Top Three Things – 14 Oktober 2024

Global

Kementrian Keuangan Tiongkok tidak memberikan angka spesifik mengenai jumlah stimulus fiskal baru pada rapat akhir pekan lalu. Sementara itu, inflasi konsumen (CPI) Tiongkok naik tipis sebesar 0,4% YoY (inflasi inti: +0,1%) sedangkan inflasi produsen (PPI) turun selama 24 bulan berturut-turut sebesar 2,8% YoY. Hal tersebut menandakan kondisi permintaan domestik Tiongkok masih lemah. Di AS, indeks saham S&P 500 naik sebesar 0,61% dan mencatat rekor baru pada hari Jumat, didukung oleh laporan pendapatan beberapa bank yang kuat. Sementara itu, imbal hasil obligasi UST 10-tahun naik sebesar 4bps menjadi 4,1%. US wholesale prices tumbuh datar di bulan September, sementara indeks sentimen dari Universitas Michigan turun dari 70,1 menjadi 68,9 di bulan Oktober. Ekspektasi inflasi 1-tahun ke depan pun meningkat dari 2,7% menjadi 2,9%.

Fokus pekan ini

Pasar Asia berpotensi akan cenderung bervariasi pada perdagangan pagi ini ditengah optimisme pendapatan AS dan ketidakpastian Tiongkok. Data ekonomi hari ini mencakup data perdagangan Tiongkok bulan September, dan CPI India bulan September. Kashkari dan Waller dari Fed, Villeroy dari ECB, Dhingra dari BOE dan wakil gubernur RBNZ juga akan berbicara hari ini. Sepanjang pekan ini, terdapat beberapa data dari Tiongkok yang akan menjadi fokus pasar yakni agregat kebijakan moneter bulan September, suku bunga medium term lending facility 1-tahun, harga rumah baru, FAI, tingkat pengangguran dan perkiraan pertumbuhan PDB 3Q-24. Selain itu, terdapat data inflasi Inggris, NODX Singapura, CPI zona Eropa, PDB Malaysia untuk 3Q-24 dan data perdagangan bulan September, serta klaim pengangguran awal dan penjualan ritel AS. Di sisi bank sentral, pasar akan memperhatikan keputusan kebijakan BoT pada hari Rabu (kemungkinan tidak akan berubah), BSP (kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,5%), dan BI (kemungkinan akan tetap pada 6,00%), serta kebijakan ECB pada hari Kamis. Di sisi pendapatan perusahaan, Citigroup, Goldman Sachs, Bank of America, Schwab, United Airlines, J&J, Morgan Stanley, CSX, Netflix dan American Express akan merilis kinerjanya pada pekan ini.

Penjualan mobil melemah

Penjualan mobil turun menjadi 72,667 unit (-9,1% YoY) di bulan September dari 76,304 unit (-14,2%) di bulan Agustus, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Hal tersebut menjadikan penjualan year-to-September menjadi 633,218 unit, kontraksi sebesar 16,2% YoY dan masih di bawah target penjualan Gaikindo yakni sebesar 1 juta mobil pada tahun 2024. Meskipun demikian, penjualan otomotif secara kumulatif pada 3Q-24 meningkat menjadi 14,6% YoY atau sebanyak 223,200 unit, lebih tinggi dari pertumbuhan sebesar -9,5% YoY dan -13,9% YoY masing-masing pada 1Q-24 dan 2Q-24.

Disclaimer ON

Avatar photo

Makpi Support

Articles: 507