaan pada Februari, sektor layanan utama seperti perdagangan, utilitas, serta pendidikan dan layanan kesehatan kehilangan 33 ribu dan 28 ribu pekerjaan. Pembacaan ISM sektor jasa untuk Februari lebih tinggi di 53,5 dibandingkan dengan 52,8 pada Januari, dengan peningkatan pada pesanan baru, pekerjaan, dan harga. Beralih ke Uni Eropa, Jerman akan mengubah konstitusinya untuk mengecualikan pengeluaran pertahanan dan keamanan dari batasan pengeluaran fiskal dan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk mempertahankan negara. ‘debt brake’ atau ‘Schuldenbremse’ membatasi defisit anggaran struktural pemerintah hingga 0,35% dari PDB, namun akan diperbolehkan melebar hingga di atas 1% dari PDB. Pemerintah yang akan datang juga akan membentuk dana infrastruktur sebesar EUR500 miliar. EUR/USD pun naik ke level 1,0794, sementara saham Jerman dan imbal hasil Bund lebih tinggi.
Fokus hari ini
Pasar akan berfokus pada pertemuan ECB hari ini. Ekspektasi konsensus adalah penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, tetapi pandangan ECB terkait dengan perkembangan terbaru dan implikasinya terhadap ekonomi akan menjadi sangat krusial untuk diperhatikan. Selain ECB, BNM juga akan mengadakan pertemuan moneternya sore ini. Meskipun keputusan BNM lebih jelas, banyak faktor yang bergerak baik di ekonomi global maupun domestik yang akan membuat langkah BNM ke depan semakin krusial. Rilis data lainnya hari ini termasuk persetujuan pembangunan dan perdagangan Australia untuk bulan Januari, data aktivitas bulanan dan CPI Vietnam untuk Februari, kondisi pasar tenaga kerja mingguan di AS, serta penjualan ritel Uni Eropa untuk periode bulan Januari.
Rencana aksesi OECD
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendorong para duta besar OECD untuk mempercepat proses aksesi Indonesia dalam pertemuannya dengan duta besar negara-negara anggota OECD di Paris pada 4 Maret 2025. Menteri Hartarto menguraikan rencana Indonesia untuk menyelesaikan proses aksesi dalam waktu tiga hingga empat tahun, termasuk mengajukan memorandum awal pada Juni 2025, dan meminta kerja sama serta dukungan dari negara-negara anggota OECD untuk memperkuat kapasitas dan kemitraan Indonesia selama proses ini. Secara terpisah, hujan lebat menyebabkan banjir parah di Jakarta dan kota-kota sekitarnya, termasuk Bekasi, yang berdampak pada lebih dari 60.000 orang.
Disclaimer ON